Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Idhar Ahmad Syaefuzzaman

mahasiswa ilmu komunikasi UIN SUNAN KALIJAGA Yogyakarta,

Kraton Suci di Puncak Pegunungan Bulupitu

REP | 26 December 2012 | 07:53 Dibaca: 1558   Komentar: 0   0

Bulupitu, tempat ini merupakan suatu pegunungan di kabupaten kebumen, jawa tengah. Konon dulunya bulupitu bukan merupakan suatu pegunungan, masih berbentuk dataran dan hutan. Namun ada seorang ayah yang membuang anaknya yang bernama joko sangkrib, joko sangkrib hanya dibekali sebuah blangkon milik ayahnya dan satu buah tongkat untuk membantu berjalan. Joko sangkrib dibuanng lantaran memiliki penyakit koreng diseluruh tubuhnya. Setelah di suruh pergi oleh ayahnya, joko sangkrib berjalan dari timur menuju barat tanpa tujuan. Lama berjalan joko sangkribpun lelah, dia memutuskan untuk beristirahat, dan diapun tertidur, lama tertidur joko sangkribpun bangun dan mengetahui bahwa dia berada di lereng pegunungan dan berada dibawah pohon besar yang bercabang tujuh atau pitu (dalam bahasa jawa). Konon yang menjadi pegunungan adalah blangkon ayah joko sangkrib, dan pohon yang bercabang tujuh dan berbulu itu merupakan tongkat yang dibawa joko sangkrib, kemudian dia menamai tempat tersebut dengan sebutan bulupitu.

Setelah itu, joko sangkrib berjalan menaiki pegunungan, dan dia melihat ada sebuah bangunan yang tidak begitu megah, joko sangkrib tertarik untuk melihat lebih jelas, dan ternyata itu adalah kraton yang dihuni oleh satu makhluk yang bernama dewi nawang sih. Kemudian joko sangkrib berkenalan dengan dewi nawang sih, setelah mereka berkenalan mereka sama-sama memiliki keinginan, joko sangkrib menginginkan seluruh tubuhnya menjadi bersih tanpa koreng, sedangkan dewi nawang sih menginginkan dirinya menjadi manusia. Lalu si joko sangkrib menuruti kemauannya asalkan dia mau menikah dengan joko sangkrib, kemudian dewi nawang sih menyetujuinya asalkan joko sangkrib mau mandi di sumur yang nawang sih tunjuk, dan mandilah joko sangkrib di situ, setelah joko sangkrib selesai mandi di sumur tersebut joko sangkrib terkejut melihat bahwa seluruh tubuhnya menjadi bersih tanpa kotoran, sumurnyapun sampai saat ini masih ada, anehnya sumur tersebut tidak pernah kekurangan air.

Setelah joko sangkrib bersih, mereka menikah dan dewi nawang sih menjadi manusia sempurna, mereka berduapun dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama dewi nawang sasi. Mereka bertiga hidup di kraton tersebut, setelah nawang sasi tumbuh besar, joko sangkrib meminta izin untuk mengembara, setelah diizinkan mengembara, jaka sangkrib pergi meninggalkan dewi nawang sih dan dewi nawang sasi. Setelah lama mengembara, joko sangkrib tak kunjung pulang sampai ajal menjemput dewi nawang sih dan dewi nawang sasi. Hingga kini jasad joko sangkrib tak di ketahui keberadaannya.

Nah itu tadi sedikit sejarah yang saya dapat dari sumber yang bernama Bapak pujiono tentang asal muasal terjadinya pegunungan yang diberi nama bulupitu, dan penghuni kraton suci tersebut.

Kini kita berbicara tentang kraton suci bulupitu itu. Untuk dapat sampai ke pintu masuk kraton, kita perlu berjalan naik menyusuri tangga yang jumlahnya kurang lebih 500 tangga, dan di sepanjang jalan banyak sekali papan-papan yang bertuliskan larangan, seperti dilarang mencorat-coret dinding kraton, dilarang berteriak keras-keras, dilarang mengambil foto sembarangan, dll. Tak sembarang orang boleh masuk kraton tersebut, hanya orang yang memiliki kepentingan yang boleh memasuki kraton tersebut.

Di dalam kraton tersebut hanya ada dua batu nisan, yaitu batu nisan nawang sih, dan nawang sasi. Kraton tersebut kini menjadi tempat untuk ziarah, bersemedi, atau untuk tempat menenangkan diri agar lebih khusyuk dalam berdoa meminta sesuatu yang terbaik pada tuhan mereka, karena tempat tersebut sangat sunyi, jauh dari perkampungan, dan hawanya sangat sejuk karena berada di puncak pegunungan dan di tengah hutan. Kebanyakan orang yang datang ke kraton tersebut yaitu dari luar kota kebumen, apalagi jiga tiba malam jumat kliwon, kraton tersebut sangat ramai dikunjungi peziarah dari luar kota. Tak jarang para orang-orang yang berpangkat tinggi datang untuk berziarah dan memanjatkan doa untuk meminta agar ia di beri keselamatan.

Untuk anda yang suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah, dan ingin mengunjungi kraton suci bulupitu tersebut bisa datang langsung ke kota kebumen. Mayoritas orang kebumen sudah tahu tentang adanya kraton tersebut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 8 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Memenuhi Janjinya Memberantas Mafia …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Milad Himakom UNIFA yang ke-4: Himakom Dulu, …

Komunikasi Universi... | 7 jam lalu

Setelah Kelas Ibu Hamil, Ada Kelas Balita …

Imma Firman | 7 jam lalu

Positif Mengkritik Santun Memberi Saran …

Ferra Shirly | 8 jam lalu

Robohnya Kampus Kami …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: