Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ariesadhar

Auditor Wanna Be, Apoteker, Author OOM ALFA (Bukune, 2013) | @ariesadhar | ariesadhar.com

Perjalanan Pakai Bis Malam? Hati-Hati Kebablasan

REP | 18 February 2012 | 12:16 Dibaca: 517   Komentar: 0   0

Saya barusan turun dari bis Jakarta-Jogja. Bis yang melewati pantura itu meluncur mulus dan cepat. Jam 6 dari Cikarang, eh jam 6 lagi sudah sampai Jogja.

Di terminal Jombor tadi, ada 3 orang wanita yang baru terbangun dan lantas bertanya, “Ambarawa mas?”

Sumpah saya pengen ketawa, dan lantas memang ditertawakan supir sesudah bis lanjut jalan. Ketiganya sama-sama tertidur pulas dan tampaknya melewatkan Ambarawa sehingga kemudian bablas sampai Jogja.

Ada note penting disini, bepergian dengan bis malam tentu beda dengan travel. Sejak dulu akrab dengan bis Sumatera sampai sekarang dengan bis Jawa, tidak ada yang namanya pendataan penghuni kursi sekian akan turun di tempat A. Ini sejauh pengalaman ya. Jadi modelnya kan hanya memanggil ketika sudah sampai tujuan. Persoalannya, tujuan semacam Semarang dan Ambarawa itu dilewati pada pukul 3-4 pagi sehingga tepat dengan waktu tidur puncak manusia yang naik bis, maklum jam 9 baru makan.

Apabila bepergian sendirian, tentunya perlu kewaspadaan jika turun pada tujuan macam ini. Atau, coba bilang ke kondektur tujuan kita, kadang kalau kondekturnya lagi baik maka ia akan membangunkan kita. Tapi ini berlaku di bis yang isinya 20-an saja. Kalau naik yang isinya 40-an, wah, nggak ada pengalaman saya.

Apabila bepergian bertiga, seperti 3 wanita tadi, ada baiknya tidurnya gantian atau diatur ada yang bisa terjaga. Kejadian tadi pagi, buat saya, agak konyol karena bepergiannya bertiga, dan tiga-tiganya pulas tidur ketika melewati tujuannya sendiri.

Baiklah, sekarang mau refresh otak dulu dari polusi kawasan industri.. Hehehe.. :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: