Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Ada Apa di Kuala Kapuas Kalimantan Tengah?

REP | 12 September 2012 | 14:11 Dibaca: 1550   Komentar: 14   3

Serasa mimpi berada di Kuala Kapuas Kalimantan Tengah. Rabu, 5 September 2012, saya menginap di hotel Walet Mas Kuala Kapuas yang berada di Jalan Ahmad Yani. Di tempat ini, saya diminta menjadi nara sumber pendidikan karakter bangsa mewakili Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat.

Kuala kapuas
kuala kapuas

Bangun di pagi hari, saya langsung berolahraga pagi. Menikmati suasana pagi di kota air kuala kapuas, kalimantan tengah. Saya langsung ambil kamera Canon 100D, dan memfoto hotel Walet Mas dimana saya menginap.

13469871321940716963

Hotel Walet Mas Kuala kapuas kalimantan tengah

Kuala Kapuas memang unik. Saya berusaha mencari keunikannya dengan berjalan kaki sepanjang  jalan Ahmad Yani. Saya mampir ke warung kecil untuk menikmati kopi dan nasi kuning kuala kapuas yang asli khas banjar. Saya pun menemukan kerupuk pangsit khas kapuas sebagai oleh-oleh dari kota ini.

13469910931189326516

Usai puas menikmati sarapan pagi, saya terus berjalan-jalan menikmati suasana pagi di kuala kapuas yang terlihat bersih dan masih sepi. Berbeda sekali dengan jakarta. Di kuala kapuas jam 7 pagi masih sepi belum banyak orang berlalu lalang. Saya hanya melihat serombongan siswa SMP melaju sepedanya menuju sekolahnya.

Saya memandang masjid yang megah di samping hotel, dan sayapun langsung menuju ke sana melaksanakan sholat dhuha dan tahiyatul masjid. Bagus sekali masjidnya. Saya agak lupa nama masjidnya. Kalau tak salah nama masjidnya Al Muttaqin yang terletak di jalan Ahmad Yani. Beberapa meter dari masjid ada gereja yang juga besar. Itulah simbol kerukunan warga kuala kapuas. Tempat ibadah dari agama yang berbeda berdiri berdampingan seperti melihat masjid Istiqlal dan gereja katedral di Jakarta.

Saya menemukan kantor pengadilan negeri yang berdiri di atas rumah papan, dan di depannya ada becak seperti di Jakarta. Tukang becak menghampiri dan mengajak saya untuk berkeliling kota di kuala kapuas. Sayangnya, saya takut terlalu lama jalan-jalannya, sementara panitia akan menjemput saya pukul 08.00 pagi. Lalu saya putuskan untuk berjalan kaki saja sepanjang jalan Ahmad Yani. Bukankah jalan kaki membuat badan menjadi sehat?

Sepanjang jalan ahmad yani saya juga menemukan kantor partai untuk pemilihan kepala daerah. Rupanya akan ada pemilihan kembali bupati kapuas. Bupati lama terlihat ikut mencalonkan diri kembali. Foto dan baliho calon bupati terpasang gagah di depan kantor partai itu.

Capek juga berjalan kaki sepanjang jalan ahmad yani. Setiba kembali di penginapan, Petugas hotel mempersilahkan saya masuk restoran untuk makan pagi. Di ruangan ini telah tersedia teh hangat dan sepiring nasi goreng ala kapuas. Saya pun langsung melahapnya habis, padahal baru saja menikmati nasi kuning dan kopi susu. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

13469873021332101731

Nasi Goreng Kapuas yang Lezat

Usai berganti pakaian, salah seorang panitia datang menjemput ke kamar hotel yang berada di lantai dua. Sayapun telah siap dengan berpakaian jas biru, dan beberapa peralatan yang akan saya gunakan untuk presentasi nanti.

Rupanya, tempat acara tak jauh dari hotel. Hanya 5 menit saya sudah sampai di aula Bappeda Kuala Kapuas. Di tempat ini sudah berkumpul teman-teman guru dan panitia yang akan menyambut kedatangan pak Bupati. Saya pun dipersilahkan menunggu di ruang tunggu bersama kepala dinas kabupaten kuala kapuas. Di ruangan, pak kepala dinas mempersilahkan saya untuk presentasi lebih dahulu. Katanya, beliau belum siap untuk presentasi hari ini. Saya pun bersyukur, dengan demikian saya bisa lebih cepat pulang ke Jakarta.

Tak berapa lama, pak Bupati Kapuas datang. Bapak. Ir. H, Muhammad Mawardi langsung menyalami kami satu persatu. Suasana langsung cair, pak bupati rupanya sangat ramah sekali. Kami langsung akrab, dan ngobrol saling memperkenalkan diri. Saya memberikan kartu nama kepada beliau, dan beliaupun memberikan kartu namanya kepada saya.

Di dalam ruangan saya mendapatkan majalah amanah pemkab kapuas edisi juni 2012. Di cover majalah terlihat foto pak bupati kapuas dan menteri negera lingkungan hidup memegang piagam adipura. Kabupaten Kapuas terpilih sebagai kota terbersih untuk kedua kalinya di Puri Agung hotel Sahid Jakarta, pada 5 Juni 2012. Wow sungguh sebuah prestasi yang Luar biasa!

Kuala kapuas memang layak mendapatkan adipura. Sepanjang jalan yang saya temui, tak ada sampah berserakan. Jalan terlihat bersih dan rapih. Tak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Berbeda banget dengan kota jakarta yang terkenal kumuh dan kotor. Ada saja sampah berserakan di sepanjang jalan, karena kurangnya kesadaran dari para warganya.

Pak bupati langsung mengajak kami ke tempat acara. Para guru telah siap melaksanakan workshop pendidikan karakter bangsa yang dibiayai oleh blok grand pemerintah pusat (kemendikbud). IGI kapuas menjadi salah satu organisasi yang mendapatkan dana kegiatan ini.

Satu persatu acara pembukaan dilakukan, dan pak bupati diminta memberikan sambutan. Kami pun langsung berfoto bersama setelah pak Bupati memberikan arahannya. Saya diminta mendampingi beliau dan kepala dinas pendidikan kapuas untuk berfoto bersama dengan teman-teman guru di kuala kapuas.

Pak Bupati mohon pamit dan kembali ke kantornya. Saya langsung diminta panitia untuk presentasi materi yang pertama. Alhamdulillah, presentasi berjalan dengan baik. Saya melihat para peserta sangat puas dengan apa yang saya sampaikan. Mereka sangat antusias mendengarkan materi peran IGI dalam pendidikan karakter bangsa yang saya buat dengan cara berbeda. Itu yang saya lihat dari sorot mata mereka, dan bahasa tubuhnya.

Tak terasa, waktu sholat dzuhur tiba. Saya pun mengakhiri presentasi dengan tepukan tangan terima kasih dari para peserta.

Setelah presentasi, saya “diculik” oleh panitia (mas Joko dan Pak Yani) untuk makan siang di restoran atau rumah makan Ani. Di tempat ini saya menikmati ikan patin bakar, dan sup buntut yang lezat ala kapuas. Alhamdulillah, perutpun terasa kenyang dan kami kembali ke hotel untuk siap-siap pulang ke Jakarta.

Di dalam hotel, saya foto isi kamar sebagai kenangan bahwa saya sudah pernah tidur semalam di kamar ini. Sedih sekali rasanya harus meninggalkan kuala kapus yang begitu singkat. Ingin rasanya berlama-lama di kota ini. Namun pekerjaan di sekolah tak boleh lama saya tinggalkan.

Satu jam kemudian, panitia datang menjemput ke hotel. Mereka akan mengantarkan saya ke bandara syamsudin noor banjarmasin. Sepanjang perjalanan saya baru tahu kalau kuala kapuas bisa ditempuh melalui banjarmasin atau palangkaraya. Tapi lebih enak dari banjarmasin karena lebih dekat perjalanannya. Kalau dari palangkaraya butuh waktu sekitar 3 jam. Sedangkan dari banjarmasin hanya sekitar 2 jam saja. Kalau jalan trans kalimantan selesai diperbaiki, mungkin perjalanan bisa kurang dari 2 jam.

Di tengah perjalanan, saya turun sebentar untuk berfoto di tengah jembatan sungai barito yang panjang. Serem banget rasanya. Berdiri Jembatan ini terasa banget goyangannya. Sayapun tak lupa bergaya dengan memegang majalah chip yang saya bawa untuk dibaca dalam perjalanan.

Alhamdulillah, perjalanan menuju bandara lancar. Dua jam sebelum waktu keberangkatan saya sudah tiba di bandara syamsudin noor. Di tempat ini saya bertemu dengan pak Kamal dari IGI Kalsel, dan bertemu juga dengan teman-teman blogger dari kalimantan selatan. Kami bertemu tak terduga, dan spontanitas saja. Kita mengobrol sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat yang akan saya tumpangi ke Jakarta.

Senang rasanya hati ini. Ternyata saya sudah melewati 2 propinsi dalam perjalanan saya kali ini. Propinsi Kalimantan Selatan dan Propinsi kalimantan Tengah. Kuala kapuas ada di tengah-tengah kedua propinsi itu, dan masuk dalam wilayah kalimantan Tengah yang zona waktunya sama dengan Jakarta, sedangkan Kalsel berbeda 1 jam atau sama dengan waktu Kuala Lumpur. saya pun menjadi lebih tahu letak kuala kapuas setelah melihat peta geografi di dalam pesawat lion air yang saya tumpangi. Kuala kapuas memang kota yang unik, dan dirindukan.

Ada apa di kuala kapuas? Ada ketenangan hidup di sana. Ada kota yang bersih dan penduduk yang ramah. Ada gotong royong yang kuat di kota ini. Tak salah bila dapat penghargaan adipura dan penghargaan gotong rorong. Dalam MTQ ke 26  Tingkat propinsi kalteng, kuala kapuas mendapatkan juara umum. saya pun melihat foto H. Rhoma Irama si raja dangdut di bagian belakang cover majalah Amanah pemkab Kapuas dalam acara penutupan MTQ, 4 mei 2012. Ramai sekali penontonnya. Mungkin jumlahnya lebih dari seribu orang.

Semoga saya bisa kembali ke kota ini, dan menikmati nasi kuning, ikan patin bakar, dan kripik pangsit ala Kapuas. Foto lengkapnya ada di sini.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Batik Tanpa Pakem …

Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 11 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 11 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 7 jam lalu

Jokowi Bisa Tangkap Megawati..! …

Aqshaya | 7 jam lalu

Sisi Lain dari Film Drakula Untold …

Yunety Tarigan | 7 jam lalu

Hati-Hati Buka Usaha Dengan Sistem Sewa …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Penyanyi Spesialis Pesta Kawin Hasil Undian …

Riuh Rendah Cerita ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: