Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Lidya Prastuti

announcer, enthusiastic students, have big passion in singing and cooking, love writing, and absolutely i'm selengkapnya

Liburan Itu Memiliki Sejuta Manfaat

OPINI | 13 September 2012 | 13:11 Dibaca: 616   Komentar: 4   1

“Get Happier Life with Take Holiday Trip”


Berlibur adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh banyak orang, meskipun bukan tidak mungkin ada orang-orang tertentu yang sengaja menghindari liburan, bisa jadi karena sudah kecanduan kerja, dianggap hanya menghambur-hamburkan uang bahkan menganggap liburan itu bukan sesuatu yang penting serta banyak alasan lain.

Bagi saya pribadi liburan selain sebagai momen untuk refreshing dan bersenang-senang, liburan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi saya, banyak hal yang akan saya lihat, yang akan saya temukan yang sangat mungkin membawa saya pada instrospeksi diri, menemukan nilai-nilai kehidupan luhur yang mungkin belum pernah saya kenal, selain itu liburan bisa menjadi sarana pembelajaran yang berguna untuk ‘menggembleng’ kita menjadi manusia yang lebih tangguh dari hari ke hari.

Saya sekeluarga punya tradisi untuk berlibur dan telah menjadi agenda setiap libur Lebaran tiba keluarga saya akan pergi berlibur untuk menjernihkan pikiran serta belajar hal-hal baru. Destinasi liburan yang biasa kami pilih bukan destinasi wisata yang berbudget selangit atau akan menghabiskan banyak uang, sebaliknya wisata yang kami pilih biasanya cukup ringan di kantong. Ditambah lagi tempat yang kami pilih bukan tempat-tempat yang jauh, sebaliknya mengeksplorasi destinasi wisata yang ada di sekitar kita ternyata tidak kalah mengasyikan.

Berlibur ke kota-kota besar, berbelanja dan berwisata kuliner menurut saya sama menariknya dengan berwisata ke tempat-tempat terpencil, kota kecil atau destinasi yang kurang populer seperti yang sering saya lakukan. Malah di tempat yang tidak biasa saya lebih banyak belajar, mengerti hal-hal baru bahkan lebih banyak bersyukur akan nikmat yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta. Sangat disayangkan jika momen-momen liburan tidak bisa ‘disarikan’ menjadi sebuah pengalaman yang berharga, bahkan saya bisa bilang rugi sekali apabila kita tidak menjumpai pengalaman-pengalaman baru yang dapat memberi hikmah dalam kehidupan kita.

Bagi saya dan keluarga berlibur itu penting! Mengapa demikian? Liburan bukan hanya berbicara mengenai menghabiskan uang untuk belanja, beli oleh-oleh apa, sudah foto dimana saja, menginap di hotel mana atau sudah mencicipi makanan apa, tetapi lebih kepada apa yang bisa kita dapatkan dalam sebuah liburan yang memiliki nilai lebih dari sekedar belanjaan, oleh-oleh, foto ataupun petualangan lidah.

Saya punya beberapa contoh. Misalnya, ketika kita berlibur ke suatu desa terpencil, yang jarak rumah  satu dengan yang lain cukup jauh, tetapi masyarakatnya masih menjunjung tinggi kebersamaan, saling memberi, bahkan rela berkorban, kita jadi belajar tidak menyia-nyiakan tetangga kanan kiri kita sesampainya di rumah, kita jadi lebih banyak bersyukur atas keberadaan orang-orang yang senantiasa ada di sekitar kita. Atau contoh lain, ketika berlibur ke suatu kawasan baik pantai atau gunung yang masih ‘perawan’, kondisi alamnya masih asli dan luar biasa indah, kita jadi bisa belajar menghargai, mencintai lingkungan dengan tidak mengotorinya, dengan demikian kita bisa lebih peduli dengan alam, menjaganya dengan contohnya tidak membuang sampah sembarangan.

Saya termasuk beruntung dilahirkan di tengah keluarga yang menyenangkan, salah sayunya punya hobi liburan. Menariknya, kedua orang tua saya tercinta punya maksud tertentu melalui liburan yang mereka lakukan bersama kami anak-anaknya. Bagi mereka liburan adalah sarana pelajaran bagi kami anak-anaknya untuk bisa melihat dunia luar, untuk bisa survive di tengah keterbatasan, keluar dari zona nyaman kami dan belajar melakukan hal-hal yang mungkin tidak mau saya lakukan di rumah – mengingat liburan kami bukan liburan mewah tapi liburan a la backpacker.

Selain membuat kami lebih tangguh menghadapi hidup, saya juga banyak belajar tentang perbedaan, melihat secara langsung kemajemukan bangsa ini – karena sejauh ini sih masih dalam negeri saja jalan-jalannya. Ayah dan Mama saya juga sepakat bahwa dengan liburan akan merekatkan hubungan antar anggota keluarga, menyegarkan suasana rumah, member dampak positif kepada kinerja dan prestasi dan yang paling mengharukan itu adalah sebuah bentuk betapa mereka menyayangi kami dan ingin menyenangkan kami anak-anaknya.

Liburan, meski beberapa orang menganggap hal yang sepele dan bukan termasuk hal utama untuk dilakukan ternyata membawa dampak besar untuk orang seperti saya. Tentunya melalui liburan kami sekeluarga juga lebih bisa bersyukur atas nikmat dan berkatNya, baik karena kesempatan melihat indahnya obyek yang kami kunjungi maupun bersyukur atas keajaiban tanganNya menciptakannya.

Mungkin saat ini sudah saatnya Anda mengagendakan sebuah liburan bersama keluarga maupun orang-orang terkasih dan jangan langsung membantah bahwa liburan itu mahal, karena liburan itu bisa dilakukan dimana saja dengan biaya yang seminimal mungkin. Mulailah explore lingkungan sekitar tempat Anda tinggal, siapa tahu ada pantai di pinggiran kota yang masih perawan dan memiliki pemandangan menakjubkan.  Saya juga mengakui bahwa negeri ini bagaikan surga yang terpendam, Anda tentu tidak akan menyangka bahwa masih banyak tempat eksotis di pelosok negeri dimana Anda bisa menghabiskan waktu liburan dengan biaya hemat. Atau mungkin Anda bisa mencoba untuk camping atau hiking di daerah sekitar Anda. Liburan pun tidak selalu menghabiskan waktu berhari-hari, sehari dua hari cukup menyenangkan jika Anda bisa mengemas sendiri liburan Anda menjadi liburan yang seru, contohnya Anda bisa memancing bersama keluarga Anda, membakar ikan dan ditutup dengan makan bersama.

Kalau menurut saya, jangan ditunda lagi, Waktunya kita melihat kehidupan lain di tempat-tempat yang berbeda selama kita masih diberi umur dan kesempatan. Liburan itu membawa sejuta manfaat dan yang pasti kita bisa menjadi pribadi yang lebih bahagia dan have good quality life !

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 12 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 12 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: