Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Yanto Soedharmono

Blora I Jogjakarta I Mengajar I Kompasiana.

Tak Ada Pengasong Rokok di Kereta Senja Utama Yk-Psr Senen

REP | 22 August 2012 | 05:36 Dibaca: 491   Komentar: 2   1

Fenomena tak ada pengasong rokok ini saya jumpai di kereta Senja Utama jurusan Yogyakarta - Psr Senen, ketika melakukan perjalanan “mudik” pada hari Jum’at (17/08/2012).

Perjalanan mudik saya merupakan perjalanan melawan arus, artinya ketika para mudiker kebanyakan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogya, saya malahan melakukan perjalanan sebaliknya. Walhasil…gerbong nomor 6 yang saya tumpangi kira-kira hanya berisi penumpang setengahnya saja. Gerbong yang lain kurang lebih kondisinya sama.

Berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 18.30. Setelah melewati Stasiun Wates pada pukul 18.56, kereta lalu berhenti di Stasiun Kutoarjo sekitar pukul 19.30. Di stasiun ini mulai banyak pedagang asongan memasuki gerbong kereta. Umumnya yang dijual adalah pisang rebus, kacang rebus, nasi bungkus, lanting, mendoan, air minum kemasan, dan koran untuk gelaran. Pukul 20.30 kereta berhenti di Stasiun Gombong dan pukul 21.20 berhenti di Stasiun Purwokerto. Sepanjang stasiun Tugu hingga Purwokerto, pedangan asongan tetap ada, mereka berganti-ganti, di setiap stasiun ada pedagang yang turun lalu ada juga pedagang lain yang naik.

Fenomena tak ada pengasong rokok ini saya jumpai ketika berhenti di Stasiun Purwokerto. Seorang bapak menyampaikan hal ini ketika kami ngobrol di bordes kereta. Maklum, kalau duduk terus di atas kursi rupanya badan pegal juga, perlulah sesekali jalan-jalan ke bordes dan ke gerbong lain. Rupanya bapak itu sedang mencari rokok dan beliau tidak menemui pedagang asongan satupun yang menjual rokok. Dengan niatan baik, saya ikut juga membantu menanya ke setiap pedagang yang lewat kalau-kalau ada yang jualan rokok.

Hingga kereta berhenti di Stasiun Cirebon pada pukul 00.56, ternyata memang betul-betul tidak ada pedangan asongan rokok di gerbong kereta. Bahkan pedagang asongan yang ada di Stasiun Cirebon (mereka tidak naik ke gerbong) juga tidak ada yang menjual rokok. Singkat cerita, bapak tersebut baru memperoleh rokok ketika kereta berhenti di Stasiun Bekasi pada pukul 03.27.

Kita bisa ambil kesimpulan sederhana dari fenomena ini bahwa suatu kebijakan dapat mengubah perilaku masyarakat. Kebijakan PT KAI dalam hal ini adalah larangan merokok di atas gerbong ternyata berdampak pada perilaku bisnis pedangan asongan. Mereka tidak menjual rokok karena kemungkinan tidak akan laku.

Pukul 04.03 sampailah di stasiun pemberhentian yang saya tuju, Stasiun Jatinegara.

Tags: serbamudik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 3 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 6 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 10 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 11 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: