Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ambisi Setelah Tembok Raksasa China

REP | 14 December 2012 | 05:03 Dibaca: 926   Komentar: 19   5

13554147071671297637

Tembok Raksasa China. Foto milik Kusmanto

China sedang berambisi membangun jaringan kereta cepat ke 7 negara Eropa.

Nyatanya tembok raksasa China tidak bisa dilihat dari kejauhan luar Angkasa apalagi dari bulan.
Itu adalah mitos dan telah dibuktikan oleh NASA maupun astronot dari negara China.
Tetapi China akan membuat jaringan transportasi yang jauh lebih hebat dari tembok China.

13554150481518054050

Foto milik Kusmanto

Great Wall Of China
Butuh waktu lebih dari 500 tahun dan melewati 4 Dinasti. Ternyata tembok raksasa yang panjangnya lebih dari 8 kali pulau Jawa, awalnya dibangun tanpa koordinasi dan tidak langsung bersambungan. Dengan berjalannya waktu, aneka bentuk dan aneka konstruksi disambung menjadi panjang sekali. Saking panjangnya, tembok raksasa ini melewati beberapa provinsi.

Beijing adalah kunjungan saya khusus untuk berfoto kemegahan dan kebesaran budaya China.
Saya memilih kota Beijing, karena bisa melihat tembok China yang khusus ditata untuk turis.
Kami sekeluarga berangkat dari bandara Cengkareng melewati bandara Xianmen Gaoqi menuju bandara Beijing, sekitar 7 jam perjalanan.

Karena kami tiba di bandara Beijing pada pagi hari, maka kami keliling kota Beijing sambil makan siang.
Kami mencari bebek Peking (dahulu sebelum Beijing adalah Peking), ternyata yang memandu kami tidak bisa menemukan selera saya tentang bebek Peking. Memang selera Indonesia berbeda pula dengan lidahnya orang Peking (Beijing) asli.

1355415588937675155

Bird

Bird’s Nest atau Beijing National Stadium untuk pesta olimpiade.
Memang dasar China, apa saja maunya yang paling besar dan megah. Demikian juga bangunan olimpiade ini di bangun untuk prestis negara China walaupun pengunaannya sangat sangat sangat jarang sekali.

13554166221557352407

Hotel berbentuk kepala dan tubuh naga untuk sarana Bird. Difoto oleh Kusmanto pada sore hari

Hotel bintang lima berbentuk Naga.
Selain gedung untuk lomba olimpiade, juga kota Beijing dipenuhi oleh bangunan penunjangnya, seperti hotel dan sarana perkantorannya. Lagi lagi ciri khas China, terbesar dan megah walaupun pengunaannya belum diperlukan dalam jangka pendek.

Setelah keliling kota yang dipandu oleh wanita asli china dan sangat hebat dalam berbahasa Indonesia, kami sorenya diantar kembali kehotel untuk istirahat.
Tetapi hati saya tergoda untuk foto Bird’s Nest pada malam harinya.
Hasil fotonya, menurut saya luar biasa sekali indah dan megahnya.

Kota Beijing dimalam hari tampak terang, karena hampir semua ornament pusat kota dibalut oleh lampu dekorasi yang indah. Sampai saya berpikir, apakah mereka mengunakan pembangkit tenaga nuklir ?

Di Beijing; sungguh sulit berkomunikasi dengan warga China. Karena dijaman China menutup diri, sekolah tidak mengajarkan bahasa Inggris. Karena itu mereka sangat sulit berbahasa Inggris.
Kami naik taksi dari hotel menuju Bird’s Nest. Kami hanya katakan Bird’s Nest, maka supir taksinya manggut manggut saja. Kamipun diantar tanpa komentar apapun juga.
Pulang nya pun demikian, kami hanya kasih lihat kartu nama hotel kami, maka kamipun bisa pulang lagi.

Pengalaman yang lucu naik taksi di kota Beijing, karena hanya mengunakan bahasa tubuh saja.
Saat kami turun taksi di depan hotel, tiba tiba ada pemuda ganteng mendadak menuju kami.
“Cantik” kata pemuda itu dalam bahasa mandarin.

Saya dan teman saya sangat kaget sekali saat dikasih lihat foto foto wanita cantik. Langsung kami sadar dan katakan “No” sambil langsung masuk ke hotel karena cuaca masih sekitar 4 drajat celcius. Hahaha…. Itulah China, tidak ada yang mejeng dijalan tetapi China sungguh luar biasa.

OKB China mengunakan mobil yang mewah.
Benarlah apa yang dikatakan dunia, bahwa China, India dan Indonesia yang saat ini ber-ekonomi baik.
Mobil Mewah sangat banyak dan baru. Sedangkan mobil kecil atau sedan kecil hampir tidak saya lihat.
Motor dan Sepeda hanya kadang kadang saja bisa saya lihat di jalan yang sangat luar biasa lebarnya.

Di depan hotel, saya sering melihat banyak mobil mewah yang antar jemput tamu.
Dan yang luar biasa adalah supirnya wanita muda, cantik dan boleh dikatakan seksi. Luar biasa tamu hotel saya itu. Tamunya diantar jemput dengan mobil Mercedes dan BMW seri besar.

13554153081075375380

Ditembok sebelah kanan ada rantai yang sangat panjang dan di gembok. Sedangkan anak kuncinya dibuang sebagai lambang cinta abadi. Foto milik Kusmanto

Tembok raksasa China adalah target kami selama tiga hari di Beijing.
Kami berniat memuaskan diri untuk foto dari aneka sudut dan menanti matahari terbit dan terbenam.
Tetapi nyatanya kami tidak bisa mendapatkan matahari terbit maupun terbenam. Cuaca tidak mendukung, tetapi kami harus puas dengan apa yang telah kami foto.

13554169982143738331

Perhatikan panjang betis dengan tingginya anak tangga. Ukuran anak tangga raksasa, yang tingginya bisa sekitar 40 cm. Sangat letih untuk naik keatas. Foto milik Kusmanto

Anak tangga tembok china.
Namanya saja tembok raksasa China. Maka anak tangganya pun ukuran raksasa, tidak tanggung tanggung, ada yang tingginya 30 sampai kira kira 40 cm. Luar biasa letihnya untuk naik keatas dan saya tidak sanggup jauh naik keatasnya.
Konon cerita dari pemandu kami, bahwa presiden Amerika bisa saja sampai posisi teratas. Tetapi dengan mengunakan helilopter. Lagi pula saya tidak yakin pengawal presiden nya mampu naik tangga demikian tinggi dan jauh.

1355417324361661833

Untuk mencapai menara kesatu saja sudah sangat letih dan tidak sanggup. Foto milik Kusmanto

13554174821542109497

Foto milik Kusmanto

1355418103549225494

Foto milik Kusmanto

13554181311982256234

Foto milik Kusmanto

China akan bangun jaringan kereta cepat di tujuh negara Eropa.
Berita ini yang saya dijelaskan oleh wanita pemandu China yang kuliah di universitas Beijing jurusan bahasa Indonesia. Katanya China menawarkan pembangunan jaringan kereta cepat dengan cara pembayaran yang sangat lunak dan berjangka panjang. Negara bersangkutan bisa membayar dengan uang maupun dengan cara memberikan hasil tambang bumi mereka untuk jangka panjang.

China memang gila, mau dibayar dengan apa saja, yang penting terjadi bisnisnya.
Ambisi China adalah mengabungkan 7 negara Eropa dengan jaringan kereta api super cepatnya.

Yah itulah kunjungan saya ke Beijing khusus konsentrasi berfoto di tembok raksasa China.
Semoga saya masih dikasih panjang usia untuk melihat ambisi China membangun jaringan kereta cepat antar negara yang jauh berlipat kali lebih panjang dari tembok raksasa China.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 10 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 10 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 11 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: