Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Rumitnya Proses Mengolah Tembakau

HL | 04 October 2012 | 06:57 Dibaca: 1795   Komentar: 64   32

Mengolah hasil tembakau tidaklah semudah dan sesederhana seperti hasil panen tanaman lain seperti padi, jagung ataupun sayuran lainnya. Diperlukan waktu panjang, ketelatenan dan juga kesabaran.

Berikut beberapa langkah dari petani dan penggarap  sebelum mereka bisa meraup untung dari hasil panen tahunan tembakau ini.

1. Pemupukkan.

Langkah awal ini dilakukan sesaat sebelum menanam benih dan sesudah benih ditanam

13492758071436655328

pemupukkan, dengan cara melubangi tanah sekitar pohon, lalu menaburkan pupuk ke dalam lubangnya

2. Kira-kira 3 bulan, dimulailah panen pertama pada daun tembakau. Memanen daun tembakau tidaklah mudah, haruslah bertahap dari daun paling bawah hingga daun paling atas, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Dari memanen daun pertama sampai daun terakhir dibutuhkan waktu antara 4 sampai dengan 4,5 bulan. Karena dalam satu batang pohon, daun tembakau dibagi dalam beberapa grid atau tingkatan. Tiap tingkatan itu menandakan kwalitas daun( petani Temanggung menyebut totol) dan biasanya itu terlihat dari warna dan teraba dari aromanya. Untuk aroma memang hanya orang tertentu saja yang bisa menentukan apakah aromanya cukup atau kurang. Dan semakin keatas, kwalitas daun akan semakin tinggi dan hargapun semakin mahal.

1349275979801108733

panen di awali dengan memetik daun yang paling bawah

a. Kwalitas A (Totol A) daun berwarna hijau, biasanya umur sekitat 3 bulan bisa mulai dipanen.

b. Kwalitas B (Totol B) daun berwarna hijau tapi sudah mulai terlihat warna kuning diantaranya

c. Kwalitas C (Totol C) daun berwarna kuning saja.

d. Kwalitas D (Totol D) daun berwarna kuning agak kemerahan

e. Kwalitas E (Totol E) daun berwarna merah namun masih ada semburat kuningnya

f. Kwalitas F (Totol F) daun berwarna kemerahan

g. Kwalitas G (Totol G) daun berwarna merah atau yang disebut juga mbako Srinthil (tembakau dengan kwalitas paling bagus dan berharga sangat mahal)

Sebenarnya Totol F dan G hampir sama warna daunnya yang membedakan hanyalah pada proses memperamnya dikemudian hari. Karena setelah dipanen, daun tembakau tidak bisa lantas diolah, harus melalui proses memperamnya (biasa disebut daun imbon atau daun yang telah di imbu).

1349285736188893351

diperam (diimbu) beberapa hari untuk mengurangi kadar air dalam daun

Dan tiap Totol, proses memperamnya pun berbeda-beda Totol A diperam 2 hari, B diperam 3 hari,C diperam 4/5 hari,D diperam 6/7 hari,E dan F maksimal diperam 9 hari. Adapun dalam memperam itupun haruslah tepat waktu, tidak boleh berkurang ataupun berlebih karena akan menentukan kematangan dan kebusukan daun.

3. Merajang

Sekarang para petani/penggarap tembakau telah dimudahkan dengan mesin pengrajang tembakau yang super cepat. Dibandingkan dulu yang merajang dengan system manual layaknya seorang yang merajang sayur. Kini dalam semalam mesin pengrajang itu bisa menghasilkan berkwintal-kwintal tembakau rajangan

1349276114425696364

mesin pengrajang

13492761841567869587

pisau atau gobang yang telah ditinggalkan para penggarap tembakau

4. Mencampur dengan gula pasir

Setelah dirajang, langkah selanjutnya mencampur dengan gula pasir, rata-rata dengan perbandingan satu kwintal tembakau dicampur 10 kg gula pasir. Tujuan mencampur rajangan tembakau dengan gula  pasir adalah untuk membuat lentur rajangan tembakau hingga nanti memudahkan proses penggulungannya. Dalam proses pengrajangan ini kadang ada penggarap yang “nakal” ingin mendapatkan untung banyak dengan mencampur rajangan tembakau itu dengan bahan pewarna khusus. Memang dari segi warna rajangan tembakau bisa sama dengan yang berkwalitas bagus, namun untuk aroma bisa tercium antara yang asli dan bercampur bahan-bahan lain.

1349284090481538117

rajangan tembakau dicampur dengan gula pasir

13492770702075902476

pewarna tembakau yang sering dipakai oleh penggarap yang

5. Nganjang

Nganjang adalah proses menata rajangan tembakau pada satu tempat yang dinamakan irig untuk kemudian dijemur. Perlu ketelatenan dan juga ketrampilan dalam proses ini. Karena ada cara khusus sebelum akhirnya rajangan tembakau itu tertata rapi di atas irig. Rajangan tembakau harus tetap rapi dan memanjang sehingga setelah kering mudah untuk digulung.

1349277276528007663

perlu kerapian, ketelatenan dan keseriusan pada proses ini karena rajangan tembakau harus benar-benar memanjang dan tidak terputus tiap irisannya

5. Menjemur

Dalam proses penjemuran, selain harus sering dibolak balik, para penggarap haruslah selalu waspada terhadap cuaca, jangan sampai jemuran tembakau ini terkena sedikitpun air(hujan) karena jika kehujanan rajangan tembakau itu akan membusuk, dan tembakau tidak layak jual.

1349284199577799706

cuaca panas sangat diharapkan

6. Pengembunan

Setelah dijemur dengan cukup kekeringannya, rajangan tembakau dalam irig itu ditaat dan ditaruh diudara terbuka  semalaman yang memungkinkan terkena embun pagi. Semakin dingin cuaca maka hasil rajangan tembakau itu akan semakin baik.

1349285011741175215

pengembunan

7. Pengepakkan (Momot)

Setelah proses pengembunan dirasa cukup, tibalah waktunya menata rajangan tembakau dan dimasukkan dalam keranjang tembakau.  Cara memasukkanpun tidak sembarang, ada beberapa langkah yang harus dilakukan penggarap, seperti menata terlebih dahulu lembaran-lembaran pelepah batang pisang kering yang nantinya digunakan sebagai penutup keranjang dan sebagainya. Adapun isi dalam satu keranjang bisa mencapai 40 sampai dengan 50 kilogram tembakau. Keranjangnya sendiri mempunyai berat kisaran 6 sampai 7 kilogram.

13492851611118041679

tatanan tembakau sebelum dimasukkan ke keranjang

134928599053580118

mempersiapkan keranjang

13492884581941865568

saatnya momot (memasukkan tembakau dalam keranjang)

Setelah selesai pengepakkan barulah penggarap itu bisa menjual tembakau pada tengkulak atau menjual sendiri pada gudang-gudang penerima hasil tembakau.

13492866511195434018

siap dipasarkan/ dikirim ke gudang penerimaan hasil panen

Inilah sedikit gambaran betapa rumitnya mengolah tembakau. Meski begitu, petani dan penggarap khusunya yang berada di daerah Temanggung banyak yang menggantungkan kehidupannya pada hasil tanaman musiman ini. Mereka selalu berharap hasil dari panen yang hanya sekali dalam setahun ini bisa menutupi kebutuhan selama setahun. Karena jika cuaca mendukung, kemarau yang sampai berdebu, hasil panen bisa dipastikan berhasil dan mereka meraup keuntungan yang tidak sedikit.

Dengan mengulas sedikit dari jerih payah petani dan penggarap tembakau ini, ada harapan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelanjutan hidup mereka. Karena selama ini dukungan pemerintah dirasa masih sangat minim kepada mereka. Padahal tidak bisa dipungkiri mereka telah menyumbangkan devisa yang besar pada negara.

***************

lereng Sindoro=Sumbing

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 5 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: