Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Kutubuku

Tukang insinyur yang doyan jalan jalan.

Mengembara di Praha

OPINI | 16 November 2012 | 00:18 Dibaca: 786   Komentar: 4   3

Hobi saya memang jalan-jalan. Jika ada duit lebih dan waktu luang lebih, sudah gatal rasanya kaki ini untuk berangkat. Untungnya karena saya tinggal di salah satu negara Eropa yang mempunyai perjanjian visa Schengen dengan negara2 lain, acara jalan2 cuma butuh beli tiket dan angkat koper.

Jangan lupa, bahwa Republik Ceko tidak menggunakan mata uang Euro seperti mayoritas negara di Eropa, jadi harus menukarkan uang ke Czech Koruna, mata uang setempat.

Akhir musim panas tahun ini saya berkesempatan jalan-jalan ke Praha, kota cantik Bohemia di Eropa timur.

Dari airport di Praha ke city center sangatlah gampang, dan biayanya lumayan murah. Info lengkapnya bisa dilihat disini, dan kebetulan saya dan teman saya memilih opsi nomor satu, yaitu naik bis #119 sampai ke ujung metro line A di Dejvicka, dari situ kami naik metro ke arah Wencelas Square, metro stop terdekat dengan hotel kami di pusat kota Praha.

Praha adalah kota tua yang didekorasi bangunan2 kuno bergaya bohemia dan beratap runcing. Cantik dan Eropa sekali.

Pointy ends

Yang terkenal dari Praha adalah astronomical clock yang ada di sebelah kiri gambar. Banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan astromical clock ini berdetik, juga masuk ke menara jam nya. Kebetulan karena waktu kami terbatas, jadi kami hanya melihat2 dari luar saja.

Alley view

Menurut kami yang berdomisili di salah satu negara Skandinavia yang terkenal dengan biaya hidup yang mahal, Praha adalah kota yang sangat murah. Makanan di restaurant, barang2 yang dijual toko, harganya bisa kurang dari separuh yang biasa kami lihat di negara tempat tinggal kami.

Kami sempat makan siang di restaurant yang agak jauh dari keramaian (tips jalan2: selalu carilah tempat makan yang dikunjungi oleh orang lokal, dijamin ke otentikannya. Caranya? Jangan masuk ke restaurant2 di daerah turis yang makanannya mungkin membosankan dan harganya pasti lebih mahal daripada restaurant yang melayani orang lokal) dan pas kami melihat daftar menu dan harganya, sampai kami nggak percaya dengan harga yang tertera.

Apakah kita yang salah menghitung?

Tapi memang ternyata harga2 makanan disana murah sekali. Satu gelas besar bir yang biasanya harganya sekitar seperempat dari harga satu gelas bir di negara tempat tinggal kami :)

Jalan-jalan ke Praha, jangan lupa menengok keatas, melihat atap kota yang luar biasa cantik dan dekorasi gedung2 kuno yang macam2 dan unik

Fancy wall

Charles bridge, jembatan terkenal di Praha juga jangan lupa dilewatkan

Charles Bridge

Selain Praha, kita sempat mengunjungi kota kecil bernama Kutna Hora yang terkenal dengan kapel tengkoraknya.

Dari Praha, kita naik kereta sekitar 1 jam ke kota ini. Saya sempat underestimate dengan layanan transportasi umum di Praha, terutama dengan servisnya, tapi ternyata membeli tiket kereta di stasiun utama Praha sangat cepat dilayani dan efisien. Semua pengumuman ada dalam tiga bahasa (bahasa Ceko, bahasa Inggris dan bahasa Jerman).

Kapel tengkorak ini terletak agak diluar kota.

Skulls and Bones

Isi kapel ini? Ya tentu tengkorak dan tulang2

DSC_7244

Kebanyakan tengkorak dan tulang2 yang ditumpuk disini adalah korban epidemi jaman dulu (ceritanya bisa dibaca lebih lengkap disini), tapi yang jelas ini kapel tidak ada suasana horor sama sekali, justru malah tengkorak2 dan tulang2 ini dibuat untuk mendekorasi kapel ini.

DSC_7235

Selepas acara melihat2 kapel ini, kami jalan2 ke kota Kutna Hora yang sepi. Sayang saat ini saya sudah terlalu lelah untuk mengambil gambar, jadi maaf tidak ada foto :)

Sekian cerita saya dari Praha dan Kutna Hora, semoga memberi inspirasi jalan2 ke Praha.

Semua foto adalah milik pribadi. Mohon minta ijin dulu sebelum menggunakan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriah Nobar Relawan di Episentrum Kalla …

Indra Sastrawat | | 20 October 2014 | 12:56

Terima Kasih Juga Untuk Ibu Ani Yudhoyono …

Gapey Sandy | | 20 October 2014 | 13:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Gajimu Bukan Segala-galanya …

Jazz Muhammad | | 20 October 2014 | 13:41

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Dilantik, Bye-bye Skandal Pajak BCA …

Amarul Pradana | 6 jam lalu

Standing Applause, Bagi Kehadiran Prabowo …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Beda Perayaan Kemenangan SBY dan Jokowi …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 11 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 9 jam lalu

Tanpa Disangka Sangka Teman Saya Memberikan …

Taufiq Rilhardin | 9 jam lalu

Peringatan Awal Anas Urbaningrum untuk …

Jblues | 10 jam lalu

Demokrasi dalam Cangkir Kopi …

Fery Nurdiansyah | 10 jam lalu

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: