Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Pesona Pantai Kenjeran Surabaya

REP | 09 December 2012 | 15:16 Dibaca: 1685   Komentar: 0   0

Beberapa jam yang lalu saya sudah menulis tentang kuliner di Surabaya, dan sekarang saya akan sedikit mengulas tentang wisata yang masih di daerah Surabaya juga. Pantai Kenjeran salah satunya. Pantai kenjeran adalah satu-satunya pantai yang ada di daerah Surabaya. Pantai Kenjeran ini terletak di sebelah Timur Kota Surabaya, dari pintu masuk provinsi Jawa Timur ini dapat ditempuh melalui Jalan Waru,lalu Ahmad Yani, lalu Wonokromo, lalu Basuki rahmat, lalu pemuda, lalu Dharmahusada (Prof.Dr.Moestopo), lalu Kalijudan/Mulyosari dan Kenjeran. Pantai ini letaknya tepat di kecamatan Kenjeran timur Surabaya, sekitar 9 Km dari pusat kota. Pantai Kenjeran ini mempunyai dua pantai,yaitu pantai lama dan pantai Kenjeran baru.

Pantai Kenjeran menyimpan banyak sekali keindahan, ombaknya yang sangat tenang,pepohonan yang jarang, pantainya yang dangkal dan berangin menjadikan tempat ini banyak menjadi alternativ wisata yang banyak di kunjungi oleh masyarakat sekitar. banyak kegiatan yang bisa kita lakukan disana. Kegiatan yang dapat kita lakukan di Pantai kenjeran Lama adalah kita bisa menikmati indahnya panorama pantai, memancing, berlayar, dan berbelanja berbagai ikan laut. Sementara kegiatan yang bisa kita lakukan di pantai kenjeran yang baru adalah tempat ini biasanya juga digunakan untuk kegiatan olahraga, seperti tenis, Pacuan kuda, Balap motor, memancing, Berenang, ada tempat ibadah juga, dan tempat bermain anak-anak. Namun sayangnya kebersihan dan tata letaknya kurang terjaga, masih banyak sampah yang berserakan. Jika beruntung, saat air pasang, kita bakal disuguhi atraksi olah raga selancar angin.Kenjeran sendiri adalah sebuah kecamatan di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pantai Kenjeran juga terkenal sebagai tempat rekreasi bagi keluarga. Mayoritas penduduk di kecamatan kenjeran tersebut beragama Islam karena terdapat Pondok Pesantren Al-Fitrah di kedinding Lor. Penduduk di kecamatan Kenjeran mayoritas Suku Jawa dan Madura karena di daerah Bulak Banteng dan Tambak Wedi memakai logat berbahasa Madura.

Sekitar 10 kilometer dari Pantai Kenjeran tersebut, terdapat dua objek wisata yang tidak kalah popular yaitu Taman Hiburan Pantai Kenjeran dan Pantai Ria Kenjeran. Sebenarnya tempat wisata ini sama semua,masih satu tempat tapi memang berbeda namanya Tak heran bila tempat wisata ini di kunjungi banyak wisatawan apalagi di hari libur. Tempat parkirnya yang luas, sehingga dapat menampung ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk masuk dalam tempat wisata ini, setiap pengunjung dikenai tiket masuk Rp 2.000.

Di sana kita juga bisa melihat anak-anak sekitar Pantai Kenjeran tersebut yang sedang menangkap kepiting. Umpan yang mereka gunakan untuk menangkap kepiting itu adalah kepala ikan. Cara menangkap kepiting ala anak-anak itu ternyata juga sangat mudah cukup umpan dipasang dalam jaring dari kawat lalu tinggal dicemplungkan saja ke dalam laut, dan tunggu beberapa saat, pasti kepiting itu akan tertangkap.

Di sekitar Pantai Kenjeran tersebut juga bisa menemukan jajanan khas Surabaya seperti lontong kupang, sate kerang, rujak cingur, es dawet, putu, kelepon,dll yang dijajakan di sekitar pantai. Di lokasi ini juga terdapat banyak pedagang yang menjajakan bermacam-macam jenis makanan yang berbahan dasar ikan laut dan berbagai macam jenis ikan laut yang mentah dan segar,ada juga yang sudah matang dan siap untuk dimakan. Souvenir bermacam-macam kreasi berbahan binatang laut, kerajinan khas pantai juga banyak dijajakan para penjual di Pantai Kenjeran tersebut, kita tinggal melangkah ke kios-kios yang berjejeran disana. Semenjak tempat wisata ini diresmikan, banyak orang yang datang ke tempat peribadatan yang dibangun di sudut Pantai Ria kenjeran. Selain bersembayang, ada juga yang datang untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahunya. Sensasi keanggunan patung Dewi Kwan , atau ada juga patung Budha raksasa berwajah empat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 15 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 16 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Menulis bagi Guru, Itu Keniscayaan …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 9 jam lalu

Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan …

Herman Wahyudhi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: