Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jalan2seru Makassar

Melihat dan menulis, berbagi info, berbagi pengalaman.

Goa Mampu, Legenda dan Keindahannya

REP | 08 August 2012 | 17:10 Dibaca: 1756   Komentar: 1   1

13456124941057905844

Sekitar 35 KM sebelah utara kota Watampone kab. Bone terdapat sebuah gua yang sangat luas, bahkan konon gua ini adalah gua terluas di Sulawesi Selatan, luasnya sekitar 2000 meter persegi. Gua Mampu, demikian masyarakat disekitar menyebutnya, terletak di desa Cabbeng kecamatan Dua Boccoe, dapat ditempuh dengan perjalanan darat antara 60 – 90 menit dengan kondisi infrastruktur jalan yang cukup memadai.

Gua Mampu berada di lereng Gunung Mampu dengan ketinggian 250 m dari permukaan laut. Bila di lihat dari jauh, gunung Mampu menyerupai sebuah kapal dengan kondisi terbalik. Di salah satu sisi puncak gunung Mampu terdapat lobang (Gua vertical) yang tembus dengan langit-langit gua Mampu.

Gua Mampu yang menawarkan keindahan panorama ini ternyata memiliki kisah legenda tragis. Legenda tersebut dikenal dengan Legenda Kutukan Mampu. Konon akibat kutukan itu, penduduk dan hewan yang berada di dalam wilayah Kerajaan Mampu seluruhnya menjadi batu. Ilustrasi dari legenda itu kini dapat di saksikan lewat sejumlah bentuk bebatuan, yang menyerupai makhluk-makhluk hidup yang terdapat di dalam gua.

Menurut cerita Kepala Desa Cabbeng, M. Yasin bahwa inti dari kutukan tersebut adalah sang raja termakan oleh sumpahnya sendiri. Ceritanya, suatu hari alat tenun anak gadis raja terjatuh ke tanah. Alat tenun  itu disebut “Walida”. Karena malas dan gengsi sang Raja berkata, siapapun yang bisa mengambilkan alat tenun itu maka akan kunikahkan dengan putriku.. Ternyata yang berhasil mengambil walida adalah anjing piaraan anak gadis raja itu. Raja yang tidak bisa menarik sumpahnya marah dan mengutuk seluruh kampung menjadi batu,” demikian cerita Bapak Yasin.

Untuk memasuki gua, pengunjung harus membawa obor sebagai alat penerangan. Di dalam gua kondisinya sangat gelap, tidak ada penerangan sedikit pun. Memasuki mulut gua para pengunjung akan disuguhi pemandangan stalagtit dan stalagnit yang berjejer dengan rapi. Di dalam gua terdapat dua kuburan kuno yang semakin menambah kesan mistis gua Mampu ini. Satu kuburan terletak di tengah gua, dan yang satu lagi terletak di puncak di lantai ketujuh.

Selain stalagtit dan stalagnit terdapat juga bebatuan yang berbentuk mirip makhluk hidup seperti kuda yang sedang berlari, buaya, tikus yang menggantung dan banyak lagi. Selain itu, di dalam goa Mampu ini juga terdapat sebuah batu besar yang membentuk seperti perahu.

Gua ini selain menjadi tempat wisata alam dan wisata sejarah, penduduk sekitar mencari nafkah di dalamnya dengan mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijadikan pupuk kandang.

By: @rerealfareezy

Gallery:

1345612773291457077Gua Vertical di langit-langit Gua Mampu

13456128851290978070Salah satu ilustrasi tentang Kutukan Kerajaan Mampu

13456129801035670133Miniatur sawah hasil dari bentukan alam

1345613137785343218Salah satu ornamen di dalam Gua Mampu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Trik Licik Money Changer Abal-abal di Bali! …

Weedy Koshino | | 20 August 2014 | 23:31

Dahlan Iskan, Sosok Tepat Menteri Pertanian …

Felix | | 21 August 2014 | 09:47

ISIS Bunuh Wartawan Amerika dan Ancam Obama …

Ansara | | 21 August 2014 | 10:03

I See All Evil, I Hear All Evil, I Report …

Agustulastyo | | 21 August 2014 | 12:32

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pelajaran dari Sengketa di MK …

Jusman Dalle | 3 jam lalu

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 5 jam lalu

Jangan Sembarangan Pelihara Ayam di Amerika …

Usi Saba Kota | 5 jam lalu

Menanti Komitmen Prabowo …

Adrian Susanto | 6 jam lalu

Aset Penting “Dikuasai”, SDA …

Hendrik Riyanto | 8 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: