Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Pusawi Adijaya

Dunia Dalam Genggaman

Ngintip Ayu Azhari Mandi Bersama Bupati Sumenep

REP | 26 June 2012 | 01:09 Dibaca: 69996   Komentar: 0   1

Pada tanggal 22 Juni 2012 saya lihat banyak orang naik Sepeda pancal, di antara orang-orang yang naik sepeda itu ada waja-wajah yang saya kenal yaitu Bupati Sumenep dan Ayu Azhari Artis Indonesai. Saya membuntuti arah rombongan bersepeda tersebut dari jalan Adi Rasa di Desa kolor. Saya penasaran, mengapa Ayu Azhari bersama Bupati Sumenep dan aparat pemerintah Sumenep lainnya naik sepeda pancal bersama? Dalam rangka apa? saya berhenti di depan Pos jaga Rumah Dinas Bupati untuk memperjelas kegiatan tersebut.

13406727031946458023

Dari kiri: Said Abdullah, Bupati Sumenep, Ayu Azhari, dan Wakil bupati Sumenep.

“Dalam rangka apa, Mas.” tanya saya pada Satpol PP yang berjaga di depan Rumah Dinas Bupati Sumenep.

“Dalam rangka Jumat sehat dan meminimalisasi polusi.” jawabnya

“Oo, itu, terima kasih, Mas.”

“Sama-sama.”

Saya melanjutkan membuntuti rombongan yang bersepeda itu ke arah utara menuju Pandapa Sumenep (dulunya Kraton Sumenep). Selain saya yang membuntuti, banyak juga masyarakat Sumenep yang membuntuti. Sampai di Pandapa,  Rombongan bersepeda berheti, sayapun berheti dan memarkir sepeda di depan Labang Mesem. Semua rombongan masuk ke Pandapa. Saya terus membuntuti masuk menyelinap di antara kerumunan wartawan yang juga ingin masuk lewat pintu sebelah barat.

Sampai di dalam Pandapa, setelah berbincang-bincang sejenak di teras Pandapa, Bupati Sumenep dan jajarannya serta Ayu Azhari masuk ke area Taman Sarĕ yang merupakan tempat mandi istri-istri raja Sumenep pada jaman Kerajaan Sumenep. Saya terus membuntuti masuk juga ke area Taman Sarĕ. Tidak menyangka, Ayu Azhari dan Bupati Sumenep serta beberapa orang jajarannya menceburkan diri ke air Taman.

Terus terang saya kaget, mengapa Ayu Azhari dan Bupati Sumenep serta beberapa jajarannya itu diperbolehkan mandi di Taman Sarĕ? Setahu saya, taman itu keramat dan sakral serta diyakini oleh banyak masyarakat, baik masyarakat Sumenep maupun wisatawan dari luar Sumenep bahwa air Taman Sarĕ tersebut memiliki  banyak khasiat yaitu bisa mengawetmudakan wajah, bisa cepat dapat jodoh dan keturunan, bisa meningkatkan karier, dan bisa meningatkat iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang maha Esa.

Disaat mereka mandi, saya menyempatkan diri memotretnya pakai HP. Selesai mandi, mereka masih berbincang-bincang sebentar di depan Pandapa. Kemudian rombongan keluar dari Pandapa entah tujuannay kemana, saya tidak membuntuti lagi.

13406713111334665056

Bupati Sumenep dan Ayu Azhari Mandi di Taman Sare Pandapa Sumenep.

Saat saya mau pulang, tiba tiba teman saya dari Surabaya datang ke Are Pandapa membawa kamera.

” Jaya, apa kabar?”

“Baik, bagaimana dengan kamu?”

“Baik juga.”

“Bro, kamu sudah tadi di sini?” tanya teman saya.

“Iya, Bro.”

“Sempat motret gak?”

“Iya, tapi pakai HP.”

“Saya minta nanti ya, Bro.”

“Ok.”

Karena teman saya bawa kamera, saya ajak untuk berkeliling di arae Pandapa dan memotret beberapa benda yang ada di area Pandapa termasuk tempat tidur para selir dan istri-istri Raja Sumenep jaman dulu . Selesai memotret, saya mengajak teman itu ke sebuah warnet terdekat area Pabdapa untuk menyalin foto-foto itu ke flashdisk.

“Bro, maaf sebelumnya, saya tidak bisa berlama-lama disini karena saya masih akan pergi ke Desa Tanjung untuk penelitian migas.”

“Wah, kita baru ketemu kok buru-buru.” jawab saya.

“Ya biar nanti datangnya dari Tanjung kita ketemu lagi di Taman Bunga.”

“Kalau begitu, Ok. Oh ya saya terima kasih ya atas fotonya.”

“Sama-sama, Bro.”

Kemudian saya berpisah di depan Labang Mĕsem.

Foto Dok. Pribadi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: