Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Rakhmad Fadli

Kompasianer dari sebuah pulau kecil di Kepulauan Riau. Pulau Kundur.

Jelajah Cepat Asia Tenggara 3,5 Juta dengan Bus (Part 5)

REP | 05 February 2012 | 18:18 Dibaca: 1356   Komentar: 5   0

1328437435693430798

Pedagang Buah di Halong Bay Vietnam.

Hari mulai terang. Saya dan beberapa penumpang lainnya turun sebentar membersihkan diri di sebuah toilet umum yang tidak jauh dari tempat pemberhentian bus. Udara sangat dingin sekali. Sepanjang mata memandang Saya hanya melihat perbukitan berkabut di sekitar Imigrasi Laos. Kantor Imigrasi Laos pun mulai buka. Petugas bus memasuki Imigrasi Laos dan mengurus pengecekan passport para penumpangnya. Kecuali Saya, karena selain warga negara Laos atau Vietnam penumpang diharuskan untuk datang sendiri ke imigrasi.

13284379531333101921

Imigrasi Namphao, Laos.

1328437988267228959

Suasana di Imigrasi Namphao, Laos.

Setelah selesai melakukan pengecekan Passport semua penumpang kembali masuk ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan menuju imigrasi Vietnam. Jarak dari imigrasi Laos ke imigrasi Vietnam sangat dekat sekali. Tidak sampai 5 menit bus sudah sampai di Imigrasi Vietnam tepatnya di Kota Cau Treo. Semua penumpang turun kembali untuk melakukan pengecekan passport disini. Suasana disini tampak berkabut. Jarak pandang hanya sekitar 100 meter.

1328438120416765602

Bersama Sahabat Vietnam, Doan Manh Hung.

13284380761854327670

Pemeriksaan Sebelum Memasuki Vietnam.

1328438213501733875

Suasana di Imigrasi Cau Treo, Vietnam.

Setelah selesai melakukan pengecekan passport semua penumpang masuk ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan ke Hanoi. Hujan turun tidak begitu deras menemani perjalanan pagi ini. Bus berhenti di tempat peristirahatan untuk makan siang. Semua penumpang diharuskan turun walau tidak ikut makan siang. Hal ini dilakukan oleh petugas bus untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan barang. Di tempat peristirahatan ini Saya tidak ikut makan karena tidak terjamin kehalalannya. Saya hanya makan dari bekal yang Saya bawa selama perjalanan.

13284382771502196059

Bus Berhenti Sejenak.

Selama perjalanan menuju Hanoi Saya melihat deretan perbukitan, Hutan, Sungai, hamparan sawah, dan juga kehidupan warga disekitar pinggiran Vietnam yang masih banyak menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

13284383311880613425

Pemandangan di Perjalanan Menuju Vietnam.

13284383611762365314

Pemandangan di Perjalanan Menuju Vietnam (2).

Akhirnya sekitar pukul 7 malam bus tiba di terminal bus Vietnam. Artinya perjalanan dari Vientiane, Laos ke Hanoi, Vietnam ini memakan waktu lebih kurang 24 jam. Saya langsung menuju Old Quarter, sebuah kawasan tempat para backpacker menginap, dengan menggunakan taksi bersama Sahabat Vietnam Saya, Doan Minh Hoam, yang juga memiliki arah yang sama menuju rumahnya di Hanoi. Pada saat taksi memasuki kawasan Old Quarter tiba-tiba Saya melihat ada sebuah tulisan ‘Backpackers Hostel’. Saya turun sebentar dari taksi untuk menanyakan tarif hostel dan apakah masih tersedia kamar yang kosong. Ternyata tarif hostel tersebut per malam hanya $5 dan masih tersisa beberapa tempat yang kosong. Saya pun kembali ke taksi untuk menginformasikan kepada Sahabat Vietnam Saya, Hoam, bahwa Saya sudah mendapatkan penginapan dan berhenti sampai disini saja sambil memberikan lembaran mata uang Vietnam. Tetapi Hoam menolak pemberian uang dari Saya. Banyak sekali orang baik yang Saya temui selama perjalanan ini.

13284385072134323034

Taksi dari Terminal Bus Hanoi ke Old Quarter, Hanoi, Vietnam.

Saya kembali ke hostel. Tempat yang akan Saya tempati ini adalah berupa Dormitory, yaitu sebuah kamar yang bisa di tempati lebih dari satu orang. Setelah resepsionis memberitahu nomor kamar Saya dan memberikan kunci loker kemudian Saya menuju kamar 03 yang terdapat di lantai 3. Dormitory yang Saya tempati ini memiliki 4 buah tempat tidur bertingkat dua yang bisa ditempati sebanyak 8 orang. Di dormitory ini sudah ditempati oleh 3 orang backpacker asal Kanada dan 1 orang asal California.

13284386021435473273

Hostel Tempat Saya Menginap di Old Quarter, Hanoi, Vietnam.

13284386561579324152

Hanoi Central Backpackers Hostel.

Walaupun kamar yang Saya tempati berupa dormitory tetapi fasilitasnya tidak kalah dengan hotel. Di dalam kamar mandi tersedia pilihan air panas maupun dingin. Selain itu disediakan juga sarapan pagi gratis dan fasilitas internet gratis yang bisa digunakan 24 jam. Cukup murah dengan tarif per malamnya yang hanya 5 dolar.

Setelah mendapatkan penginapan kemudian Saya pun pergi keluar mencari makan. Sebelum keluar Saya bertanya terlebih dahulu kepada resepsionis mengenai tempat makan halal yang terdapat di sekitar sini. Resepsionis tersebut tidak mengetahui tempat makan halal dan hanya bisa memberikan selembar peta Old Quarter yg cukup besar yang bisa Saya gunakan untuk memandu perjalanan Saya. Kemudian Saya memanfaatkan fasilitas internet untuk mencari tempat makan halal disekitar sini. Setelah Saya lakukan pencarian dari Google dan ketemu tempat makan halal di sekitar Old Quarter lalu Saya memberikan alamat tersebut kepada resepsionis untuk ditunjukkan dimana letak keberadaannya. Ia menunjukkan alamat yang Saya cari tersebut dengan menggunakan peta yang diberikannya tadi lalu ditandainya dengan spidol berwarna.

Setelah mengetahui letak keberadaan rumah makan halal tersebut Saya pun pergi mencarinya dengan berjalan kaki. Kebetulan saat itu adalah malam minggu. Old Quarter merupakan sebuah kawasan yang menjadi tempat favorit berkumpulnya muda-mudi Vietnam. Hampir semua jalan di Old Quarter yang tidak terlalu lebar ini disesaki oleh ratusan pengendara motor dan pejalan kaki. Suara klakson motor dan mobil tak henti-hentinya saling bersahutan.

132843877888704831

Suasana Malam Minggu di Old Quarter, Hanoi, Vietnam.

1328438844945288017

Suasana Old Quarter di Malam Hari.

Tidak lama kemudian tempat makan halal yang Saya cari pun ketemu. Tempat makan halal yang bernama “Tandoor” ini berbentuk restoran mini 2 lantai yang terletak pada sebuah ruko yang dimiliki oleh warga keturunan India. Saya memesan Kashmiri Pillau dan Vietnamesse Tea karena penasaran seperti apa rasanya Teh Vietnam tersebut. Tetapi setelah saya cicipi ternyata rasanya sangat pahit seperti obat. Karena tidak tahan dengan rasanya yang sangat pahit kemudian Saya meminta gula kepada pelayan restoran.

1328438933673091163

Kashmiri Pillau dan Vietnamesse Tea di Restoran Halal Tandoor.

Selesai makan malam Saya kembali ke Hostel. Selama perjalanan pulang ini Saya meraba-raba jalan dengan ingatan Saya agar tidak tersesat. Pada saat perjalanan pergi tadi sebenarnya Saya sudah menandai beberapa tempat agar pada saat perjalanan pulang nanti tidak tersesat. Namun Old Quarter yang memiliki banyak sekali simpang empat ini tetap membuat saya tersesat. Untungnya ketersesatan Saya tidak terlalu jauh. Setelah melihat peta dan nama-nama jalan yang tertera di setiap toko akhirnya Saya bisa kembali ke Hostel.

Tiba di Hostel Saya bertemu dengan resepsionisnya untuk memesan tiket one day tour ke Halong Bay esok hari. Saya memilih paket seharga $20 tanpa fasilitas bermain Kayaking. Ada juga paket menginap di Kapal Wisata Halong Bay yang permalamnya seharga $60. Ternyata teman sekamar Saya, Brandon, yang berasal dari California juga akan mengunjungi Halong Bay esok hari dengan mengikuti agen tour yang sama. Malam semakin larut. Saatnya mengistirahatkan tubuh ini. Tak sabar rasanya menanti esok.

Hari kedua di Vietnam. Saya mulai bersiap-siap untuk mengunjungi Halong Bay, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban alam di dunia. Teman sekamar Saya, Brandon, pun tampak mempersiapkan dirinya untuk mengunjungi tujuan wisata yang sama. Tepat pukul 8 pagi seorang pemandu wisata tour ke Halong Bay mendatangi hostel tempat Saya menginap untuk menjemput Saya dan Brandon. Saya mengikuti pemandu wisata tersebut dan memasuki bus wisata yang berbentuk minibus. Di dalam bus sudah terdapat banyak sekali turis beramput pirang dan sisanya berwajah asia. Bus terus berputar-putar di sekitar Old Quarter untuk menjemput peserta tour lainnya.

1328439062419692258

Suasana Old Quarter di Pagi Hari.

Setelah semua penumpang terisi penuh bus pun berangkat menuju Halong Bay. Lama perjalanan Hanoi – Halong Bay ini akan memakan waktu sekitar 3 jam. Di tengah perjalanan bus mampir sejenak di rumah makan dan tempat penjualan souvenir dan oleh-oleh. Ada yang cukup membuat bangga saat Saya melihat jajanan di pusat oleh-oleh disini, yaitu beberapa jajanan seperti Oreo dan Ritz ketika Saya membaca dibalik bungkusnya ternyata diproduksi di Indonesia.

1328439134103916796

Oreo dan Ritz Asli Buatan Indonesia di Pusat Jajan dan Oleh-oleh di Vietnam.

13284391601167241355

Berhenti Sejenak di Pusat Jajan dan Oleh-oleh.

Bus melanjutkan kembali perjalanannya menuju Halong Bay. Setelah 3 jam berada di dalam bus akhirnya sampai juga di Halong Bay, tempat yang selama ini hanya ada dalam mimpi Saya. Terdapat banyak sekali poster berukuran cukup besar yang terdapat di gerbang masuk menuju pelabuhan Halong Bay. Gambar-gambar yang terdapat di poster tersebut adalah beberapa deretan Bukit Karst Halong Bay dan juga Gambar Gua Stalaktit dan Stalagmit yang di hiasi dengan lampu warna-warni. Terdapat angka 7 pada poster tersebut yang diikuti dengan Bahasa Vietnam yang sepertinya bermakna 7 Keajaiban Dunia.

132843923323882418

Poster-poster Bukit Karst di di Gerbang Masuk Pelabuhan Halong Bay.

Semua peserta tour dibagikan tiket untuk memasuki Halong Bay oleh pemandu wisata. Setelah memegang tiket masing-masing kemudian satu per satu peserta tour memasuki kapal wisata Halong Bay. Banyak sekali kapal wisata yang berlabuh di pelabuhan Halong Bay ini. Bentuk kapal wisata yang akan membawa Saya dan peserta lainnya ini cukup unik yaitu mengikuti corak kapal tradisional dan berwarna coklat sehingga kesan bahan kayunya masih terlihat. Hal ini justru membuat kapal ini terlihat bagus dan memiliki ciri khas. Walau bentuknya tradisional namun fasilitas yang terdapat di kapal ini cukup mewah.

13284392881030133542

Persiapan Sebelum Menaiki Kapal Wisata.

Kapal mulai berangkat membawa semua peserta tour untuk menyaksikan eksotisme Halong Bay. Dari kejauhan tampak deretan Bukit Karst Halong Bay yang terlihat seperti sambung-menyambung antara bukit satu dengan lainnya. Beberapa peserta tour mengeluarkan kameranya untuk mengabadikan setiap momen yang dilalui. Jumlah pulau atau Bukit Karst yang terdapat di Halong Bay ini sekitar lebih dari 1000 pulau. Namun baru 900-an pulau yang sudah diberi nama.

13284393581917296742

Kapal Wisata Halong Bay.

Kapal semakin mendekati Bukit-bukit Karst yang terlihat semakin besar. Deretan Bukit Karst di Halong Bay ini sedikit memiliki kesamaan dengan deretan perbukitan yang terdapat di Pulau Phi-phi, Thailand. Hanya saja pulau-pulau atau deretan perbukitan Karst di Halong Bay ini mempunyai jumlah yang lebih banyak dan bentuknya pun bervariasi. Selain itu di dalam salah satu Bukit Karst di Halong Bay ini terdapat Gua Stalaktit dan Stalagmit yang cukup besar yang dihiasi dengan lampu warna-warni. Tetapi untuk keindahan alam bawah laut memang hanya dimiliki Pulau Phi-phi di Thailand jika dibandingkan dengan Halong Bay.

1328440111518253841

Eksotisme Halong Bay Vietnam.

13284401501523437198

Eksotisme Halong Bay Vietnam (2).

13284401901520759207

Eksotisme Halong Bay Vietnam (3).

13284394491440603893

Eksotisme Halong Bay Vietnam (4).

1328439514256191148

Eksotisme Halong Bay Vietnam (5).

13284399702128704767

Eksotisme Halong Bay Vietnam (6).

Kapal mulai berlabuh di sebuah pelabuhan terapung berukuran lebih kurang 15 x 15 meter yang terdapat bangunan pondok kecil yang terbuat dari kayu diatasnya. Beberapa penumpang turun ke pelabuhan terapung dan melakukan kayaking mengelilingi beberapa Bukit Karst terdekat. Tarif untuk melakukan kayaking adalah sebesar $5 per orang. Beberapa penjual buah dan penjual makanan dan minuman ringan yang menggunakan sampan kecil pun mulai berdatangan menuju ke pelubahan terapung. Mirip pasar terapung di Banjarmasin. Para pembeli mulai berdatangan menuju pasar terapung tersebut. Diantara buah-buahan yang dijual terdapat buah rambutan yang mereka (Orang Vietnam) menyebutnya dengan Zambutan.

132843957910791189

Kapal Merapat di Pelabuhan Terapung.

13284396331294091071

Suasana Di Sekitar Pelabuhan Terapung.

13284396941695940739

Suasana Di Sekitar Pelabuhan Terapung (2).

Setelah puas melakukan kayaking dan bersantai diatas kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan terapung sambil menikmati pemandangan Bukit Karst kemudian kapal menuju ke tujuan selanjutnya, yaitu melihat gugusan Stalaktit dan Stalagmit yang terdapat di sebuah Gua di dalam salah satu Bukit Karst. Tidak lama kemudian kapal berlabuh di pelabuhan didekat salah satu Bukit Karst yang khusus dibangun untuk melabuhkan kapal-kapal wisata yang hendak berkunjung ke Gua Stalaktit dan Stalgmit. Pada saat Saya kesana pelabuhan sedang dilakukan renovasi. Sepertinya Halong Bay ingin bersolek setelah dinyatakan sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam di dunia.

Satu per satu peserta tour turun dari kapal dan memasuki Gua yang memiliki ribuan Stalaktit dan Stalagmit. Saya takjub melihat gugusan Stalaktit dan Stalagmit yang bertambah cantik ketika disinari dengan cahaya lampu yang berwarna-warni. Saya dan para peserta tour lainnya terus menyusuri Gua dengan tekstur jalanan yang naik turun dan penuh bebatuan. Akhirnya perjalanan menyusuri Gua ini sampai di pintu keluar. Dan tampak beberapa penjual souvenir di pintu keluar ini.

1328440299816175286

Pintu Masuk Gua Stalaktit dan Stalagmit Halong Bay.

1328440355848671178

Indahnya Stalaktit dan Stalagmit Halong Bay Vietnam.

13284404351566091781

Indahnya Stalaktit dan Stalagmit Halong Bay Vietnam (2).

13284397941792128

Indahnya Stalaktikt dan Stalagmit Halong Bay Vietnam (3).

1328439845187472670

Indahnya Stalaktikt dan Stalagmit Halong Bay Vietnam (4).

13284398691380650373

Indahnya Stalaktikt dan Stalagmit Halong Bay Vietnam (5).

Semua peserta tour kembali satu per satu menaiki kapal dan selanjutnya kapal berlabuh pulang menuju Pelabuhan Halong Bay. Sebenarnya perjalanan menjelajahi pulau-pulau di Halong Bay ini masih terasa kurang puas karena tidak semua pulau terjelajahi. Mungkin saja karena jumlah pulau yang terdapat di Halong Bay ini terlalu banyak sehingga tidak cukup waktu untuk menghampiri semuanya. Tetapi sudahlah Saya tetap bersyukur karena bisa menyaksikan sebuah keajaiban dunia secara langsung. (Bersambung)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 5 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 8 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 8 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: