Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ella Nurhayati

“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan selengkapnya

Wisata Kawah Putih Ciwidey

REP | 18 September 2012 | 11:34 Dibaca: 3646   Komentar: 10   4

1347941670535708373(nampak depan)

1347941795450581211

(narsis ahh.. hehe :D)

Tiket: Rp 15.000 [wisatawan domestik], Rp 30.000 [wisatawan asing]
Jam Operasional: 07.00 WIB - 17.00 WIB
Fasilitas: Kantor Pusat Informasi, Musholla, Areal Parkir, Kuliner [warung-warung makan], Penginapan [banyak terdapat di daerah Situ Patengan], dll

Akses Transportasi menuju Kawah Putih Ciwidey:
Terminal Leuwipanjang [Bandung] ke Terminal Ciwidey; mini bus [Rp 6.000]
Terminal Ciwidey ke Situ Patengan, angkot [Rp. 5.000]

1347941888864927151(Perhatian!!!!)

1347941959940560086

“Jumlah pengunjung hari biasa, rata-rata mencapai 900 orang per hari. Dan saat liburan, bisa membeludak hingga 10 persen,” ungkap seorang penjaga tiket di Kawah Putih.

1347941993557552342

Tempat Wisata Kawah Putih Ciwidey sepertinya sudah siap go internasional, ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya turis asing yang mengunjungi tempat tersebut. Obyek wisata taman nasional Kawah Putih Ciwidey, yang terletak di kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, di bagian Selatan ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Tersimpan sejarah di tempat unik itu. Menurut buku yang sudah aku baca, Kawah Putih yang berada di Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati. Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining ‘Kawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang. Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyankomg Bas, dan Eyang Jambrong..

Foto-foto lainnya……

134794222011166403321347942253139176218913479422841456967368Pengunjung tidak diperbolehkan berlama-lama di pusat Kawah Putih, karena radiasi gas dari kawah putih berbahaya bagi kesehatan. Maksimal hanya 15 menit. Waktu yang singkat ini biasanya di pergunakan untuk berfoto-foto ria mengabadikan suasana yang unik itu.

13479424422005127208134794248517443402721347942518693360004

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lebaran Sederhana ala TKI Qatar …

Sugeng Bralink | | 30 July 2014 | 22:22

Ternyata Kompasiana Juga Ada Dalam Bidikan …

Febrialdi | | 30 July 2014 | 04:30

Indonesia Termasuk Negara yang Tertinggal …

Syaiful W. Harahap | | 30 July 2014 | 14:23

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 3 jam lalu

Gandhi-Martin Luther-Mandela = Prabowo? …

Gan Pradana | 5 jam lalu

Jokowi Hanya Dipilih 37,5% Rakyat (Bag. 2) …

Otto Von Bismarck | 7 jam lalu

Jokowi yang Menang, Saya yang Mendapat Kado …

Pak De Sakimun | 9 jam lalu

Dilema Seorang Wanita Papua: Antara Garuda …

Evha Uaga | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: