Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Sarma Manurung

Terlahir sebagai perempuan merdeka dan memilih untuk tetap menjadi perempuan merdeka ..

Tangkuban Perahu: Kini Lebih Terawat

REP | 15 May 2012 | 13:19 Dibaca: 1518   Komentar: 8   1

13370440321328135133

Gapura di kawasan Gunung Tangkuban Perahu

Sabtu, 12 Mei 2012. Mobil kami melaju meninggalkan kota Bandung. Harus bergegas karena tempat wisata itu akan menutup pintu masuknya pada pukul 16.00. Di tanganku jam sudah menunjukkan pukul 15.40. Aku cukup deg-deg an ketika kulihat jam menunjukkan pukul 16.00 dan kami masih berada di kawasan Lembang. Aku terus berdoa semoga pintu masuknya masih terbuka karena jam tanganku memang lebih cepat dari jam pada umumnya.

Akhirnya kami tiba sesaat sebelum pintu masuk ditutup. Kami pun memasuki kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu. Setibanya disana aku menyadari ada yang berubah dari tempat ini, dibandingkan dengan tahun 2000-an. Kawasan ini menjadi lebih rapih …

1337044349865964024

Berkuda : salah satu hiburan di Tangkuban Perahu

Ada gapura bertuliskan selamat datang dalam 3 bahasa, ada pagar beton untuk keamanan pengunjung, dan yang paling menarik perhatianku adalah ada kuda yang disewakan untuk pengunjung. Entah karena daya ingat atau memang kawasan itu yang sudah berubah, yang jelas pada kunjungan kali ini aku merasa tempat itu berubah.

1337044182469667749

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Aku duduk di atas batu dan menghadap ke kawah gunung itu. Terlihat jelas. Pikiranku melayang mengingat artikel-artikel yang kubaca tentang kawah ini. Dulunya, gunung ini adalah letusan gunung raksasa bernama Gunung Sunda. Gunung Tangkuban Perahu adalah bagian dari Gunung Sunda yang tidak meletus. Sampai sekarang Gunung ini masih aktif, karena itulah dari kawahnya pun masih keluar lava dan sulfur.

Kebetulan aku pergi bersama seorang teman yang kuliah di jurusan geofisika. Dia bercerita tentang

13370446291900148499

Info ketinggian gunung

kejadian ribuan tahun lalu, ketika ada patahan yang akhirnya membentuk gunung ini. Sebagai orang awam, aku tidak memahami penjelasannya keseluruhan. Aku justru tertarik melihat orang-orang yang datang ke tempat itu. Ada banyak pengunjung. Ada yang sibuk mengambil foto ada juga yang tampak berdiskusi. Selain itu ada juga para pedagang dan penyewa kuda. Andai kejadian ribuan tahun lalu bisa dianggap sebagai bencana, maka menurutku bencana pada waktu itu telah menjadi berkah bagi penduduk pada saat ini. Berkah bagi mereka yang mengandalkan tempat ini sebagai mata pencaharian.

Oiya, aku baru tau kalau pengelolaan wisata Tangkuban Perahu sekarang sudah diserahkan ke pihak swasta. Beberapa tahun lalu, evaluasi menunjukkan bahwa Perhutani tidak mampu mengelola kawasan ini, karena itulah pihak berwenang menyerahkannya pada swasta. Kalau sudah begini, aku cuma bisa senyum-senyum sendiri hehehe… Tapi, lupakanlah siapa pengelolanya. Untuk saat ini, yang penting kawasan itu tetap terawat dan bisa dinikmati masyarakat. Jangan sampai, kawasan yang memiliki legenda ini, nantinya hanya akan benar-benar menjadi legenda saja …

13370444982066785083

Situasi kawasan wisata Tangkuban Perahu 12 Mei 2012

Tags: cincinapi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 11 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 11 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 12 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: