Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Mang Jamal

Manusia riang gembira, tinggal di Bandung, sayang anak, hobi ngakak :)

Rotterdam, kota dengan arsitektur unik

REP | 25 October 2012 | 11:48 Dibaca: 372   Komentar: 0   3

Rotterdam, Kota dengan Arsitektur Unik

Saya berkunjung ke Rotterdam di musim gugur 2009, bersama kawan  indekos  dari Leiden.  Pergi pulang menggunakan kereta NS yang nyaman.  Perjalanan ke Rotterdam berhias langit muram seperti mendung khas musim gugur.  Stasiun Rotterdam sendiri tampak unik, kotak memanjang berwarna biru dengan jendela kecil berjajar. Rotterdam tampak sangat modern meskipun disana-sini masih tampak arsitektur jaman dahulu yang masih tetap menyemburatkan keanggunannya.

1351139330657537730

stasiun rotterdam

Dari stasiun Rotterdam kami menyusuri kota tanpa tujuan. Pokoknya keluyuran menikmati kota Rotterdam yang konon salah satu kota pelabuhan terbesar. Akhirnya keluyuran itu berujung di tepi jembatan Erasmus (Erasmusbrug) yang menggunakan system konstruksi rentangan kabel baja. Sebelumnya kami menyusuri museum maritim dengan berbagai koleksi outdoor berupa perahu, mercusuar, dan sebagainya. Dari sana kami, dengan bus kota, keluyuran melewati kampus Universitas Erasmus dan berakhir di sebuah stadion sepakbola, kalau tidak salah Feyenoord Stadion. Dari situ kembali ke kota.

13511454531589672332

kawasan museum maritim

1351139657320343361

jembatan Erasmus

1351140385100390011

di sisi kiri sekitar jembatan Erasmus

Salah satu pemandangan unik di Rotterdam adalah bangunan yang dindingnya miring-miring bercat kuning yang membentang di atas jalan overblaak. Karena dindingnya miring, tentu atapnya juga miring. Uniknya di atap itu terdapat kaca jendela. Tak jauh dari sana, tampak gedung menjulang dengan bentuk seperti pinsil dengan dinding segi banyak.

13511397601036696338

gedung miring bercat kuning

13511397921943217694

gedung miring yang melintang di atas jalan

13511398391666430665

gedung (seperti) pinsil

Ketika melintasi kampus Universitas Erasmus, saya melihat halte bus transparan. seluruh dindingnya dari kaca. halte seperti ini konon menjadi halte standar di negara Eropa Barat. Biasanya, selain poster iklan, di salah satu dinding kaca itu terpampang rute dan jadwal bis kota yang berhenti di halte itu.

13511400691468170354

halte transparan

keluyuran tentu tidak membosankan karena berbagai suguhan arsitektur unik yang terserak di seantero kota Rotterdam. tak puas rasanya memotret dan menatap masing-masing bangunan. banyak arstiktur yang tampak aneh atau unik yang membuat saya geleng-geleng kepala karena sebagian desainnya tampak bermain dengan konstruksi.

13511401851978558588

gedung yang sebagian menggantung

13511402441069591482

bangunan di tepi pelabuhan

1351140321294627607

pemandangan gedung apartemen di sebelah kiri jembatan Erasmus

Keunikan beberapa arsitektur kota Rotterdam ini dalam bentuk miniatur di koleksi taman mini Madurodam di Den Haag. (MJ)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kiprah Ibu-ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 November 2014 | 07:38

Jakarta Street Food Festival: Ketika Kuliner …

Sutiono | | 27 November 2014 | 11:06

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 5 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Dipertanyakan Molornya Pembangunan Dermaga …

Mahaji Noesa | 8 jam lalu

Malunya Tuh Disini (Tepok Jidat) …

Atin Inayatin | 8 jam lalu

Abdi Negara dan Gaya Hidup Sederhana …

Dhita Mona | 8 jam lalu

Kau, Aku, Angin …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Wisata Alam Sejarah Klasik Goa Selomangleng …

Siwi Sang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: