Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ilyani Sudardjat

"You're the soul of the soul of the Universe..and your name is Love….- Rumi - selengkapnya

Jejak Nabi Yusuf di Mesir; Sang Penafsir Mimpi & Penemu Kincir Air?

REP | 15 July 2012 | 05:07 Dibaca: 7202   Komentar: 47   18

13422855162022105018

Dari sungai Nil ini Nabi Yusuf membuat kanal dan kincir air untuk mengalirkan air ke gurun. Foto by Muassis

Mumpung mau deket puasa, jadi inget kisah salah satu nabi yang juga kami telusuri jejaknya selama di Mesir. Kisah Nabi Yusuf. Dan tempat yang kami kunjungi bernama Fayoum, suatu wilayah yang berselang seling antara pertanian dan gurun di sekitar 100-an km dari Kairo. Kami kesini sekitar bulan April 2012 lalu.

Fayoum merupakan kota yang dibangun 2000 tahun Sebelum Masehi (SM). Dan di area ini, terdapat peninggalan sistem pertanian pertama di dunia, dan sekarang masuk dalam warisan dunia oleh PBB. Dan rakyat Mesir percaya, bahwa yang menemukan sistem pertanian tersebut adalah Nabi Yusuf. Berikut kincir air yang dibangun oleh beliau di Fayoum, yang disebut dengan kincir air Nabi Yusuf.

Selain itu, tentu kita juga tahu kisah nabi Yusuf, sang penafsir mimpi ini.

Amenhotep & Nabi Yusuf

134228423689014038

Bahasa & Gambar Mesir Kuno. Foto by Muassis

Ketika Nabi Yusuf di penjara untuk menghindari cinta  istri majikannya yang mabuk kepayang (Zulaikha), nabi Yusuf menafsirkan mimpi beberapa temen sejawatnya (maksudnya para napi yang laen) dipenjara. Tafsiran mimpi yang menyangkut nasib teman temannya itu ternyata terbukti benar. Tafsiran mimpi yang benar itu membuat Yusuf dikenal sebagai penafsir mimpi yang handal.

Makanya, ketika raja mesir ketika itu, Amenhotep IV (1353 SM, dinasti ke-18)) juga bermimpi mengenai sapi sapi (ada di QS Yusuf 43-55) dan bingung mengenai makna mimpi ini, temen Nabi Yusuf yang selamat dari penjara memberi tahu orang dekat Raja bahwa Nabi Yusuf mempunyai kehandalan menafsirkan mimpi.

Kemudian Nabi Yusuf dibawa kepada Amenhotep. Dan tafsiran mimpi Nabi Yusuf memang benar adanya, dan itu membuat Nabi Yusuf diangkat sebagai wazir istana, dipercaya dan disayang oleh Amenhotep IV. Nabi Yusuf kemudian membawa keluarganya ke Mesir, yaitu ayahnya, Nabi Yaqub, dan saudara saudaranya, termasuk adik kandungnya satu ibu yang sangat disayanginya, Benyamin.

1342284383501860870

Salah Satu Dewa Mesir Kuno, dalam bentuk Elang. Foto by Muassis

Sementara Zulaikha yang kepayang kepada nabi Yusuf, dicerai suaminya dan menjadi gelandangan gila di jalanan. Setiap kata yang terucap hanya ‘yusuf, yusuf’ saja. Atas perintah Allah swt, Nabi Yusuf membawa Zulaikha dan kemudian memperistrinya.

Dan selama menjadi wazir inipula Nabi Yusuf membangun sistem pertanian di Mesir. Termasuk membuat kincir air dan kanal yang mengalirkan air sungai Nil untuk mengairi lahan lahan kering pertanian. Ini untuk mencegah terjadinya musim paceklik yang melanda Mesir.

Kincir air ini masih dikenal sebagai kincir air Nabi Yusuf sampe sekarang. Terlihat kokoh. Pas aku ngeliat kincir ini di kota Fayyoum (area sekitarnya sudah dijadikan cafe), benar benar takjub dengan kecanggihan masa itu.Tentu saja kincir air ini sudah direkonstruksi berulang kali untuk menghindari kehancuran total.

Dengan kincir air tersebut, berarti nabi Yusuf sudah menguasai prinsip kerja roda gigi, yang merupakan prinsip kerja alat mekanis dan industri, pada masa jauh setelahnya.

Bukan hanya itu, kepercayaan Amenhotep terhadap Nabi Yusuf semakin dalam lagi. Yaitu dengan mengikuti keyakinan Nabi Yusuf dan membuat revolusi keagamaan di mesir, dari politeis menjadi monoteis. Dari banyak dewa, menjadi hanya menyembah Yang Satu, yaitu Aten/ Dewa Besar.

Dan nama Amenhotep pun berubah menjadi Akhnaten, yang tadinya berarti Amenhotep = Anak Dewa, menjadi Akhnaten = ‘hamba’ Aten/Satu Dewa Besar. Revolusi kepercayaan ini didukung oleh istri Akhnaten yaitu Nefertiti.

Ya gitu deh ceritanya. Salam Kompasiana!


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: