Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Eddi Kurnianto

orang kecil dengan mimpi besar.

Air Terjun Bidadari

REP | 23 July 2012 | 15:51 Dibaca: 12281   Komentar: 0   0

Jalan-Jalan keluarga

Menghabiskan liburan anak tahun ini agak susah, pasalnya si kecil baru mau masuk SD. Kerepotan mencari sekolah dan mengurusi penerimaan siswa baru ditengah tengah waktu libur, membuat rencana yang sudah disusun setahun penuh jadi berantakan. Tadinya kami berencana hendak bermobil menuju ke Malang, Jawa timur, tapi karena hanya ada jeda waktu dua sampai tiga hari liburan, terpaksa kami membuat rencana cadangan.

Beruntung ada beberapa tempat liburan bukan Mall yang cukup menyenangkan buat anak-anak, jadi mereka tetap bisa menikmati liburan walau tidak keluar kota. Kami akan menceritakan beberapa tempat itu kepada pembaca, tentunya sesuai dengan yang kami rasakan, siapa tahu bisa berguna untuk yang mencari liburan singkat. Sekedar informasi, kami tinggal di kota Bogor, Jawa Barat, maka seluruh petunjuk arah juga dilakukan dari Bogor. Buat yang tinggal di Jakarta, akan kami sertakan beberapa petunjuk yang mungkin berguna.

AIR TERJUN BIDADARI.

13430334181900092007

air terjun bojongkoneng di daerah sentul

Ketika pertama kali mendengar bahwa ada air terjun setinggi 40 meter di sekitar daerah Cijayanti, Sentul, rasanya tidak percaya. Bagaimana tidak, Sentul hanya sekitar 10 kilometer dari tempat tinggal kami, dan tidak pernah sebelumnya kami mendengar adanya air terjun alami didaerah itu. Kalau di sekitar curug nangka atau curuk seribu, ke arah Leuwiliang dan sekitarnya, kami tau ada beberapa air terjun alami.Kalau ke Sentul yang kami tahu cuma komplek perumahan mewah dan taman permainan. Karena ingin tahu, kami pun langsung menuju berencana menuju kesana.

Dari rumah kami berangkat sekitar pukul 8 pagi.  Mampir sebentar di minimarket untuk membeli minuman ringan dan kue kue – maklum, kebiasaan anak-anak kami adalah makan sambil menikmati perjalanan. Hanya dalam waktu 15 menit, kami sampai di komplek Sentul City. Nah, dari sini kami mengandalkan feeling saja. Ternyata tidak susah-susah amat. Banyak sekali petunjuk jalan yang mengarahkan kami menuju Sentul ParadisePark, sebutan bagi tempat wisata yang ada air terjun bidadari itu.

Buat teman-teman yang berangkat dari Bogor, paling cepat adalah masuk lewat jalan tol Sentul City. Murah aja kok, cuma 3500 rupiah. Begitu keluar tol, ambil jalan yang lurus saja, sekitar 1 kilometer akan ada persimpangan. Yang ke kanan masuk terus ke komplek Sentul City, sedang yang ke kiri jalannya agak kecil dan menurun. Silahkan ambil yang kekiri. Di persimpangan ini pun sudah ada petunjuk arah ke Sentul Paradise Park.

Buat teman-teman yang berangkat dari Jakarta, silahkan masuk jalan tol Jagorawi dan keluar di pintu keluar Sentul City atau Sentul Selatan. Begitu keluar dari pintu tol, ambil jalan yang ke kiri. Kalau benar mengikuti petunjuk, maka diseberang jalan (disebelah kanan anda) akan terlihat sebuah Mall besar. Hypermart. Dari sana tinggal lurus saja, dan sekitar satu kilometer kemudian anda akan bertemu dengan persimpangan yang dijelaskan di atas.

Dari Simpangan itu praktis tinggal mengikuti jalan yang lumayan halus. Hampir di setiap persimpangan yang membingungkan ditempatkan sebuah spanduk dan penunjuk arah, sehingga relatif mudah menemukan lokasi air terjun bidadari ini. Jalannya sendiri cukup untuk dua mobil berpapasan. Aspalnya lumayan rapi dan enak untuk dilewati. Setelah berkendara santai sekitar 30 menit kami sampai di gerbang Sentul ParadisePark itu. Kami hitung jaraknya sekitar 15 kilometer dari simpangan awal tadi.

Gerbangnya Megah, tapi jelas baru dibangun. Jalan masuk dari gerbang itu belum lagi diaspal. Rupanya lokasi wisata ini memang baru menjalani soft launching. Masuk ke lokasi itu harusnya membayar 15 ribu  per orang dan 10 ribu untuk satu mobil.  Dengan ramah, penjaga tiket berkata bahwa kolam besar baru dikuras, dan butuh beberapa jam untuk mengisi penuh jadi Kami hanya perlu membayar setengah harga. Keberuntungan pertama buat kami.. tapi terus terang saat itu kami bingung apa yang disebut kolam besar. Bukannya kami mau ke air terjun?

Sebenarnya hanya butuh 5 menit dari gerbang untuk mencapai lokasi air terjun, tapi baru sekitar 15 menit kami sampai.  Jalan itu membelah gunung dan pemandangannya masih asri sekali, kami tergoda untuk berhenti di jalan dan berfoto-foto. Saat kami disana, jalan masih belum jadi. Hanya batu-batu kerakal yang digilas dengan perata jalan, belum diberi aspal. Dikanan kiri masih ada alat-alat berat yang bekerja mengeraskan jalan dan membuat jalan baru kearah komplek Sentul. Beberapa puluh meter dari lokasi kami sudah melihat air terjunnya. Indah sekali.

Belum ada tempat parkir yang layak, jadi kami parkir saja di deretan tiga mobil yang lebih dulu datang. Sekitar jam sembilan pagi dan air terjun masih sepi.  Hanya ada dua keluarga dan sepasang kekasih yang lebih dulu dari kami. Air terjun Bidadari sendiri ternyata kecil saja. Tingginya sekitar 30an meter perkiraan saya –tidak seperti iklannya yang menyebutkan 40 meter-. Arusnya tidak terlalu deras, jadi kita bisa berdiri dibawah air yang tercurah itu tanpa takut terbawa, tapi kami memang datang dipenghujung musim kemarau,  menurut penjaganya saat musim hujan air terjun itu arusnya jauh lebih deras.

Air terjun itu jelas alami, tapi daerah sekitarnya jelas sudah dibongkar untuk kemudahan para pengunjung. Kolam alami air terjun itu  sendiri hanya tersisa sekitar 20 kali 30an meter, dasarnya berbatu tapi tidak terlalu dalam. Sekitar satu setengah meter di lokasi paling dalam. Airnya memang luar biasa segar dan jernih, maklum air murni dari mata air. Anak-anak betah bermain dikolam itu. Sekedar berendam atau malah ikut mandi dibawah air terjun. Disisi air terjun itu ada batu yang sangat besar. Gabungan batu alam besar diperkuat dengan semen yang dilumuri ter/aspal. Batu itu disebut sebagai batu meteor hehehe…

Mengelilingi batu tersebut ada dua lapis kolam. Kolam yang menempel ke batu adalah kolam arus, yang mengalirkan air langsung dari air terjun.  Lebarnya hanya sekitar 1,5 meter dan dalamnya hanya 50 centi. Kolam lapis keduanya –ini yang disebut  kolam besar-  memang berukuran besar., Kolam ini lebarnya lebih dari 10 meter dan panjangnya sekitar 150 meter, melengkung mengelilingi batu meteor buatan itu. Dalamnya bervariasi antara 30 centi sampai bagian terdalam sekitar 1,2 meter. cocok buat bermain anak anak..

Saat kami tiba, kolam besar itu baru mulai diisi air dari aliran kolam arus. Baru sekitar 3 jam kemudian kolam itu setengah penuh. Anak-anak sangat senang bermain di kolam arus dan kolam besar. Orang tua juga bisa merasa relatif aman. Dasar kolam besar itu semen berlapis yang rata, halus dan tidak licin. Dengan  kedalaman yang relatif aman, orang tua bisa lebih bersantai di payung-payung di sisi kolam itu. Oh iya, tepian kolam diberi pasir, membuat orang-orang yang berteduh di payung pinggir kolam itu terasa seperti di pantai.

Anak-anak kami sangat senang berendam, jadi berlibur dilokasi seperti itu sangat mereka sukai. Tak bosan-bosan mereka berendam dan berenang di kolam ataupun air terjun. Tidak seperti di kolam renang, air disini tidak membuat mata dan hidung mereka perih. segar dan tanpa kaporit. Mereka juga menyewa sebuah pelampung ban besar  yang bisa dinaiki dua orang, dan mengarungi kolam arus tak puas-puasnya. Memang ditempat ini ada  penyewaan ban besar seperti yang dipakai di berbagai waterpark. Harganya hanya 10 ribu rupiah untuk ban yang satu penumpang dan 15 ribu untuk yang dua penumpang, dipakai sepuasnya. Oh, ini masih harga soft launching  ya..

Saat hari beranjak siang, kami memesan makanan di satu-satunya kafe tenda yang ada didekat kolam.  Masakan sunda, nasi timbel ayam dan telur. Walaupun belum ada pesaing, harganya wajar saja hanya 19 ribu rupiah satu paket. Enak juga makan dipinggir air terjun. Anak-anak bahkan makan sambil separuh  berendam.  Kalau dilihat dari beberapa bangunan yang didirikan, kelihatannya kafe itu akan segera punya banyak pesaing.

Wajar saja, ternyata saat beranjak sore, lokasi air terjun itu semakin padat. Mulai para kekasih, anak-anak sekolah, sampai keluarga besar tumplek blek di lokasi ini.  Pastinya akan jadi tempat berjualan yang menarik. Menjelang jam 3 sore, kami  meminta anak-anak untuk berberes pulang. Lumayan, 6 jam bermain air. Saat kami pulang, anak-anak kami sependapat. Hari itu adalah liburan yang menyenangkan.

Air terjun Bidadari ini dulu lebih dikenal dengan Air Terjun Bojongkoneng karena letaknya di  wilayah desa Bojongkoneng, Sukaraja, Bogor. Koordinat GPS S6.614541 - E106.908831 dan ketinggian 486 meter dari permukaan laut. Air terjun ini sempat populer sekali dikalangan para pesepeda lintas alam, karena hanya  berjarak 2 kilometer dari titik awal track sepeda sentul, didesa bojongkoneng, yang biasa disebut dengan  kilometer nol.

Bagi para goweser ada arah yang bisa dituju (sesuai webpage guerajaturunan.wordpress.com) yaitu dari KM 0 Bojongkoneng, ambil saja jalan ke arah Timur, bukan yang ke Cijayanti atau Taman Budaya, sekitar kurang dari 1 Km, setelah melewati PDAM perhutani ada pertigaan, ambil belokan ke kiri, ikuti terus maka akan tiba di Curug (Air Terjun) Bojong Koneng. Jalan dari KM 0 ke arah Air Terjun ini cukup menyenangkan, karena menurun terus dan jalan cukup lebar.

Di bagian atas air terjun adalah kawasan hutan lindung gunung pancar, yang dijanjikan akan dijaga oleh pengelola. Sayangnya bagian bawah air terjun ternyata sudah dibongkar total, mungkin demi alasan kenyamanan para pengunjung. Bahkan batu besar buatan yang disebut batu meteor itu dulunya adalah tebing penuh vegetasi. Monyet monyet yang dulu sering muncul pun sekarang sudah tak terlihat. Sangat disayangkan sebenarnya. Doa saya, mudah-mudahan tempat wisata yang menyenangkan ini tidak berubah menjadi seperti sekedar kolam renang buatan lain.

Ada beberapa hal lagi yang mungkin perlu diingat saat berwisata didaerah ini, diantaranya saya sampaikan dibawah ini.

  • Pakailah sunblock atau krim pelindung matahari terutama untuk anak-anak. Walaupun didaerah pegunungan hawanya relatif segar, pada siang hari panasnya cukup untuk membuat kulit iritasi. Apalagi anak-anak akan tergoda untuk berlama-lama bermain.
  • Datanglah pagi-pagi, supaya sempat berenang dalam suasana yang lebih sepi.
  • Walaupun kolam air terjun tidak terlalu dalam, dasarnya penuh lumut licin dan batu tajam, dampingi anak anda di lokasi itu.
  • Bawa minuman botol untuk anak anda. Air terjun memang jernih dan segar, tapi sebaiknya waspada.
  • Walaupun relatif aman, air terjun ini area terbuka dimana banyak orang keluar masuk. Amankan barang-barang anda. Kalau bisa jangan membawa barang berharga.
  • Banyak orang memfoto dengan handphone atau kamera biasa, ingat bahwa anda ada di lokasi air jadi hati-hati kalau masuk ke air membawa kamera. Ingat dasar air terjun licin dan tak rata. Sebaiknya gunakan kamera anti air agar lebih aman.
  • Jangan buang sampah sembarangan. Air terjun ini, bagaimanapun diubahnya, masih merupakan penyokong ekosistem disekitarnya. Be kind to environtment, okay?
  • Di  lokasi wisata ini juga ada kamar mandi dan toilet yang cukup baik. Sekitar 4 ruang wc dan 2 kamar mandi untuk Pria, dan jumlah yang sama untuk wanita. Hanya saja letaknya ada diatas, sehingga orang yang mandi di air terjun dan mendadak ingin buang air harus berjalan cukup jauh. Jadi buang air dulu ya sebelum mandi mandi.. supaya tidak mencemari air.

Yap, begitu saja saran kami. Selamat mencoba buat yang ingin jalan jalan ke air terjun bidadari ini. Semoga mendapat pengalaman yang menyenangkan.

oh ya tulisan ini juga ada di blog saya:  berlianbiru.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 13 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: