Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Taufikuieks

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Yuk Berkenalan dengan Sultan: Catatan Muhibah ke Brunei (12)

HL | 02 March 2012 | 03:26 Dibaca: 1223   Komentar: 29   6

13306579181852472592

Royal Regalia

Kisah perjalanan di Bandar Seri Begawan memang selalu menarik hati. Sebagai ibukota salah satu negara ASEAN, kota ini memang terkesan sepi, namun daya tarik dan keunikannya membuat pengunjung selalu betah untuk terus berkelana dan menemukan hal, kejadian, ataupun tempat yang meninggalkan kesan yang mendalam.

Setelah sempat melihat mural berisi ikrar “Sumpah Pemuda” di Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei, perjalanan dilanjutkan meyusuri Jalan Elizabeth 2 dan kemudian belok kiri, menyusuri Jalan Sultan. Setelah melewati Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri dan menyeberangi Jalan James Pearce, dari kejauhan sudah nampak sebuah bangunan yang sangat unik dan menjadi landmark negri Brunei. Kubahnya yang besar dan terbuat dari marmer berkilau memantulkan sinar matahari pagi.

Semakin mendekat, tampak tidak seorangpun yang berada di dekat bangunan tersebut. Tentu saja karena Brunei memang terkenal dengan ketentraman, keamanan dan juga “kesepian” nya. Perlu juga ditambahkan bahwa sewaktu menyusuri jalan jalan tadi, hanya saya lah seorang yang berjalan kaki.

13306585271651819802

Papan Nama Berlindung Kaca

Benda pertama menyambut kedatangan saya adalah papan nama dan juga denah bangunan yang ditempel di dinding, ditutupi oleh semacam jendela kaca yang berbingkai kayu berwarna coklat tua. Bangunan Alat Kebesaran Diraja. , kembali tulisan huruf jawi dan latin menerangkan nama bangunan ini.

1330658597978546831

Nama Bangunan di bawah Kubah

Saya terus berjalan mencari pintu masuknya dan setelah sedikit memutar, yang pertama-tama ditemukan adalah sebuah tempat penitipan sepatu atau sandal yang mirip terdapat di masjid. Cuma kali ini tidak ada seorang pun di sini. Di atasnya tertera kembali nama bangunan dalam huruf jawi, dan di bawahnya dalam bahasa Inggris “The Royal Regalia Building”. Di samping itu tertulis juga waktu lawatan dalam bahasa Melayu dan Inggris.

13306585661059243157

Tempat Sepatu dan Waktu Lawatan

Setelah membuka sepatu, baru lah saya masuk ke dalam ruangan melalui pintu geser kaca otomatis, segera hembusan air conditioning yang sejuk menyambut saya di ruang dalam yang terasa sangat megah dan luas. Ruang ini persis berada di bawah kubah besar dan bentuknya juga mengikuti bulatan kubah di atasnya.

Di ruang ini dipamerkan segala alat kebesaran diraja yang dipakai sewaktu upacara naik tahta Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Sultan and Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam pada 1968.

13306586391088592143

Kereta Kerajaan

Selain sebuah kereta kerajaan berwarna keemasan, juga dipamerkan alat-alat yang menemani kereta yang menbawa sang sultan keliling Bandar Brunei pada saat itu. Di antaranya sebuah changkah (Tombak bermata dua), 40 buah sinipit (Tombak Berhias) , dan 40 buah Taming (Tameng berhias) yang semuanya berlapisakan emas berkilau.

Masih di ruang yang sama, juga ditata dengan apik alat alat musik yang dipakai sewaktu penobatan yang disebut Nobat Diraja (Royal Orchestra). Alat alat musik ini terdiri dari sebuah Nakara (drum),Gendang Labik (semacam drum), sebuah Serunai (suling), dua buah Gong dan sebuah Canang yang juga mirip gong. Selain itu, terdapat juga puluhan payung kerajaan dan pernak-pernak lain yang semuanya berlapiskan emas.

13306586651948367430

Kereta dan pernak-pernik berlapis emas

Encik, sila titip kameranya dulu“, demikian pesan seorang pegawai wanita ketika saya ingin masuk ke ruangan yang disebut “Royal Exhibition Gallery” sambil mencoba mengambil gambar pesawat B747-800 milik Sultan yang berlogo Penerbangan Diraja Brunei. Rupanya kita tidak diperbolehkan membawa kamera dan juga telpon genggam yg memiliki kamera untuk masuk ke ruangan yang berisi cerita sejarah kehidupan sang Sultan.

13306586971892548583

Payung Kerajaan

Di dalam ruang ini, kita dapat melihat silsilah kesultanan Brunei sejak lebih dari enam ratus tahun yang lalu. Juga sejarah kehidupan Sultan Hassanal Bolkiah dari sejak lahir, masa sekolah menengah di Malaysia, pernikahan, sampai dinobatkannya menjadi sultan. Selain itu dipamerkan juga foto-foto sewaktu beliau menunailkan ibadah haji.

Di dalam galeri ini, juga dipamerkan benda-benda yang sangat beharga seperti, mahkota, pedang, singgasana, dan tongkat, keris, payiug dan bermacam-macam perhiasan dan pernak-pernik kerajaan termasuk juga pakaian yang dipakai sewaktu perpuspaan atau penobatan Sultan. Selain itu dapat juga dilihat doa puspa yaitu doa yang dilantunkan sewaktu perpuspaan dan juga puja atau titah yang diucapkan beliau setelah upacara penobatan .

1330658723322024558

Kubah Royal Regalia

Setelah itu, kita bisa melihat Silver Jubilee Gallery dimana dipamerkan benda yang berhubungan dengan peringatan 25 tahun naik tahta sang Sultan yang diadakan pada 5 oktober 1992. Benda-benda ini berupa model, diorama, foto dan juga video. Tidak ketinggalan dipamerkan hadiah yang diterima Sultan baik dari luar negri maupun rakyat Negara Brnuei Darussalam.

Ruangan terakhir adalah “Constitutional History Gallery dimana dipamerkan sejarah perkembangan konstitusi di Brunei sejak sebelum 1959, dimana Brnuei masih sebagai monarki absulut, terbentuknya Undang-Undang Dasar pada 1959, sampai kemerdekaan Brunei dari Inggris pada 1984.

Pendek kata, kunjungan sekitar 90 menit berkelana di Royal Regalia Building yang menurut brosur diresmikan Sultan pada 30 September 1992 ini memberikan pengalaman yang beharga untuk lebih dalam mengenal kehidupan dan sejarah kesultanan Brunei. Apalagi semuanya gratis alias modal senyum dan salam saja!.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 12 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Upaya Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Harry Supandi | 8 jam lalu

Bunga Generasi …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 8 jam lalu

Persebaya Gagal Di 8 Besar, Karma Kah ? …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: