Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Agoeng Widodo

Seseorang yang sedang belajar, dan sangat memimpikan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem karto selengkapnya

Tradisi Unik di Malam 1 Suro (Kirab Kebo Bule)

HL | 14 November 2012 | 14:16    Dibaca: 5265   Komentar: 34   10

Malam 1 (Satu) Suro bagi sebagian masyarakat Jawa (khususnya) masih dianggap sakral. Terlebih jika malam satu Suro tersebut jatuh pada malam Jum’at Legi.  Berbagai ritual (atau) tradisi senantiasa mengiringi malam satu Suro. Diantaranya ada yang tapa bisu, kungkum, ataupun sekedar tirakatan dengan cara lek-lekan secara bersama-sama di pos ronda. Tradisi unik menyambut satu Suro juga ada di Kota Surakarta tepatnya di Keraton Kasunanan Surakarta. Tradisi unik yang diadakan rutin setahun sekali tersebut yakni Kirab Kebo Bule dan Pusaka Keraton.

13528737471879809729

Kebo Kyai Slamet (dok. pribadi)

Kebo bule atau kerbau albino ini memang binatang peliharaan Keraton Surakarta. Konon nenek moyang kerbau ini merupakan binatang kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sehingga kebo bule ini dikeramatkan, dan menjadi salah satu pusaka paling penting di Keraton Surakarta Hadiningrat. Kirab atau arak-arakan Kebo bule ini sendiri biasanya dimulai pada tengah malam. Kerbau (yang kandangnya ada di alun-alun kidul), tanpa digiring akan berjalan sendiri menuju halaman keraton.  Jika sudah begitu, berarti kirab siap dimulai.

1352876236588465547

Salah seorang abdi dalem (dok. pribadi)

Kebo atau kerbau bule ini sering disebut dengan kebo kyai Slamet lantaran secara turun temurun, kerbau albino ini dipercaya sebagai penunggu pusaka kyai slamet (salah satu pusaka milik keraton Surakarta yang kasat mata).  Dalam kirab malam satu Suro, kebo kyai Slamet selalu berada di barisan paling depan sekaligus bertindak sebagai cucuk lampah kirab. Di belakangnya menyusul barisan para Putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, lampu-lampu keraton maupun obor bambu dengan mengenakan busana Jawi lengkap, kemudian diikuti oleh masyarakat Solo dan sekitarnya yang hendak menyaksikan acara kirab secara langsung.

13528751111392191095

Kebo bule masih di kandang (dok. pribadi)

Kirab biasanya dimulai dari halaman keraton menuju alun-alun utara, Gladak, Jl. Mayor Kusmanto, Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran, Jl. Yos Sudarso, Jl. Slamet Riyadi, Gladak, dan kembali ke keraton atau lebih kurang sejauh 3 km. Adapun kirab tersebut dimaksudkan sebagai penolak bala.

Anda tertarik dan ingin menyaksikan secara langsung kemeriahan kirab 1 Suro ini?

Monggo, tindhak dhateng Solo!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tembok Paling Serem Sedunia …

Gaganawati | | 27 May 2015 | 19:42

Menuju ke ‘Perut Bumi’ : …

Christie Damayanti | | 27 May 2015 | 16:50

Memprediksi Android M, Fungsi, Fitur dan …

Giri Lumakto | | 27 May 2015 | 22:09

Romantik Adiratna …

Tasch Taufan | | 27 May 2015 | 22:03

Main Bowling di Padang Rumput, Apa Bisa …

Tjiptadinata Effend... | | 27 May 2015 | 16:38


TRENDING ARTICLES

Menguak Citra Buruk PSSI? …

Hery | 12 jam lalu

Ira Koesno, Barbie dan Beras Plastik …

Andi Kurniawan | 14 jam lalu

Fahri Hamzah ‘Menenggelamkan KPK’ …

Jubir Darsun | 16 jam lalu

Sepp Blatter Biang Korupsi FIFA …

Zen Muttaqin | 17 jam lalu

Istana Presiden Ternyata Bangunan Ilegal …

Elde | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: