Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Harun Jafar

Peminat dalam artikel-artikel sejarah, politik, budaya dan wisata.

Beberapa Obyek Wisata di Kota Tua Istambul

REP | 28 November 2012 | 12:26 Dibaca: 230   Komentar: 0   0

Istambul sungguh merupakan suatu kota milik dunia, di mana terjadi perpaduan antara peradaban barat dan timur, suatu kota yang hidup, antik namun juga modern, dan mempunyai identitas yang khas. Masa lampaunya yang sarat dengan sejarah berpadu erat dengan keceriaan dan kemodernan masa kini. Meski bukan lagi merupakan ibu kota Turki, Istambul masih merupakan pusat budaya dan niaga negara itu.
Kota ini dikelilingi oleh air, yaitu dilewati oleh selat Bosphorus yang sempit, dan di sebelah selatannya terletak Laut Marmara yang tenang, dan disebelah utaranya terletak Laut Hitam. Selat Bosphorus membelahnya menjadi dua bagian, bagian barat Istambul yang terletak di benua Eropa, dan bagian timur Istambul yang terletak di benua Asia. Jadi Istambul merupakan satu-satunya kota di dunia yang terletak di dua benua!

1354073725522307912

Peta Istambul

Di bawah ini adalah gambaran singkat tentang beberapa obyek wisata yang terletak di bagian kota tua Istambul yang disebut Sultanahmed. Distrik Sultanahmed ini menjadi tujuan kebanyakan wisatawan karena obyek-obyek wisata yang terkenal di Istambul banyak yang terketak di sini, dan obyek-obyek itu bisa dicapai dengan jalan kaki dalam waktu kurang lebih 30 menit dari satu tempat ke tempat lain, atau dengan ‘tram’ yang menyusuri daerah ini. Juga di daerah ini banyak didapati ‘boutique hotel’, yaitu rumah-rumah besar (mansions) warna-warni yang terbuat dari kayu pada zaman kesultanan Utsmaniyah, yang direnovasi jadi hotel.

1354073857919367555

Tram melewati Sirkeci, bagian kota lama Istambul

HAGHIA SOPHIA
Atau Ayasofya dalam bahasa Turki, merupakan warisan agung arsitektur dari zaman Romawi Timur yang juga dikenal sebagai ‘keajaiban dunia ke delapan’. Bangunan awalnya terbakar pada tahun 404, dan bangunan kedua musna pada peristiwa huru-hara Nika pada tahun 532. Bangunan ketiga yang dirayakan peresmiannya oleh kaisar Justinianus pada tahun 537, berdiri tegar sampai sekarang, meski mengalami beberapa kali peperangan dan gempa bumi.
Kaisar Justinianus yang memerintah pada masa yang dianggap paling cemerlang dalam kekaisaran Romawi Timur, berharap bisa membangun ‘basilica’ yang bisa menandingi Kuil Solomon di Yerusalem purba. Harapannya itu terwujud pada Haghia Sophia ini. Perancangya adalah Isidore dari Melitus, dan Anthemius dari Tralles. Keduanya adalah orang Yunani. Banyak pilar dan batu pualam yang digunakan pada pembangunan Haghia Sophia diambil dari bangunan-bangunan purba di Anatolia. Pilar-pilar kuil Arthemis dari Ephesus termasuk yang dipakai sebagai bahan dalam pembanguan basilica ini.
Basilica ini diubah menjadi masjid pada tahun 1453, setelah Sultan Mehmed II dari kesultanan Utsmaniyah menaklukan Constantinople. Lonceng-lonceng, altar, gambar atau mosaik para orang suci, dan alat-alat peribadatan gereja disingkirkan atau ditutupi, dan atribut masjid seperti mihrab dan mimbar, serta 4 menara ditambahkan. Semenjak 1934 Haghia Sophia diubah menjadi museum.

13540742841002950873

Haghia Sophia

Beberapa mosaik keluarga kudus masih bisa dilihat pada serambi atas selatan Haghia Sophia. Antara lain mosaic yang menggambarkan sang bayi Yesus yang digedong oleh ibunya, Maria, dan diapit oleh kaisar Yohannes II Comnenus dan permaisuri Irene.

13540744222133731414

Mosaik bayi Yesus dan Maria di serambi atas Haghia Sophia

SULTANAHMED CAMI
Atau Masjid Sultan Ahmed, yang juga terkenal sebagai Masjid Biru karena dekorasi dalamnya yang menggunakan ubin keramik biru dari Iznik. Sultan Ahmed I baru berumur 19 tahun ketika ia memerintahkan pembangunan masjid ini. Ia begitu bersemangat dalam proyek pembangunan masjid ini sampai seringkali ia ikut ‘turun tangan’ bekerja bersama para pekerjanya. Arsitek masjid ini adalah Mehmet Aga, murid Sinan, arsitek Turki terkenal yang merancang masjid Sulemaniye di Istambul dan masjid Selimiye di Edirne. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1616.

13540746341272040844

Sultanahmed Cami dengan 6 menaranya

Untuk melambangkan supremasi Islam dan kesultanan Utsmaniyah atas Romawi Timur yang Kristen, Sultan Ahmed menetapkan letak masjid ini, yang berada di atas bekas istana kekaisaran Romawi Timur dan berhadapan dengan Haghia Sophia. Masjid ini mempunyai 6 menara, yang menurut dongeng berasal dari keinginan Sultan untuk membangun menara masjid yang bersalutkan emas (altin), namun sang arsitek salah menangkapnya sebagai alti (enam) menara masjid! Masjid ini juga punya ciri khas lainya, yaitu mempunyai 16 serefes (panggung buat muazin). Angka ini merujuk kepada kenyataan bahwa Sultan Ahmed adalah sultan yang ke 16 dari kesultanan Utsmaniyah.

1354076448155302231

Kubah Masjid Sultan Ahmed

YEREBATAN SARNICI
Salah satu faktor negatif buat Istambul di zaman dulu adalah kurangnya pasokan air minum buat penduduknya. Tentu saja penguasa kekaisaran Romawi Timur dan kesultanan Utsmaniyah berusaha mengatasi hal ini. Malahan sebelum menjadi ibu kota kekaisaran Romawi Timur, sudah ada beberapa usaha untuk mendatangkan air minum ke kota ini dengan membangun ‘viaduct’ bertingkat dua (Bozdogan Kemeri), yang mengangkut air dari hutan Belgrade ke komplek istana di distrik Sultanahmed. Dan pada masa kekaisaran Romawi Timur, dimulai oleh kaisar Constantine dan diperluas kaisar Justinianus pada tahun 532, dibangun beberapa ‘bak air raksasa’ di dalam tanah untuk rakyat. Salah satu contoh yang terbaik dari ‘bak air raksasa’ dalam tanah ini adalah Yerebatan Sarnci, yang letaknya di seberang Haghia Sophia.

1354076575296252560

Yerebatan Sarnici

Bak air raksasa di bawah tanah ini berukuran 138 meter X 64,6 meter, dan bisa menampung 80.000 meter kubik air. Atap bak air raksasa ini ditopang oleh 336 tiang setinggi 9 meter dan terbuat dari batu pualam. Salah satu tiang itu beralaskan kepala Medusa (yang dalam dongeng Yunani digambarkan sebagai anak dewa laut yang berambut ular). Yerebatan Sarnici sekarang hanya diiisi dengan air yang dangkal, di mana dipelihara ikan-ikan dan dibangun panggung kayu tempat para pengunjung berjalan mengitarinya.

1354076678732409994

Tiang pada Yerbatan Sarnici dengan kepala Medusa yang terbalik

TOPKAPI SARAYI
Sehabis menaklukkan Constantinople, Sultan Mehmet II membangun istana Topkapi sebagai tempat kediaman utamanya pada tahun 1459 – 1465, yang juga dipakai sebagai tempat kediaman sultan-sultan Utsmaniyah selanjutnya selama 400 tahun. Ia merancangnya sebagai kelompok paviliun yang tersebar pada 4 ‘courtyards’, yang mencerminkan formasi tenda-tenda nenek moyang bangsa Turki yang masih merupakan kelompok nomad yang mengembara di Asia Tengah. Arsitektur Istana Topkapi berbeda dengan arsitektut istana-istana di Eropa. Para sultan pada masa awal kesultanani Utsmaniyah banyak membangun bangunan-bangunan ibadah yang ‘super megah’, tetapi buat arsitektur kediaman pribadi mereka, malahan memilih desain sederhana yang hanya sekedar memenuhi kebutuhan. Hal ini mungkin sangat dipengaruhi oleh pemikiran dalam agama Islam. Istana Topkapi terletak di lokasi ‘prima’ pada semenanjung Istambul yang bersejarah, dengan pandangan satu sisi ke Laut Marmara, dan sisi lain ke Selat Bosphorus.

13540715441606160674

Topkapi Sarayi

Selain sebagai kediaman pribadi Sultan dan keluarganya, istana Topkapi juga merupakan pusat administrasi kesultanan. Berbagai upacara besar yang melibatkan sultan dan pejabat tinggi yang mengenakan segala tanda-tanda kebesaran mereka, audiensi dengan para duta besar dari menca negara, maupun proses penghukuman mati para pejabat negara, terjadi di istana ini. Jadi istana Topkapi merupakan tempat yang menyaksikan semua peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Kesultanan Utsmaniyah.

1354072877924824740

Bab-i Humayun

Pada zaman dulu pintu gerbang masuk ke istana Topkapi adalah Bab-I Humayun, yang di sebelah kiri dan kanan gerbangnya ada tempat penjaga. Gerbang ini dibangun pada tahun 1478. Di atas gerbang ini ada apartemen yang dibangun Sultan Mehmet II, yang musna karena kebakaran pada tahun 1866. Sebagai museum pada zaman sekarang, gerbang masuknya adalah Bab-us Selam, yang dibangun pada tahun 1524. Pintu gerbang ini adalah tempat untuk menyambut tamu-tamu sultan, tetapi juga merupakan tempat untuk menghukum mati pejabat kesultanan. Gerbang ini menuju ke Divan Meydani di mana koleksi harta karun (hazine kogusu), senjata serta baju zirah zaman kesultanan Utsmaniyah dipamerkan.

13540731461522734866

Bab-us Selam

Harta karun yang dipamerkan termasuk Badik Jamrud Topkapi, yang merupakan hadiah yang akan dipersembahkan oleh Sultan Mahmud I dari Turki kepada Nadir Shah, penguasa Iran pada tahun 1746, namun tidak terlaksana karena Nadir Shah mati terbunuh. Permata yang dipamerkan antara lain adalah Spoonmaker’s Diamond yang berukuran 86 karat dan punya cerita panjang.

13540768341669752086

Badik Jamrud Topkapi

Bagian lain yang menarik untuk dikunjungi di istana Topkapi adalah Harem, ruang-ruang dan serambi-serambi yang dulu hanya boleh ditinggali oleh sultan, permaisuri, ibu suri, selir-selir dan 200 kasim atau sida-sida yang melayani sultan Utsmaniyah.

1354076935100025355

Salah satu ruang di bagian Harem Topkapi

BAZAAR REMPAH-REMPAH
Nama lainnya adalah Misir Carsisi yang terjemahannya adalah Bazaar Mesir. Pasar in dibangun pada tahun 1660 sebagai bagian dari komplek Yeni Cami (Masjid Baru). Nama Bazaar Mesir ini diturunkan dari fakta bahwa pasar ini didanai dari bea cukai yang dikenakan atas impor dari Mesir. Lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai ‘Spice Bazaar’, karena di pasar ini selama beberapa abad rempah-rempah memang merupakan barang utama yang diperdagangkan. Pada zaman sekarang selain rempah-rempah, juga dijual cindera mata buat para wisatawan seperti manis-manisan Turki, kunyit (saffron), kacang-kacangan, selendang, dan lampu hias Turki yang warna-warni, permadani, pici Turki, dan baju tari perut dan sebagainya.

13540795211680469672

Bazaar Rempah-rempah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 10 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 11 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 11 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 11 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 11 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 12 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: