Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dery Abdurrachim Iskandar

Training Officer @ a company in Bandung. BERMUTU Short Course Scholarship holder @ IOE London, Traveler selengkapnya

Edinburgh, Kota Klasik Nan Indah- Glasgow Kota terbesar di Scotland (Part 1)

REP | 16 September 2012 | 14:40 Dibaca: 1504   Komentar: 0   0

1347763364707151929Kembali mengingat zaman sekolah dulu….Saat belajar geografi, terutama mengenali peta bumi, negara beserta ibukotanya saya seringkali mencoba menggunakan metode ingatan klub sepakbola sebagai alat bantu. Misalnya saya ingin mengenali tentang  Paris, maka akan seiring juga dengan ingatan akan kota Menara Eiffel, Klub Paris St Germaint dan Stadion Par De Prince, karena memang lambang klub kota paris itu adalah menara eiffel sebagai icon kota Paris… Atau saat saya mempelajari tentang Roma sebagai ibukota Italia, yang saya jadikan alat bantu ya Klub AS Roma…Namun ada satu ibukota negara terkenal di Eropa yang tak bisa saya hapalkan melalui alat bantu klub sepakbola yang berdomisili di kota tersebut… Kota tersebut adalah Edinburgh (Dibaca Edinbra), Ibukota Scotlandia, salah satu dari  4 Countrylands di United Kingdom. Yup Edinburgh tak punya klub besar, karena klub besar yang mendominasi Scottish Premiere League berdomisili di Glasgow, yaitu duo Glasgow Celtic dan Rangers, dua klub yang memiliki basis pendukung  berdasarkan agama yang dianutnya. Pendukung Celtic kebanyakan katolik  dan anglikan sedangkan  pendukung Rangers kebanyakan protestan.

Kembali Soal Scotlandia, alhamdulillah  saya bisa mengunjungi dua buah kota terkenal di scotlandia ini tahun lalu. Negara yang saya kenal lewat serial kartun candy candy pada saat saya kecil mengingat pakaian dan alat musiknya yang khas. Tahun lalu tepatnya di bulan november saya bisa mengunjungi Skotlandia 2 kali dalam 2 minggu..Ada alasan khusus mengapa saya harus sampai ke skotlandia 2 minggu berturut-turut saat weekend di bulan november tahun  yang penjelasannya  akan saya jelaskan di paragraf  berikutnya.

Pada tanggal 5 November 2011  saya bersama 4 orang teman saya penerima beasiswa Dikti  berangkat dari Kingcross Station di pusat kota London untuk menuju Edinburgh, ibukota Scotlandia. Stasiun yang menjadi venue shooting Harry Potter ini mengantarkan kami ke kereta East West Train yang membawa kami ke Scotlandia dengan rute yang melalui pantai timur Britania Raya…Waktu yang  diperlukan untuk mencapai Edinburgh di utara dari London di selatan sekitar 5 jam dan menempuh jarak sekitar 800-900 Km. Kami berangkat dari Kingcross station dan tiba diWaverley Station, kota Edinburgh sekitar pukul 12 siang. Jam 12 terdingin yang pernah saya alami, karena saat itu saya mencapai Edinburgh saat suhu udara kota cantik ini menginjak 10-11 derajat celcius, mirip pagi hari di London saat musim gugur menjelang winter. Saat keluar dari Waverley Station kami hanya bisa terperangah melhat tata kota edinburgh yang berbukit-bukit, dan arsitektur rumah-rumah kuno yang ada di tepi bukit, terutama edinburgh castle….dalam hati saya hanya bisa berucap wow amazing :)

13477639432099793300

Setelah keluar dari Waverley Station kami tidak langsung ke hotel tempat kami menginap yang ada di luar Old Town, tapi kami mencoba terlebih dahulu mengelilingi kota edinburgh yang tidak terlalu besar dengan menggunakan Bus Sight seeing tour yang menggunakan system Hoop on Hoop off, yaitu kita bebas naik dan turun di setiap stasiun pemberhentian tanpa kita harus bayar lagi karena tiket yang kita beli berlaku selama 24 jam semenjak jam kita membeli tiket. Sebagai contohnya jika kita beli jam11 siang, tiket seharga 11 pound itu akan expired besok siang jam 11 lagi, dan pada saat masuk bus tinggal kita tunjukan tiket tersebut kepada sang pengemudi, mengingat di dalam semua bus di Britania Raya tak ada kondektur, dan tiket akan dicek saat kita naik. Waktu satu  jam kami gunakan untuk mengelilingi indahnya Edinburgh dengan rute pertama berawal dari edinburgh  Waverley Station melintasi George Street, St Andrew Square, St Gilles Church dan satu tepat terkenal di dekatnya, Elephant House Caffe, tempat yang dikenal sebagai tempat JK Rowling memperoleh ispirasi dan menulis Harry Potter dalam  bertahun-tahun… Kami selanjutnya melalui 2 buah tempat yang jadi icon kota Edinburgh, yaitu Royal Mile dan edinburgh Castle…..Kastil yang dulunya adalah benteng dan istana Raja-raja Scotlandia….Uniknya Royal Mile ada di material jalan Royal Mille itu sendiri yang berada diantara Edinburgh Castle dan Gereja St Gilles…Jalanan di royal Mille bukan terbuat dari aspal biasa tapi dari batuan gunung edinburgh, yang membuatku merasa tidak tinggal di abad 21 saat melalui royal Mile, tapi serasa di abad pertengahan.  Kami juga melalui Child Museum, Bekas rumah Alexander Flemming penemu Penicilin, Edinburgh University, Laboratoriumnya Alexander graham Bell si penemu telepon, Bekas rumah james Watt. Venue-veue yang aku lalui itu membuatku berkesimpulan bahwa Edinburgh khususnya dan Scotland umumnya adalah  produsen ilmuwan-ilmuwan besar Inggris. Kalau dulu ada James Watt dan Bell mungkin di masa kini terwakili oleh JK Rowling sang penulis Harry Potter. Edinburgh  juga merupakan venue utama shooting pembuatan Harry Potter khususnya Edinburgh Castle, Gereja St Gilles dan beberapa venue lain yang menemani Chirstcurch College di Oxford yang merupakan venue dari sekolah Hoghwarts.

13477636791483168070

Setelah bus mencapai Ediburgh waverley Station kembali kami turun dan mencari rute untuk menuju hotel kami, Haymarket Hotel yang berada si dekat Haymarket Station. Semalam kami book hotel ini karena kami kira statioun utama Edinburgh adalah Haymarket Station dan kami memesan hotel murah di dekat stasiun karena untuk memudahkan  kami berkunjung kemana-mana dan tak usah pakai taksi jika hotel kami dekat stasiun…tapi ternyata asumsi itu hanya berlaku di London yang sistem kereta bawah tanahnya sudah sangat baik. Di Edinburgh kereta api hanya digunakan untuk perjalanan luar kota seperti menuju Glasgow, Aberdeen, dundee , Iverness atau London, tidak untuk perjalanan dalam kota dan commuter. Moda transportasi utama dalam kota Edinburgh adalah Lotians Bus yang menyediakan All day Ticket seharga 4 pounds  yang jurusan dan nomor busnya bisa kita search di google maps. Jelasnya seperti ini. misalkan di Google maps kita tentukan start point kita di mana dan tempat tujuan kita di jalan apa, Google maps akan memberikan panduan bus apa saja yang bisa kita gunakan, nomor berapa, turun di mana seberapa jauh dan akan memakan waktu berapa lama..canggih bukan? itu salah satu kenyamanan yang aku peroleh di Britania Raya..Segala sesuatu terkoneksi ke internet dan web, segala sesuatu mudah dipastikan dan membuat kita bertransportasi dengan cara yang lebih simpel. Jam 2.30 siang kami tiba di haymarket Hotel, dan beristirahat di kamar kami masing-masing..3 orang pemuda (ciee pemuda) beristirahat di kamar bawah tanah hotel itu yang  berkapaitas 3 orang, dan 2 orang ibu-ibu beristirahat di kamar atas yang berkapasitas 2 orang..

Jam 4 kami memutuskan untuk kembali ke Old Town sekitar Edinburgh Waverley Station, dan kami mendapati Bus Sightseeing tour sudah mulai tidak beroperasi..Yup di jam itu operasi bus hoop on hoop off tersebut berakhir…tadinnya kami ingin mengunjungi icon edinburgh,  yaitu Edinburgh Castle tapi apa daya karena busnya tak ada dan medan jalan edinburgh itu naik turun, maka malam itu kami habiskan mengelilingi city centre edinburgh seperti princess mal, princess street, hard Rock cafe edinburgh, George Street,  dan kembali ke hotel di malam hari setelah mampir di Mc donalds dan sebuah restoran pizza yang dimiliki oleh seorang muslim…Yup di scotland lebih susah cari makanan halal ketimbang di London, alhasil menu ayam di Mc donalds dan restoran Pizza yang dijaga oleh dua orang muslim itu yang bsa dijadikan tempat makan yang aman…..

Keesokan harinya di pagi hari kami check out dan sarapan di Mc Donalds dekat Edinburgh waverley Station, dan ternyata Bus Sightseeing tour  baru beroperasi jam 9 pagi dan edinburgh castle baru buka jam 9,30 pagi, padahal megabus yang kami pesan untuk membawa kami ke London dijadwalkan berangkat jam 11 siang dari St andrew Square Bus Station….alhasil selama sejam hanya kami lalui berkeliling edinburgh dan take foto di atas bus , karena takut ketinggalan bus ke London…….Hal ini membuatku merasa agak kurang puas dan bertekad dalam hati selama masih di tinggal di London aku harus kembali lagi setidaknya sekali lagi ke kota edinburgh yang indah ini….ternyata semalam di edinburgh tak cukup ….

(Bersambung ke Edinburgh Kota Klasik nan Indah -Glasgow Kota terbesar di Scotland Part 2)

Bandung, 16 September 2012

Dery Abdurrachim Iskandar

13477645311450324683

Tags: edinburgh

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: