Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Destini Puji Lestari

19.Suka sekali dengan Mayonese. Kuliah di kota Lunpia. Mumpung masih muda, gunakan energi dan pikiran selengkapnya

Rumah Sakit Wisata Holistik Purwakarta, Bukan Rumah Sakit Biasa

REP | 02 March 2012 | 13:53 Dibaca: 11556   Komentar: 23   2

Selasa, 28 Februari saya dan teman-teman satu angkatan baik dari jalur regular maupun ekstensi di program studi ilmu keperawatan Universitas Diponegoro Semarang mengadakan kunjungan ke sebuah rumah sakit holistic di Purwakarta, Jawa Barat.

Sebelum pemberangkatan kami melakukan upacara pelepasan yang dipimpin oleh Bapak Agus Santoso S.Kp., M.Kep di halaman depan perpustakaan Widya Puraya, kampus UNDIP Tembalang. Empat armada bus disediakan untuk membawa peserta tour. Tepat pukul 17.30 WIB rombongan berangkat meninggalkan kota Semarang menuju bumi parahyangan.

Setelah hampir dua belas jam perjalanan sampailah kita di sebuah penginapan di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Setelah bersih-bersih dan sarapan semua rombongan berangkat ke rumah sakit holistic yang hanya berjarak kurang lebih 500 m dari penginapan.

Kesan pertama yang saya rasakan saat menginjakan kaki di pelataran rumah sakit wisata holistic adalah suasana alam yang sangat kental. Sungguh, saya tidak menyangka sedang berada dalam lingkungan rumah sakit. Karena berada di daerah yang jauh dari hiruk pikuk kota maka udara di sekitar rumah sakit holistic terasa bersih dan segar.

1330648506106243402

Selasar depan menuju lobi RS Holistik

13306492681464039149

Depan kamar rawat inap

Kami disambut oleh beberapa perawat yang tentunya masih muda dan cakep (teman-teman cewek langsung tebar pesona) untuk diantar ke aula. Disana telah disediakan jus jambu biji dan sekotak nasi singkong yang siap untuk kami konsumsi. Benar-benar konsumsi yang enak sekaligus menyehatkan.

Setelah kenyang dan puas dengan suguhan yang diberikan, mahasiswa PSIK FK UNDIP mengikuti seminar singkat tentang Rumah Sakit Wisata Holistik Purwakarta yang dibawakan langsung oleh bapak Husen A. Bajry selaku owner dan founder dari Rumah Sakit tersebut.

Rumah Sakit Wisata Holistik Purwakarta pertama kali didirikan pada tahun 1993 oleh putra terbaik bangsa Dr. Husen A. Bajry M.D., Ph.D. setelah malang melintang selama 12 tahun di berbagai Negara, Dr. Husen pulang ke Indonesia dan mulai mengembangkan ilmu kedokteran yang didapatnya.

Rumah Sakit Wisata Holistik mengacu pada system kedokteran holistic dengan menggunakan nutrisi makanan organic sebagai obat utamanya. Holistik medicine sendiri adalah system kedokteran yang merawat, mencegah dan mengobati tubuh secara menyeluruh dengan mengembalikan keseimbangan system tubuh secara optimal yang melibatkan kerja fisik, mental, emosional, dan psikologikal dengan mengutamakan nutrisi makanan sebagai obat utama.

Rumah Sakit Wisata Holistik atau Indonesian Holistic Tourist Hospital merupakan perpaduan konsep antara resort yang nyaman dengan rumah sakit sehingga tercipta rumah sakit yang berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Kita, tidak akan mencium bau obat atau bau khas rumah sakit lainnya. Namun, sebaliknya wangi aroma therapy dan udara segar lah yang akan kita rasakan selama berada di lingkungan rumah sakit holistic Purwakarta.

Lokasi rumah sakit wisata holistic sendiri sangat mendukung, karena terletak di lembah pegunungan yang asri sehingga udara bersih dan sinar matahari bisa kita nikmati dengan nyaman. Kondisi seperti ini sangat penting untuk membantu mempercepat kesembuhan pasien.

Obat-obatan yang diberikan kepada pasien di rumah sakit ini tidak selalu dengan obat-obat kimia sintesis namun kebanyakan menggunakan obat-obat herbal yang diambil dari alam. Rumah sakit holistic juga bekerja sama dengan PT. Holistik Bio Medicine untuk menyuplai obat-obatan herbal dan membangun Planta Holistica Organic Farming untuk pengembangan, pertanian, peternakan dan tanaman organic.

Karena penyakit tidak selalu disembuhkan dengan obat kimia sintesis, di rumah sakit holistic juga mengembangkan metode penyembuhan penyakit dengan berbagai macam therapy. Beberapa diantarnya adalah :

1. Fisiotherapy

Yaitu sejenis exercise yang ditujukan untuk para penderita sroke

2. Koryo Sooji Chim

Yaitu pengobatan akupuntur dari Korea.

3. Bio Simulation

Adalah sejenis therapy pijat akupuntur, acupressure, dan massage.

4. Colema Enema (Colon Cleansing)

Yaitu therapy untuk membersihkan colon. Colon dicuci dengan air yang dimasukkan lewat saluran pembuangan (anus). Therapy ini untuk menolong penderita konstipasi.

5. Bio Cellular Treatment

Therapy yang menggunakan kerja computer. Jadi cara kerjanya adalah computer akan memancarkan gelombang ke tubuh untuk mengidentifikasi organ-organ yang lemah. Lewat therapy ini keakuratan adanya suatu penyakit di organ tubuh bisa diidentifikasi dengan baik.

6. Magneto Therapy

Therapy ini memanfaatkan kerja magnet. Digunakan untuk menstimulasi akupuntur untuk pasien kanker.

7. Ozone Therapy

Therapy ini menggunakan ozone untuk mesin cuci darah. Therapy ini banyak digunakan oleh penderita diabetes. Selain itu bisa juga digunakan untuk oksigenasi darah dan cuci darah.

8. Homoetherapy atau LHT (laser homo therapy)

Therapy ini berfungsi untuk menghancurkan plak-plak yang ada dalam darah.

9. LNT (Laser Nose Therapy)

Menggunakan fungsi laser yang digunakan untuk memperbaiki sirkulasi pernafasan

10. Fasting Therapy

11. Hypno Therapy

12. Electro Therapy

13. Holistic Diet Therapy

14. Podo Rekidian Therapy

15. Nutritional Medicine

16. Juice Therapy

17. Tissue Cleansing

18. Holistic Blood Cleansing

19. Kinesiology

20. Naturopathy

21. Hidro Therapy

22. Tromb Free Therapy

23. Yogic Therapy

24. Visualize Therapy

25. Bajry Diet Therapy

26. Colour Therapy

27. Holistic Medical Spa

28. Rithm Therapy

29. Happy Mind Therapy

13306489682132983927

Kolam renang di dalam Rumah Sakit

13306494902123953131

Fasilitas kolam renang Rumah Sakit

Menurut penuturan Mas Fauzi, perawat yang bekerja di Rumah Sakit Holistik, tenaga medis khususnya perawat yang tersedia di rumah sakit ini hanya 24 orang. Cukup sedikit memang, mengingat banyaknya therapy-therapy yang harus dilakukan kepada pasien. Jadi, perawat disana mengenal 4 shift jam kerja dalam sehari. Melelahkan sekali ya!

Saat dilakukan kunjungan, pasien di rumah sakit ini tidak terlalu banyak. Menurut penuturan mas Fauzi juga, kebanyakan pasien yang dirawat di rumah sakit holistic ini adalah usia eldery dengan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.

“Namun, kebanyakan dari pasien yang dirawat disini biasanya kondisinya sudah parah. Jika dokter di rumah sakit umum tidak bisa menangani mereka baru dibawa kesini,” jelas Mas Fauziselaku guide hospital tour kelompok saya.

Untuk memberikan pelayanan yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual, setiap hari jumat pekerja medis di rumah sakit ini wajib mengikuti pengajian jumat rutin bagi yang beragama islam. Untuk para pasien diwajibkan untuk melakukan senam pagi dan senam pernafasan setiap hari.

Usai mengelilingi ruangan demi ruangan di RS Holistik Purwakarta, saya dan rombongan menuju ke saung-saung di Restaurant kampoeng Organic yang juga menjadi fasilitas pendukung di RS Holistik ini untuk santap siang. Dan benar saja, makanan yang dihidangkan semuanya dimasak tanpa minyak namun rasanya tetap enak.

13306473192024935052

Pemandangan di Sekitar RS Holistik

1330648203686198703

suasana d saung Resaturant Kampoeng Organic, ditemani alunan musik khas Sunda, benar-benar bikin betah

Tubuh Anda Adalah Dokter yang Terbaik- Dr. Husen A. Bajry

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 4 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 5 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 5 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: