Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Jefry Seru

Jika aku adalah orang lain maka aku berarti engkau

Pantai Koka: Perawan yang Belum Bersolek

REP | 05 January 2013 | 18:41 Dibaca: 344   Komentar: 0   0

1357385727318327918

Pantai Koka merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang berada di Kabupaten Sikka, Flores, NTT

Untuk menuju ke pantai ini, hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat dari kota Kabupaten Maumere. Pantai Koka berada di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga. Jarak dari Desa Wolowiro tepatnya Dusun Kangarusa ke pantai sejauh 2 km.

Di setiap akhir pekan, pantai Koka selalu ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, bahkan setiap hari pantai Koka tak pernah sepi dari pengunjung.

Begitu kita menginjakan kaki di tempat ini, kita di buat terpesona dengan pemandangan laut yang bersih, begitupun air-nya yang jernih, pasir putih lembut membentang membentuk tembereng, kiri dan kanan terdapat tebing-tebing karang bagaikan lukisan alam terlihat sangat artistik.

Pohon-pohon yang rimbun, hamparan pohon kelapa serta kebun penduduk membentang diperbukitan yang berada di sekitar pantai, kesan alami begitu terasa.

Pantai Koka menyuguhkan cita rasa alam tidak kalah unik dengan pantai-pantai lain di Indonesia, seperti Raja Empat di Papua Barat dan Pantai Kaliantan di Lombok Timur.

Cukup jauh dari bibir pantai terdapat satu pulau mungil bernama nusa Koka. Untuk bisa ke sana pengunjung harus menggunakan sampan.

Sekedar untuk diketahui, di nusa Koka ada satu jenis ular, warnanya lurik hitam-putih, dengan jumlah lumayan banyak. Disarankan jangan mengganggu apa lagi membunuhnya. Ular-ular tersebut hanya menyempil di celah-celah batu pulau ini ( tak perilu takut ularnya tak menggigit).

Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Koka tidak hanya sekedar untuk berjemur dan menikmati gulungan ombaknya yang kuat dan bertenaga tapi pengunjung di buat kagum melihat setiap detil apa yang ada di sekitar pantai ini. Kadang rombongan wisatawan Asing pun berminggu-minggu berada di sini.

Ini cerita dulu, saat saya masih di usia Sekolah Dasar.

Pantai yang mungil nan indah ini yang sejak dulu tak berubah dari tampilan fisiknya: fasilitas sekitar pantai, akses transportasi dan jumlah pengunjung.

Tak ada lagi pohon-pohon yang rimbun sekitar pantai, pohon kelapa pun sudah sangat jarang, pantai menjadi sangat gersang dan tak terurus. Semakin berantakan akibat abrasi.

Tidak ada fasilitas sama sekali disini. Akses menuju pantai masih sangat sulit, jalannya rusak parah sehingga pantai ini semakin sepih pengunjung.

Patut disayangkan, pantai dengan pemandangan unik ini dibiarkan begitu saja tanpa diperhatikan, dan di serahkan sepenuhnya pada proses alam.

Mestinya sudah ada pembangunan layaknya sebuah tempat wisata. Kondisinya memang tidak jauh berbeda dengan 20 atau 30 tahun yang lalu. Hanya saja dulu tempat ini sangat sejuk dan cukup ramai dikunjungi sekarang sudah menjadi gersang dan sepi.

Kalu saja ditata, dikelola secara baik dengan pengadaan fasilitas yang memadai. Seharusnya tempat ini sudah menjadi salah satu tempat andalan, tujuan wisata di pulau Flores, khususnya kabupaten Sikka.

Meskipun demikian pantai ini tidak pernah kehilangan pesona dan daya pikat, ibarat perawan yang tak pernah bersolek

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 7 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Daffa (2thn) Atlit Cilik Taekwondo …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | 8 jam lalu

Anak Muda Haruskah Dipaksa? …

Majawati Oen | 8 jam lalu

Gigi berlubang Pada Balita …

Max Andrew Ohandi | 8 jam lalu

Sosialisasi Khas Warung Kopi …

Ade Novit | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: