Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Sedikit Tentang Brunei

REP | 30 July 2012 | 00:00 Dibaca: 3083   Komentar: 32   4

Brunei Darussalam, negara kecil yang terletak di tepian utara pulau Kalimantan. Menghadap Laut Cina Selatan (kalau lagi berada di tepi pantainya saya langsung kepikiran  tinggal meloncat sekejap sudah sampai Pilipina). Luasnya kira2 seluas  daratan DKI Jakarta (minus pulau  Seribu).  Terbagi menjadi 4 wilayah daerah (semacam distrik/ propinsi) yaitu :

  • Brunei Muara (di sini terletak ibu kota negara yaitu Bandar Seri Begawan).
  • Kuala Belait (di sini ada tambang minyak & gas).
  • Tutong ( di sini banyak wisata pantai; salah satunya bernama pantai Jerudong).
  • Temburong (untuk ke sini harus melewati Malaysia. Perlu visa Malaysia kalau lewat darat, dan tak perlu visa bila lewat air/ sungai).

Inilah beberapa pemandangan di Brunei setelah numpang hidup selama 1 tahun di sana :

1. Rumah tradisional berupa rumah panggung dari kayu.

2. Lafal abjad menggunakan lafal bahasa Inggris. ei bi ci di ie ef ji…. dst. Bisa jadi ini karena pengaruh Inggris yg pernah berkuasa di sana. Bahasa sehari2 bahasa melayu yg kadang di selipi kosakata Inggris.  misalnya kek= cake (roti);  selipar= slipper (sandal); kempen = campaign (kampanye); kes = case (kasus).

3. Setiap rumah punya mobil 2- 10. Semiskin-miskinnya keluarga di Brunei pasti punya mobil minimal 2. Satu buat istri, 1 buat suami, lainnya buat selang-seling. Orang dewasa baik laki, perempuan, jelek, ganteng semua bisa nyetir mobil. Saking banyaknya mobil, garasi bisa ada di depan dan belakang rumah. Garasi pun tak perlu dikasih pagar ataupun rolling door. Terbuka dan aman2 saja. Maklum hampir semua warga terserap di pekerjaan formal dgn gaji di atas 2.500 ringgit (17.5 juta rupiah) / bulan/orang. Jadi kalo suami istri bekerja pendapatan minimal  Rp 35 juta/ bulan. Itu baru pekerja biasa. Kalau pejabat dan tenaga ahli tentu bisa berlipat ganda .  Nenek2/ kakek2 yg udah gak kerja dan anak yatim juga dapat santunan dari negara.

4. Parkir di tempat umum (pasar; mall; perkantoran)  gratis. Tak ada  penjaga, petugas tiket maupun yg semprat-semprit.  Semua menata mobilnya masing2 dgn tertib.

5. Kalau ada penyeberang jalan, dari jarak 2-4 meter mobil sudah berhenti.  Sangat sopan ya. Penyeberang jalan juga sedikit sih. Boleh di kata tak ada pejalan kaki di Brunei. Sepeda motor pun langka yg punya.

6. Harga bensin sekitar 30 sen per liter. Kira2 Rp 2000.  Murah meriah.

7. Rumah di Brunei besar2, bertingkat dan ber AC. Tahun kemarin saya bayar zakat fitrah. Apa ya di kasih ke orang yg tidurnya ber AC ya fitrah saya, hehehheheh. Habis gak ada orang yg tidur kepanasan di negara ini.

8. Anak2 , remaja, ibu2 , bapak2 suka lihat tv Indonesia berikut iklan2nya. Berbagai produk Indonesia pun laris manis di sana.  Mie instan, kue2, permen, aneka minuman, pakaian, sinetron, lagu2, popok bayi, kerupuk, bumbu dapur, kecap, kosmetik made in Indonesia ada semua. Produk Indonesia memang te o pe dah. Kalau diadakan survey mungkin merajai  Asean, bersaing ketat dengan Cina.

9. Minyak goreng sangat murah. Karena banyak duit, mereka pada beli kemasan besar 5 liter. Harganya 8 ringgit (RP 56 ribu). Wihhh… macam beli oli buat mobil saja 5 literan. Minyak gorengnya made in Malaysia. Padahal Malaysia banyak inves sawit di Indonesia. Walah, nanam di Indonesia, dijualnya murah ke luar negeri. Di Indonesia sendiri harga minyak goreng cukup mahal. Saya tanya ke emak , dia menjual 12.5 ribu / liter. Berarti 62.5 ribu/ 5 liter. Orang kalau mau beli 5 literan nunggu kalau pas bikin kenduri saja, hehehhehe. Maybe, rakyat Indonesia menyubsidi rakyat negara lain.

10.  Harga beras dan gula pasir juga murah 12.5 ringgit / 10 kg. Udah di kantong2 10 kiloan . Tinggal angkat dan bayar. Sandang pangan murah karena gak ada pajak dan pungutan2.

11. Lauk yg merakyat di sana adalah ikan laut. Ibu2 sangat terampil membersihkan perut ikan. Mereka tak takut tangannya lecet atau kegores sirip ikan yg tajam. Maklum dari jaman leluhur sudah bergelut dengan ikan. Sambil merem pun sepertinya mereka bisa membersihkan ikan dgn cepat, saking terampilnya. Tapi sayang masaknya sebatas di goreng, di bakar atau di rebus. Lain dengan kuliner Indonesia yg sangat beraneka ragam. Bisa dipepes,  di bumbu asam manis,  dibikin siomay, pempek, bakso, balado, acar kuning, kalio, rendang, abon, presto, otak2, dll.

12. Bagi yg hobi cari ikan, mereka tak cukup punya pancing, tapi juga punya perahu mesin.  Ada perahu fiber parkir di halaman rumah itu biasa. Kalau mau melaut perahunya ditarik pakai mobil. Lain ya dgn nelayan kita. Satu perahu didorong orang sekampung, hasilnya nanti juga di bagi ke banyak orang, masih juga bayar sewa perahu ke juragan, sampai darat masih juga utang bahan bakar. Duuhhhh.. nasib nelayan penjaga pantai nusantara (Jadi rindu  berebut beli ikan hasil tangkapan nelayan di pantai selatan).

13. Karena cari ikannya di tengah laut, ikan yg didapat tentu saja sangat banyak. Biar gak busuk sampai di rumah disimpan ke freezer. Itu tuh box es krim yg biasa mejeng di supermarket. Jadi selain kulkas yg bisa punya 2-3 biji, sebagian juga masih punya freezer.

Secara materi mereka kaya2. Tapi buat saya itu masih kurang. Kehangatan, ilmu pengetahuan, kedekatan dengan Illahi, saling berbagi lebih mudah didapat di Indonesia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 4 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 12 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 13 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: