Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Melayang di Bukit Khayangan

REP | 29 June 2012 | 13:45 Dibaca: 713   Komentar: 0   1

13409484241395480176

Bukit Khayangan - Wisata di Sungai Penuh, Jambi (sumber:koleksi pribadi)

Mendengar kata khayangan, terbayang negeri di awan tempat bersemayam para dewa. Bukit Khayangan merupakan dataran tinggi berselimutkan awan  di Desa Bina Karya, Kota Sungai Penuh, Jambi. Letaknya di selatan kota Sungai Penuh , dapat dicapai  dalam 35 menit dengan kendaraan bermotor.

Berada di gugusan Gunung Raya , sepanjang perjalanan menawarkan keindahan panorama khas pegunungan. Jalan berkelok menanjak menyusuri tebing di lereng bukit. Getaran adrenalin pun sedikit muncul ketika melongok jurang dalam di seberang tebing. Terlihat pohon kayu manis (Cinnamomum verum) berdaun hijau kemerahan  menebarkan aroma khas menenangkan.

Portal bambu menghadang memasuki area perbukitan yang lebih tinggi. Pengunjung dikenakan biaya sebesar tiga ribu rupiah . Lalu penjaga memberikan kertas berawarna merah sebagai tanda masuk.

Setelah melewati jalan berkelok berbentuk huruf s sebuah tanjakan curam menghadang. Hawa dingin tiba-tiba menyeruak menghembuskan angin lembut membelai wajah. Mata dan hati tak mampu berpaling melihat hamparan sawah kehijauan mengelilingi kota Sungai Penuh. Garis -garis pematang mirip permadani hijau bermotif kotak-kotak. Sedangkan di sisi lain Danau Kerinci memantulkan kilau langit biru berhiaskan awan putih.

Di samping tempat parkir , anak tangga menuju tebing tinggi , sebuah gazebo berdiri menjulang seakan menyentuh langit. Pemandangan bersudut lebih 180 derajat terpampang tanpa penghalang. Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Kota Sungai Penuh dan Danau Kerinci tersusun dalam satu larik mata angin utara dan timur.

Berdiri di ketinggian 2000 dpl (di atas permukaan air laut)  laksana Mahadewa , awan hanya sejengkal di atas kepala. Rasa takjub  berbaur dengan udara dingin bersuhu 20 derajat Celcius, menaikan bulu kuduk. Belum reda rasa takjub, tiba-tiba seekor burung elang terbang ringan menembus awan tepat di depan mata.  Pemandangan ini meyakinkan hati, saya berada di bukit para dewa, Khayangan.

Tempat Melayang

Menapaki kembali jalan bukit menuju selatan, pepohonan besar rimbun menutup pemandangan indah. Tampak bangunan mercusuar pesawat berbentuk segidelapan , beratap jeruji besi berwarna merah-putih . Bola lampu merah di atapnya penanda ketinggian Bukit Barisan untuk pesawat menuju atau dari bandara kelas IV Depati Parbo di Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kerinci.

Di seberang jalan mercusuar, lokasi take off paralayang aero sport flying school milik Kodim 0417 , Kerinci. Olahraga dirgantara ini baru diperkenalkan beberapa bulan  , memasuki angkatan ke tiga.  Bagi masyarakat yang ingin belajar olahraga paralayang dapat mendaftar dan  mengikuti kelasnya di kantor Kodim 0417, Kerinci.

Berharap kedepannya, paralayang di Bukit Khayangan menjadi paket wisata umum. Sehingga siapapun bisa merasakn sensasi nyata melayang di atas Bukit Khayangan.

Keindahan di Balik Khayangan

Tidak banyak orang yang tahu ada keindahan lain di balik Bukit Khayangan. Meneruskan perjalanan ke selatan , Gunung Raya makin terlihat. Jalan tanah merah berbatu semakin sulit dilalui . Limpahan air pegunungan mengalir melewati jalan membentuk parit di tengah jalan. Tak ada pilihan lain selain menerjangnya.Tentu saja bukan masalah bagi off-roader sejati.

Setelah 20 menit perjalanan , ngarai landai membentang, menghadirkan ladang kentang (Solanum tuberosum) dan cabai (Capsicum annum). Inilah Ranah Kayu Embun, lembah  timur Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Pondok kayu petani tersebar di perbukitan hijau,  dilewati aliran sungai jernih berarus deras. Di sebelah selatan Gunung Raya , Gunung Kunyit dan Gunung Hutapanjang berjajar membentuk gradasi kebiruan. Lukisan keindahan di  balik Bukit Khayangan.

Malam ini saya menginap di Ranah Kayu Embun memenuhi undangan pasangan suami istri,  Fauzan (35) dan Cece (34), petani setempat. Usai makan malam kami duduk  mengelilingi api unggun menikmati indahnya malam. Taburan bintang terlihat sempurna di lembah ini.

Hawa dingin pegunungan mengundang rasa lapar kembali. Dengan cekatan Fauzan menggali kentang lalu membakarnya dalam bara api. Sejenak kemudian harum kentang bakar tercium. Tak lama Cece hadir bersama kopi hangat. Kombinasi yang pas.

Malam semakin larut, yang terdengar hanya gemercik air dan suara hewan malam. Dingin semakin mengigit, saya bergegas masuk ke pondok. Merebahkan diri dalam peraduan , menikmati sisa malam di Ranah Kayu Embun. Bermimpi melayang di atas Bukit Khayangan.

13409487181810959160

kelokan berbentuk huruf s (sumber: www.wikimapia.org)

13409490671104605296

Danau Kerinci - dari Bukit Khayangan (sumber: koleksi pribadi)

1340949284669231759

Burung Elang - terbang di Bukit Khayangan (sumber:koleksi pribadi)

1340949509484819059

Mercusuar-panduan ketinggian bukit bagi pesawat (sumber: koleksi pribadi)

1340949740846093111

lokasi take off - paralayang di Sungai Penuh (sumber; koleksi pribadi)

13409499951945663464

sawah - pemandangan ketika paralayang (sumber: dokumentasi pribadi)

13409502591597429891

jalan tanah merah - pemandangan Gunung Raya (sumber:koleksi pribadi)

1340950611481611924

Ranah Kayu Embun - areal ladang cabai dan kentang (sumber:koleksi pribadi)

13409508882019839541

sungai - di antara bukit Ranah Kayu Embun (sumber:koleksi pribadi)

1340951504895201258

pondok kayu - tempat bermalam bersama Fauzan dan Cece (sumber:koleksi pribadi)

sumber: blog pribadi penulis

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Reportase Festival Reyog Nasional XXI Hari …

Nanang Diyanto | | 21 October 2014 | 17:45

Rodhi, Pelukis Tunadaksa Ibu Negara, Titisan …

Maulana Ahmad Nuren... | | 21 October 2014 | 17:36

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Kok, Jokowi Lari di Panggung? …

Gatot Swandito | | 21 October 2014 | 10:26

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 10 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 11 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Bersih Dusun Playen I dan II dari Kirab …

Tulus Jokosarwono | 7 jam lalu

“Ketika Rintik Hujan Itu Turun di …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Inilah Pemenang Blog Reportase Test Ride …

Kompasiana | 8 jam lalu

Taman Lalu Lintas Bandung yang Sepi …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Teawalk: Olahraga Sederhana yang Menyehatkan …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: