Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Taufikuieks

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Menyelusup ke Masjid Penjara di Stanley, Hongkong

HL | 12 August 2012 | 03:08 Dibaca: 1116   Komentar: 50   11

1344696232823761555

Stanley Mosque di dekat Stanley Prison

Dari kawasan Tsim Sha Tsui East, hari masih pagi ketika bus no 973 yang saya naiki berangkat walau hanya berpenumpang 3 orang. Bus mulai bergerak meninggalkan Semenanjung Kowloon menuju Pulau Hongkong melewati Western Cross Harbour Tunnel yang melintas di bawah laut yang memisahkan Pulau Hongkong dan daratan Cina.

1344696314118314292

Bus Tingkat di Hongkong

Tujuan bus ini adalah kawasan Stanley dan salah satu halte yang akan dilewati adalah “Stanley Prison” atau penjara Stanley yang cukup terkenal di mantan koloni Inggris ini. Bus kemudian muncul di kawasan Queens Street Central dan kemudian ke arah selatan melewati bebukitan di Pok Fu Lam Street yang berliku-liku. Setelah melewati Ocean Park dan kawasan pantai Repulse Bay, akhirnya bus pun tiba di kawasan Stanley Market.

Saya pun bersiap-siap untuk turun ketika petunjuk elektronik menunjukan bahwa next stop adalah “Stanley Prison”. Sebuah halte yang sepi menyambut saya. Dan yang saya miliki hanyalah sebuah alamat yaitu Tung Tau Wan Road no 53. Saya mencoba berjalan sedikit dan terlihat sebuah gardu dengan tulisan “private property no trespassing” Di dekatnya juga ada peringatan “ no tourist.”

1344696412410568903

Sekolah Sipir di Hongkong

Karena itu saya kembali ke halte dan kemudian menyusuri Tung Tau Wan road yang sepi. Saya melihat sebuah bangunan yang di atasnya berkibar bendera Hongkong dengan warna merah dan bunga Bauhenia. Setelah didekati, ternyata gedung ini merupakan semacam pusat pelatihan untuk sipir penjara atau istilah kerennya Correctional Service Department Staff Training Institute.

13446964491676685932

Museum Lapas

Tidak jauh dari gedung ini, terdapat lagi sebuah bangunan yang tampak angker dan sepi. Di dekat pagar besinya yang berwarna hijau terdapat sebuah papan nama kecil. “Hongkong Correctional Service Museum”. Wah ini rupanya Museum Lembaga Pemasyarakatan yang di Hongkong disebut Correctional Services. Sayangnya pintu museum tertutup rapat-rapat, rupanya jam bukanya yang sekitar pukul 10 pagi sedangkan waktu saat itu masih sekitar jam 9 pagi.

Rasa penasaran saya mencari no 53 terus bertambah. Sampai akhirnya saya sampai di sebuah gardu jaga di sekitar no 39. Seorang satpam senior berusia 60 tahunan sedang duduk disana. Dengan bahasa Kanton yang terbata-bata saya menanyakan dimana letaknya Tung Tau Wan no 53.

1344696499490830808

Salah satu sudut masjid Stanley

Sang satpam tua tersenyum, sambil menunjuk balik ke arah pintu gerbang penjara yang saya tidak jadi masuk tadi. Dia pun rupanya mengerti kalau tempat itu adalah sebuah mesjid karena sambil menunjuk dia juga bergerak membungkuk seperti rukuk. “To Jie ” . Saya pun mengucapkan terimakasih dalam bahasa Kanton dan kemudian berjalan perlahan melewati museum dan sekolah sipir untuk kembali ke pintu gerbang.

13446965581821015310

Halaman Masjid

Pada saat yang bersamaan, ada sekelompok orang yang juga sedang lewat dan mereka dengan santainya melewati samping pintu gerbang walaupun tertulis dilarang masuk dan no tourist. Akhirnya saya pun dengan yakin mengikuti mereka. Setelah melewati pintu gerbang saya belok ke kiri dan di kejauhan telihat beberapa apartemen yang terletak di tepi laut.

13446965951263132536

Setelah berjalan kira-kira dua puluh meter dengan kondisi jalan yang terjal menurun, di sebelah kanan saya di kejauhan sudah terlihat sebuah masid yang cukup indah. Wah akhirnya ketemu juga masjidnya. FIkir saya dalam hati dengan gembira. Banyaknya menara kecil di setiap sudut menambah keindahan masijd yang terletak di dalam penajra ini. Dan yang menarik adalah bentuknya yang dari atas terlihat seperti kotak korek api karena tidak memiliki kubah. Namun arstekutrnya jelas sekali sebuah masjid dengan banyaknya relung yang indah dengan warna kuning kecoklatan yang menakjubkan.

13446966241411527678

Tung Tau Wan 53

Saya terus berjalan mendekati masjid ini. Saya perhatikan dari samping kiri dan melihat halamannya yang cukup luas. Namun, pagi itu masjid terlihat kosong melompong tidak ada kegiatan dan seorangpun di sana. Di pagar temboknya yang juga berwarna kuning tertulislah alamatnya 53 Tung Tau Wan Road.

1344696702464124742

Masjid dari kejauhan

Saya terus berjalan mengelilingi pagarnya sambil mengambil gambar masjid , halaman, dan bangunan kecil yang berada di dalam kompleks masjid yang tidak terlalu luas ini. Di depan masjid terdapat sebuah halaman parkir dengan beberapa mobil yang diparkir. Tidak ada seorang pun di sini. Di kejauhan, hanya deburan ombak dan juga beberapa menara apartemen yang angkuh.

13446967881765664968

Laut dan Apartemen

Saya pun berjalan agak menjauh sehingga dapat mengambil gambar masjid secara utuh. Terlihat sekali betapa indahnya masijd ini, yang walaupun tidak terlalu besar, sepi tiada penghuni di pagi hari. Namun sangat unik karena letaknya di negeri Hongkong yang sekuler dan juga terletak di dalam kompleks penjara. Saya tidak tahu kapan dan siapa yang membangun masjid ini dan siapa saja jamaahnya?

Foto: dokumentasi pribadi

Hongkong, Juli 2012

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: