Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Joko Martono

belajar memahami hidup dan kehidupan

Perjalanan ke Pantai Indrayanti dan Refreshing di Pantai Poktunggal, Gunungkidul

HL | 11 September 2012 | 00:28 Dibaca: 13540   Komentar: 61   23

Minggu, 9 September 2012 kemarin saya barengan kawan berakhir pekan ke pantai selatan, wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini diputuskan melakukan perjalanan ke lokasi wisata pantai selatan Gunungkidul > tujuan utamanya Pantai Indrayanti. Rencana disepakati karena ada seorang kawan belum pernah berkunjung ke lokasi itu.

Menuju arah pantai selatan Gunungkidul (cq. Pantai Indrayanti) dari Kota Yogyakarta yang berjarak kurang lebih 70 km, dihadapkan beberapa pilihan. Di antaranya bisa menempuh jalur umum yaitu melewati Jalan Wonosari > Piyungan > Hargodumilah atau Bukit Bintang > Patuk > Hutan Bunder > Wonosari > ke kanan/selatan ambil kawasan Karangrejek > belok kiri/timur menuju Hargosari > Bintaos > Tepus > nah di sini sudah banyak papan penunjuk arah lokasi-lokasi wisata pantai.

1347274845288042421

jalur selatan, Panggang - Saptosari, relatif sepi (jm)

Namun rombonganku memilih jalur lain. Untuk menghindari arus padat lalu lintas dan menghindari polusi udara, dari Yogyakarta kita berniat menyusuri jalan lintas selatan yaitu lewat Imogiri > Siluk > Panggang > ambil kiri/timur arah Saptosari > Trowono > belok kiri ke arah Baron. Dari kawasan Baron ini > menuju arah kiri/timur kita sudah berada pada deretan kawasan wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, tinggal pilih lokasi mana yang hendak dituju. Untuk sampai di Pantai Indrayanti  dari Baron masih menempuh jarak sekitaran 10 km, lurus ke arah timur.

1347276562571113335

sisi barat pantai Indrayanti (jm)

13472756741949187195

kendaraan wisata di sekitar pantai Indrayanti (jm)

13472761461545416685

tempat parkir kendaraan pengunjung (jm)

Setibanya di lokasi wisata Pantai Indrayanti hari Minggu pagi kemarin, kesan awalnya > ya ampyun… berjejal banget kendaraan dan pengunjungnya. Wisata pantai yang tergolong baru (3 tahun lalu) dan telah diekspos di mana-mana ini ternyata mirip-miriplah dengan Pantai Kuta atau Legian di Bali > hanya saja belum tergarap optimal dan masih dalam pengembangan di sana-sini. Sementara itu pengunjung lokal nampak lebih mendominasi arena wisata untuk menikmati suasana liburan di pantai berpasir putih ini.

13472767621645752935

pantai Indrayanti, padat pengunjung (jm)

1347276950866322003

pengunjung bisa menyewa jetski (jm)

Memasuki pantai Indrayanti yang suasana dan lingkungannya cukup bersih ini memberikan kenyamanan tersendiri. Tidak terlihat sampah berserakan di lokasi wisata, penghijauan sekitar wilayah pantai juga memberikan hawa sejuk. Pendek kata, berkunjung ke obyek wisata ini > memberi kesan tersendiri, dibanding wisata pantai lain yang berada di wilayah provinsi DIY yaitu indah, alami, bersih, tersedia akomodasi berupa restaurant dan penginapan, fasilitas wisata pantai seperti gazebo, payung untuk berteduh, bermain layang-layang, hingga jetski yang bisa disewa per 15 menit bertarif 250 ribu menyusuri pinggiran laut selatan seputar kawasan wisata.

13472771321588121524

Indrayanti, wisata pantai yang bersih (jm)

1347277478108022843

spanduk, larangan mandi di laut (jm)

13472775901684630631

buang sampah sembarangan, didenda (jm)

13472776882041921

di beberapa titik, tersedia tempat sampah (jm)

Di antara spanduk-spanduk yang sekaligus berfungsi sebagai pengumuman atau peringatan bagi para pengunjung, hanya larangan mandi di laut ini yang tampak tidak pernah ditaati pengunjung, sehingga jika pada suatu ketikanya ada bahaya mengancam > tentu menjadi persoalan baru dan menambah repotnya tim SAR setempat.

Di tengah padatnya pengunjung wisata, salah seorang yang ikut mengelola kawasan pantai ini, Suradal sempat penulis wawancarai. Ia mengatakan bahwa “setiap hari minggu atau hari libur obyek wisata dipadati pengunjung. Kebanyakan yang datang ke sini wisatawan lokal-lokalan Om. Kalau para turis asing biasanya datang di luar hari minggu/hari libur,” ungkapnya.

“Sedangkan kalau pengunjung mau istirahat bermalam juga disediakan beberapa tempat/penginapan dan restoran, tinggal pilih mana yang disuka. Harga penginapan per-malam mulai Rp 350 ribu ke atas. Persyaratan pasangan menginap di sini > harus suami isteri yang sah,” tambahnya. Penulis pun bersama kawan-kawan sambil manggut memeroleh informasi aktual tersebut.

1347277973825279954

salah satu resort/penginapan (jm)

Merasa sudah puas jalan-jalan mengitari lokasi pantai Indrayanti dan mengingat suasana siang semakin berjejal pengunjung > maka rombongan memutuskan untuk pindah lokasi, mencari suasana baru agar refreshing lebih nyaman.

Lagi-lagi diperoleh rekomendasi dari mas Suradal > kita berempat menyusuri jalan ke arah timur sekitar 4,5 km > di tempat inilah ditemui lokasi aman, nyaman, bersih, berhawa laut segar alami, angin sepoi-sepoi dan sepi pengunjung > yaitu wisata Pantai Poktunggal. Tempat wisata ini tergolong baru, wisata yang dikelola warga setempat mulai beroperasi 3 bulan atau resmi dibuka menjelang lebaran lalu.

Hanya sayangnya, jarak sekitar 1 km mencapai pantai > dari jalanan aspal kita harus melewati lorong-lorong corblok dan jalan bebatuan yang relatif sempit. Jika berpapasan dengan pengendara mobil lain > maka salah satu sebaiknya memberi kesempatan supaya sama-sama memenuhi kepentingan.

1347278191630911391

papan penunjuk menuju pantai Poktunggal (jm)

1347278325791435214

jalan kecil/sempit ke pantai Poktunggal (jm)

Nah, memasuki area Poktunggal, sepertinya kita merasakan sesuatu yang berbeda, obyek wisata yang masih kinyis-kinyis ini belum banyak dijamah manusia. Pengunjung tidak berjejal seperti di pantai Indrayanti.

Sesaat kendaraan diparkir, wong_anteng buruan buka pintu kendaraan dan menjauh diri untuk mengambil gambar/pemandangan baru di lokasi. Beberapa hasil jepretan sederhana, dapat dilihat berikut:

13472784541476583055

sisi timur pantai Poktunggal (jm)

1347278546666415913

sisi barat pantai Poktunggal (jm)

1347278823681699087

pengunjung bisa sewa payung pantai (jm)

13472790072032890076

pengunjung bisa sewa tikar, duduk di bawah pohon (jm)

Uhuy… benar-benar menarik pantai ini. Namun kurang lengkap jika belum menemui tokoh setempat yang bisa diwawancarai. Pak Katam yang mula pertama berhasil ditemui untuk ngobrol perihal sejarah menyebutkan, “Poktunggal itu berasal dari kelompok tunggal,” yaitu kelompok yang merintis dan mengelola tempat wisata ini.

Sementara itu, Pak Kardi (nelayan) dan isterinya yang membuka usaha warung makan di sisi barat area wisata mengatakan, “Poktunggal berasal dari kata tuk tunggal, yaitu satu-satunya tuk (sumber mata air) yang berada di sebelah warungnya. Tuk ini berada di bawah pohon ambal, yang airnya bersih kini diambil menggunakan pompa untuk memenuhi kepentingan bersama. Hal senada, di-iyakan oleh bu Warto, yang suaminya setiap hari selalu mengawasi lokasi wisata ini.

13472792041138563335

pohon Ambal di sisi barat pantai Poktunggal (jm)

13472793292121876682

sumber air tawar di bawah pohon Ambal (jm)

13472794951294524504

Duras, tanaman langka dilestarikan warga Poktunggal (jm)

Dari perbincangan dengan beberapa tokoh setempat, diperoleh gambaran bahwa ikon obyek wisata pantai Poktunggal adalah > sumber air di bawah pohon Ambal, juga di pantai ini ada tanaman langka dilestarikan atau disebut pohon Duras, dan yang menarik bagi wisatawan tentunya sunset.

Di tengah hamparan pasir putih nan bersih, sunyi sepi disertai desir angin laut semilir > bisa menyewa payung dan alas duduk/tikar sambil menikmati hidangan kuliner lokal untuk bersantai di pantai Poktunggal. Kita bisa duduk-duduk di bawah pohon atau menyewa tenda/payung pantai sambil berbincang ringan melepas lelah kerja sepekan, lupakan pikiran penat/rumit, ditemani musik alam berupa deburan ombak pantai. Dan yang sangat beruntung tak ada sinyal telekomunikasi sehingga modem internet tidak berfungsi, hape offline.

Seusai makan/minum siang barengan, berlaskan tikar sewaan sambil sesekali menikmati kudapan lantas kita pun sepakat untuk leyeh-leyeh. Kita bersepakat untuk diam, wong_anteng semakin anteng, ikutan kriyep-kriyep sementara kawan-kawan sudah pada tidur pulas di alam terbuka.

Asyik memang refreshing di alam terbuka pantai Poktunggal ini, tidak terasa sore menjelang petang kita habiskan waktu di tepi laut, namun saya dan kawan-kawan harus segera pulang setelah seharian otak beristirahat. Sambil bergegas mengemas barang bawaan, kita bayar semua biaya fasilitas kenyamanan wisata, lantas kita menuju kendaraan sekaligus mohon pamit kepada Pak Kardi, Bu Kardi, dan Pak Katam yang telah banyak membantu kami di lokasi wisata aman dan nyaman ini. Sambil berjabat tangan beliau berkata, “selamat jalan dan jangan lupa berkunjung ke sini lagi,” ucap pak Kardi.

JM (10-9-2012).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 6 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 7 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 9 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspadai Penipuan di Sekeliling Anda …

Syahdan Adhyasta | 8 jam lalu

Janji Kelingking Masa Lalu …

Fitri Manalu | 8 jam lalu

Ibu Negara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 10 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: