Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ika Desi

Sedang belajar menulis !

Pantai Goa Cina : Keindahan Alam yang Mulai Tersentuh

REP | 06 July 2012 | 01:00 Dibaca: 7975   Komentar: 1   0

Tidak seperti Pantai Sendang Biru, Pantai Ngliyep, atau Pantai Balaikambang, nama Pantai Goa Cina mungkin masih terdengar asing oleh kebanyakan masyarakat Malang. Termasuk salah satunya saya. Saya baru beberapa bulan yang lalu mendengar nama Pantai Goa Cina dari adik saya yang kebetulan baru saja melakukan perjalanan ke Pantai Goa Cina bersama teman-temannya. Adik saya bercerita bahwa Pantai Goa Cina sangat indah dengan ombaknya yang besar.

Karena penasaran saya bertekad harus mengunjungi pantai tersebut suatu hari nanti. Kebetulan teman-teman di tempat kerja saya mengajak berlibur sebelum memasuki bulan puasa, saya mengusulkan untuk berlibur ke Pantai Goa Cina dan teman-teman saya menyepakatinya. Hari minggu tanggal 1 Juli 2012 saya dan teman-teman berangkat menuju Pantai Goa Cina. Pantai Goa cina terletak di daerah Malang Selatan tepatnya di Sumbermanjing Wetan. Rute yang kami lewati dari kota Malang yaitu Gadang – Bululawang – Turen – Sumbermanjing. Perjalanan di tempuh sekitar 2,5 jam. Kami berangkat sekitar pukul 08.30 dan sampai di goa cina sekitar pukul 11.00.

Perjalanan menuju Pantai Goa Cina sangat mengasyikkan. Memasuki daerah sumber manijng, kita akan di suguhkan pemandangan alam yang menawan. Sawah-sawah hijau terhampar luas, pohon – pohon tinggi di kanan kiri jalan seperti melewati hutan, jalan menanjak yang berliku-liku dan jika kita melihat ke bawah akan ada pemandangan yang Subhanallah indahnya, semua serba hijau. Tidak lama kemudian kita juga akan menjumpai tebing-tebing yang berdiri kokoh.

Letak Pantai goa cina dekat dengan Pantai Sendang Biru. Jika dari arah Malang sebelum Pantai Sendang Biru ada pertigaan belok kanan  sekitar 4 km kita akan sampai di Pantai Goa Cina. Sedangkan kalau kita lurus sekitar 2 km akan sampai pada Pantai Sendang Biru. Sekitar 800 M sebelum memasuki Pantai Goa Cina kita akan melewati jalan sempit dan berbatu yang naik turun, sehingga mobil harus berjalan sangat pelan.

Sesampainya di sana terlihat pemandangan pantai yang indah dengan beberapa deretan tebing di dekat pantainya. Air lautnya yang biru, deburan ombak dan angin pantai yang sepoi-sepoi menambah keindahan suasana pantai. Saya dan teman-teman menelusuri dari ujung ke ujung Pantai Goa Cina ini. Terdapat beberapa batu karang besar di sebelah kanan dengan ombak yang lebih besar. Di salah satu tebingnnya ada sebuah goa. Untuk memasuki goa tersebut harus menaiki batu-batu karang dengan jalan yang sempit. Karena penasaran saya dan teman-teman berusaha untuk memasuki goa tersebut. Konon katanya nama goa cina diambil karena adanya goa di pantai ini dan dahulu kala hidup sepasang suami istri dari etnis cina di dalam goa ini untuk bersembunyi. Bersembunyi dari apa saya juga tidak tahu karena cerita yang saya dapat sebatas ini, hehe…

13414913681757388566

134158110658543895

13415816241124756183

Pantai ini mulai ramai di kunjungi orang, terutama pada hari libur. Beberapa fasilitas seperti warung makan walau hanya ada beberapa, musholla, masjid, kamar mandi dan tempat parkir sudah tersedia. Sebagai orang Malang, saya bangga Malang memiliki Pantai Goa Cina ini. Saya berharap semoga pantai yang masih virgin ini dapat di kelola dengan baik dan tidak dikotori oleh sampah-sampah atau hal-hal yang dapat merusak keindahan alam Pantai Goa Cina. Sehingga Malang bisa menjadi kota pariwisata yang tidak kalah dengan Bali atau Lombok misalnya yang terkenal dengan pantainya yang indah.

13414916251778877124

13414919321661809996

13415815091893984711

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Mudik Menyenangkan bersama Keluarga …

Cahyadi Takariawan | | 26 July 2014 | 06:56

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

ASI sebagai Suplemen Tambahan Para Body …

Andi Firmansyah | | 26 July 2014 | 08:20

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 12 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 13 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 15 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: