Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Shanan Asyi

Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Baca buku kedua saya "Kisah Perjalanan Umrah", dapat di download di http://www.mediafire.com/?m3o396e721b5wgo Lihat selengkapnya

Kisah Perjalan Umrah (Last part)

REP | 22 November 2012 | 00:27 Dibaca: 159   Komentar: 0   0

Akhirnya waktu berpisah dengan Mekkah pun tiba. Tujuan selanjutnya adalah Jeddah dengan bandara King Abdul Azisnya. Hari itu kami berangkat dari mekkah jam 7 pagi. Sebelum berangkat terlebih dahulu kami melakukan tawaf terakhir yaitu tawaf wada’ atau tawaw perpisahan. Setelah tawaf langsung saja bus menuju kota Jeddah, perjalan ke Jeddah tidak terlalu lama lebih kurang 1 jam. Di kota jeddah saya melihat banyak sekali foto-foto raja Arab yaitu king Abdullah disana. Sangat berbeda dengan di Indonesia yang ada lambag partai bertebaran dimana-mana.Kota jeddah merupakan kota International yang dapat dimasuki oleh orang kafir. Kondisi kota jeddah berbeda dengan Mekkah dan Madinah yang banyak sekali pasir, kota jeddah sedikit lebih modern. Kalau dilihat-lihat kota jeddah sedikit di atas kota Kuala Lumpur.

Pertama-tama di Jeddah kami mengunjungi pusat belanja di Jeddah yaitu Cornix. Kira-kira itu tanah abangnya atau block Mnya jeddah. Disana banyak sekali pedagang yang berasal dari Indonesia. Nama tokonyapun berasal dari bahasa Indonesia dan makanan-makanannya semuanya khas Indonesia. Disana juga murah meriah bahkan kita bisa menawar hingga setengah harga. Selain dari toko-toko selain cornix di Jeddah juga terdapat mall-mall sekelas grand indonesia dan Grand Plaza. Mall-mall kelas atas dengan harga kelas atas pula. Di mall tersebutlah baru tampak orang Arab yang menggunakan pakaian biasa untuk berpergian. Di mall tersebut jugalah saya baru tau kalau dibalik ubah hitam wanita Arab didalamnya mereka malah menggunakan pakaian modern seperti t-shirt dan jeans, tapi tetap saja di tutup dengan jubah atau gamis hitam tersebut. Hal lainnya lagi walaupun itu adalah mall modern, mall tersebut tetap tutup ketika adzan berkumandang dan akan dibuka lagi ketika shalat telah usai.

Setelah berjalan-jalan di jeddah akhirnya kami melewati laut merah. Laut merah yang kalau dari dekat pantai sih tidaak terlalu tampak warna merahnya. Tapi kalau sudah ditengah-tengah lautnya baru tampak warna merahnya. Hal ini disebabkan oleh banyakanya ganggang merah yang hidup disana. Di pantai laut merah tersebut juga terdapat Mesjid Apung. Esjid yang terapung di laut ini tidak betul2 terapung, hanya terlihat seperti terapung. Mesjid ini memiliki tiang yang turun hingga ke dasar laut sebagai pondasinya. Disini juga banyak pedagang dari Indonesia. Sedikit cerita ketika saya sedang berbelanja di sekitaran mesjid apung terlihat ibu-ibu sedang menjual sekilas terlihat seperti orang Arab. Tiba-tiba dia berbicara di telepon dengan siapa gitu. Eh malah bahasa sunda yang keluar. Hahaha. Di mesjid apung ini saya melaksanakan shlat jum’at.

Setelah selesai shalat jum’at jamaah langsung kembali ke bus dan langsung menuju bandara International king Abdul Azis. Setelah ketibaan disana untuk masuk kedal bandara juga memakan waktu yang cukup lama sehingga kami semua harus dibakar dulu di luar bandar oleh panas yang terik. Setelah kira2 dua jam baru kami semua dapat masuk dan beristirahati di dalam bandara, padahal itu dalam bandara tapi kamimalah tidur-tiduran di lantainya. Sekitar 2 jam kemudian baru menaiki pesawat, menuju jakarta, lalu menuju Aceh Allahuakbar.

Demikian lah kisah umrah yang penulis alami dan apa yang penulis alami ini benar-benar hal yang nyata yang dialami seingat penulis. Keluarbiasaan 10 hari di tanah Arab di bulan ramadhan betul-betul undangan tak terkira darinya. Semoga bagi pembaca yang membaca kisah ini diberkahis semua oleh Allah ta’ala, dan diberikan umur panjang dan dapat pergi juga ke Baitullah aamin. Akhir kata Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

add my twitter: @shanan4
read my Novel http://www.mediafire.com/?74frgepiyj8pc6x

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 5 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Pemberian Itu Bahasa Kasih …

Roy Soselisa | 7 jam lalu

Dosa Sarjana Ilmu Komunikasi (Media) …

Yons Achmad | 8 jam lalu

Jokowi: Pendidikan, Riset, dan Intelejen …

Ay_satriya Tinarbuk... | 8 jam lalu

Menggadaikan Wakil Rakyat …

Yustinus Sapto Hard... | 8 jam lalu

Keadilan untuk Orang Miskin vs Keadilan …

Jubir Darsun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: