Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Siti Mugi Rahayu

Saya seorang guru yang tertarik pada pendidikan yang humanis.

Ada Waterboom di Curug Luhur

REP | 17 February 2012 | 16:01 Dibaca: 3403   Komentar: 2   0

Sudah lama tidak pergi ke Curug Luhur, ternyata sekarang suasananya sudah berubah. Ketika liburan kemarin saya dan keluarga menyempatkan diri menjambanginya. 1 Januari 2012 tersebut hujan rintik di sekitar Curug, walhasil karena suhunya dingin sekali, kami hanya berjalan-jalan mengunjungi wilayah sekitarnya. Tidak berani turun ke Curug.

Yang perlu diwaspadai jika hujan begini adalah kabut yang kadang menghalangi jarak pandang. Belum lagi jalanan berkelok dan curam akan sangat licin dan berbahaya. Berkendara di sepanjang jalan ini harus ekstra hati-hati karena jalanannya kecil dan kelokannya tajam.

Setelah hanya berani menyelupkan kaki ke sungai -sungai kecil yang konon sengaja dialirkan ke daerah-daerah sekitar curug, kamipun sepakat untuk makan siang di saung-saung kecil yang sengaja dibuat warga untuk tempat menginap atau kemping di pesisir aliran sungai tersebut. Biaya sewa saung permalam hanya Rp. 30.000.

Ternyata, setelah sekian tahun tidak bertandang, di lokasi sekirat Curug Luhur, tepatnya di Desa Gunung Malang Kabupaten Bogor, sudah ada sebuah kolam renang yang pada saat itu saya tidak menemukan papan namanya. Anak saya tetap menyebutnya sebagai Waterboom karena memang terdapat permainan yang kurang lebih mirip dengan yang ada di Waterboom sana.

Sambil melihat-lihat, sayapun menyempatkan diri mengabadikannya. Menurut beberapa orang yang saya ajak ngobrol, airnya dingin sekali apalagi jika hujan rintik begini. Namun pengunjung tetap ramai terlihat. Walaupun sebagian tampak hanya duduk -duduk saja.Tapi, lumayanlah sebagai alternatif rekreasi yang murah meriah.

13294474751633641549

1329445457761918246

Lokasi Pintu Masuk Kolam Renang

13294468131163495393

pemandangan kolam renang dari atas

13294472541648629794

13294473061130599347

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 7 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: