Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Daniel H.t.

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Berasal dari Fakfak, Papua Barat. Twitter @danielht2009

Merasakan Tenggelamnya Kapal Titanic di Macau

REP | 13 January 2013 | 15:42 Dibaca: 2939   Komentar: 0   3

1358048200999766961

Brosur asli promosi Kapal Titanic 1912 yang dipamerkan di Titanic, The Exhibition, 100th Anniversary, di Macau, Tiongkok (Sumber: foto penulis)

Catatan: Semua foto di artikel ini milik penulis, diambil dari pameran “Titanic, The Exhibition, 100th Anniversary,” di Macau, Tiongkok, pada 28/12/2012)

Dalam liburan akhir tahun 2012 dan tahun baru 2013 lalu, keluarga besar saya berlibur sampai di Macau, Tiongkok. Ketika memasuki Macau, segera terasa adanya dua perpaduan budaya barat dan timur di kota ini. Yakni, budaya Portugis dan China. Pertunjukan-pertunjukan seni dan budaya dalam rangka menyambut Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 mengindikasi kuat fenomena tersebut. Petunjuk-petunjuk/pemberitahuan-pemberitahuan publik ditulis dalam 3 bahasa, yakni China, Portugis, dan Inggris.

Macau merupakan daerah koloni bangsa Eropa (Portugis) tertua di Tiongkok, yakni sejak abad ke-16. Portugis menyerahkan kembali kedaulatan Macau ke RRT pada 1999. Dua tahun setelah Inggris menyerahkan kembali Hongkong kepada RRT. Mirip dengan Hongkong, status Macau saat ini juga adalah Daerah Administrasi Khusus Tiongkok, yang mempunyai otonomi penuh dalam mengelola perekonomiannya sampai dengan 50 tahun setelah penyerahan kedaulatan tersebut.

Untuk mencapai Macau dari Hongkong, alternatif transportasi yang paling murah dan tercepat adalah dengan menggunakan ferry, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Sebagai salah satu kota judi terbesar di dunia, suasana Macau mirip-mirip Las Vegas, Nevada, AS. Beberapa hotelnya yang nama dan bentuk gedungnya mirip dengan yang di Las Vegas. Namun, kota Las Vegas masih lebih besar dan lebih gemerlap. Demikian juga, dari luar kelihatannya konten kedua kota ini sebagai “Sin City,” karena bisnis judi dan prostitusinya, Las Vegas masih lebih unggul. Suhu udara di Macao ketika kami tinggal selama 3 hari penuh di sana rata-rata 9 derajat Celcius. Kalau malam berhembus angin cukup keras. Membuat udara terasa bertambah dingin.

Kami menginap di Venetian Hotel dan Resort, hotel berkamar 3.000 buah (terbesar ke-tujuh di dunia) yang terintegrasi dengan sebuah kasino yang merupakan salah satu dari kasino terbesar di dunia, restoran-restoran internasional, ruang-ruang konvensi, beberapa ball room, Grand Canal Shoppes (mall yang indah berkonsep suasana Venesia, Italia, dengan kanal dan perahu gondolanya yang unik), Mall Four Seasons, dan Cotai Strip. Secara keseluruhan luas kompleks milik nya mencapai 980.000 meter persegi!

Di salah satu bagian kompleks milik Las Vegas Sands Corporation, Las Vegas inilah diadakan salah satu ajang yang menarik perhatian saya. Yakni, “Titanic, The Exhibition, 100th Anniversary.” Pameran tentang Kapal penumpang legendaris dunia, Titanic. Dalam rangka memperingati 100 tahun tenggelamnya kapal tersebut (15 April 1912). Acara pameran itu sudah dimulai sejak 25 Oktober 2012, dan baru akan berakhir pada 24 Februari 2013.

Pameran tersebut bukan pameran biasa. Disponsori oleh National Geographic, pameran itu bersifat interaktif. Artinya, selain memamerkan lebih dari 400 artefak asli kapal Titanic, juga terdapat beberapa replika bagian interior Titanic yang dibuat seasli mungkin. Yang membuat setiap pengunjung merasa seolah-olah berada di atas kapal Titanic itu.

Seperti ruang kamar kelas I dan III, koridor kapal, tungku batu bara pembangkar tenaga Titanic, dan tangga kelas I yang bernama Grand Staircase, atau Grand Starway.

Grand Staircase adalah salah satu setting yang ada di film Titanic (1997) garapan sutradara James Cameroon. Yaitu, adegan kejar-kejaran antara Caledon Hockley (Billy Zane) dengan Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) menjelang Titanic karam.

Kisah cinta segitiga yang terjadi di film Titanic antara Hockley, Dawson dengan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet) seluruhnya adalah fiktif. Namun kisah heroik Kapten Edward Smith yang menjelang kapalnya tenggelam ke kedalaman 3.784 meter di dasar samudera untuk selamanya itu, dengan mengunci dirinya di kamar kemudi kapal, sehingga tenggelam bersama kapal pesiar terbesar di kala itu, diyakini sebagai suatu fakta. Yakni, berdasarkan kesaksian beberapa kru kapal.

Demikian juga dengan lagu rohani dinyanyikan oleh grup band Kapal Titanic di saat-saat terakhir kapal tenggelam, seperti yang digambarkyang an di film Titanic, adalah fakta. Berdasarkan kesaksian beberapa penumpang yang selamat, banyak dari mereka mengaku mendengar lagu-lagu itu dinyanyikan. Yakni Nearer My God to Thee dan hymne Autumn (Song d’Autome oleh Francois Barthelemon).

Berikut cuplikan adegan grup band Titanic yang membawakan instrumen lagu Nearer My God to Thee dari film Titanic :

Salah satu cerita yang paling terkenal dari Titanic adalah adanya pernyataan dari pemilik dan/atau kapten kapal Titanic (Edward Smith) yang mengatakan bahwa Kapal Titanic adalah kapal yang tidak mungkin tenggelam. “Bahkan Tuhan pun tak akan mampu membuat kapal ini tenggelam!” Tetapi, ternyata cerita itu hanya mitos. Pihak pemilik kapal dan Kapten Smith tidak pernah membuat pernyataan seperti itu.

Di pameran interaktif Titanic tersebut ada kutipan pernyataan Kapten Smith yang ditulis besar-besar dan ditempel di dinding pameran: “I cannot imagine any condition which would cause a ship to founder. I cannot conceive of any vital disaster happening to this vessel. Modern shipbuilding has gone beyond that.”

Kapten Smith bukan mengatakan bahwa Titanic tidak bisa tenggelam, bahkan oleh Tuhan sekalipun, tetapi yang dia katakan adalah dia tidak bisa membayangkan kondisi apapun yang akan mengakibatkan kapal itu tenggelam. Sebab pembangunan kapal moderen sudah mengatasinya.

Pameran Titanic ini lokasi tepatnya di CotaiExpo Hall F Hotel Venetian. Harga tiket masuknya HKD/MOP $120 (Dollar Hongkong/Macau), atau Rp. 150.000-an per orang. Sebelum masuk, selain tiket tanda masuk, setiap orang diberikan “boarding pass,” yang format dan desainnya dibuat sama dengan boarding pass asli untuk penumpang kapal Titanic di pelayaran perdana dan terakhirnya pada 10 April 1912 dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat.

1358050801225570396

Karcis tanda masuk ke pameran

1358049436356055118

Tiruan boarding pass Kapal Titanic, diberikan kepada setiap pengunjung pameran

Selain pameran kapal Titanic, ada juga pameran interaktif tentang bagian-bagian tubuh manusia yang menakjubkan: “The Human Bodies Exhibition.” Lokasinya berseberangan dengan Titanic, tetapi saya tidak begitu tertarik melihatnya.

Pihak Hotel Venetian tidak tanggung-tanggung dalam mempromisikan kedua pameran tersebut, terutama untuk pameran kapal Titanic. Di berbagai sudut di dalam kompleks Venetian tersebut dipasang berbagai iklan billboard, baik berupa gambar biasa, 3 dimensi, maupun video. Termasuk memasang iklannya di kunci kamar hotelnya.

13580492381529707491

Iklan pameran kapal Titanic di kunci kamar Hotel Venetian, Macau.

Setiap orang yang suka dengan sejarah, artefak (peninggalan benda-benda kuno bersejarah) tentu akan sangat tertarik dengan pameran ini. Selain melihat langsung artefak-artefak asli dari Kapal Titanic, yang banyak di antaranya diambil dari kedalaman 3.784 meter, lokasi bangkai Titanic ditemukan,  juga bisa “merasakan” replika-replika Titanic yang membuat kita seolah-olah benar-benar berada di atas kapal itu. Ada juga tiruan es, yang diasumsikan sebagai bagian dari gunung es yang ditabrak Titanic, yang bisa kita pegang, merasakan, dan membayangkan bahwa “gunung es” inilah yang mengakibatkan Titanic tenggelam. Selain itu ada pula dipamerkan beberapa koran asli edisi April 1912 yang memberitakan tentang tenggelamnya Titanic di halaman-halaman depannya, seperti dari The New York Post edisi 20 April 1912, yang memuat sebagian daftar penumpang Titanic yang selamat.

Lokasi bangkai kapal Titanic baru ditemukan di kedalaman 3.784 meter itu pada 1 September 1985, dengan menggunakan robot berteknologi tinggi. Sejak itu berhasil diangkat ke permukaan laut banyak sekali bagian-bagian dan properti kapal Titanic, yang kemudian sebagian darinya dipamerkan ke seluruh dunia. Sekarang, giliran di Macau.

Di dalam pameran ini, pengunjung akan sekaligus diajak belajar bersama mengenai sejarah pembuatan kapal Titanic, bagian-bagian deknya, pembagian ruangan-ruangan kamar, ruang makan, ruang fitnes, peluncuran pertamakalinya, dan kronologis yang dramatis tenggelamnya Titanic. Disampaikan melalui tulisan-tulisan dan gambar grafis, foto-foto asli beserta penjelasannya, artefak-artefak beserta penjelasannya, juga ada video yang menggambarkan saat-saatnya kapal mulai tenggelam, terbelah dua, dan bagaimana kondisinya saat berbenturan dengan dasar samudera di kedalaman 3.784 meter itu.

1358049802152160798

Bendera asli White Star Line yang dipakai Titanic ketika tenggelam

Ada pula foto-foto asli ketika Titanic sedang dibuat di galangan kapal Harlond & Wolft di Belfast, Inggris, saat kapal diluncurkan pertamakali dari pelabuhan Southampton, dan sebagainya.

Untuk benar-benar menikmati pameran tersebut, sedikitnya kita memerlukan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam.

Selain Titanic, sebenarnya juga ada dipamerkan sebagian dari properti Kapal Olympic, yakni kapal pesiar lainnya yang merupakan “saudara” dari Titanic. Baik bentuk dan ukurannya nyaris sama dengan Titanic. Kapal-kapal ini adalah milik dari perusahaan kapal White Star  Line (WSL). Waktu itu WSL memiliki tiga kapal pesiar sejenis, yakni HMS Britanic, RMS Olympic dan RMS Titanic.

Kapten Edward Smith juga sebelumnya adalah Kapten Kapal Olympic, yang kemudian dipindahkan ke Titanic berdasarkan alasan senioritasnya.

1358050087560081213

Foto Kapten Edward Smith (depan, kedua dari kanan) beserta sejumlah perwira Kapal Titanic. Diambil sebelum pelayaran Titanic pertama dan terakhir itu dilakukan.

Kapal Titanic tercatat menabrak gunung es pada tanggal 14 April 1912, 375 mil di selatan Newfundland, pukul 23:40 waktu kapal (UTC-3). Dalam tempo 2,5 jam kemudian kapal itu mulai tenggelam. Pukul 02:20, 15 April 1912, kapal raksasa itu patah menjadi dua bagian. Sebagian besar penumpang yang tidak sempat naik sekoci atau tidak kebagian sekoci dalam hitungan menit tewas akibat menderita hipotermia (kedinginan yang melebihi batas daya tahan manusia), karena suhu air laut yang mencapai minus 2 derajat Celcius.

Tercatat 1514 penumpang dan awak kapal Titanic yang tewas, sebagian besar mayatnya tak ditemukan, dan hanya 710 yang selamat karena naik sekoci penyelamat, dan ditolong kapal RMS Carpathia.

Besarnya jumlah korban tewas Titanic dikarenakan waktu itu regulasi dan sistem keselamatan penumpang kapal laut yang belum memadai, dan jumlah sekoci Titanic yang tidak sesuai dengan jumlah penumpang dan awak yang diangkutnya. Pada saat terjadi kecelakaan itu, sekoci-sekoci Titanic hanya mengangkut 1/3 dari jumlah penumpang dan awaknya.

13580505661434488432

Rute pertama dan terakhir Kapal Titanic (Sumber: Wikipedia)

Warisan terpenting dari tragedi terbesar kapal penumpang dalam sejarah itu adalah perbaikan besar-besaran regulasi keselamatan laut. Dengan diadakannya Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (International Convention for the Safety of Life at Sea – SOLAS) pertama kali pada 1929.

SOLAS kemudian mengalami beberapa kali amandemen yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi kapal laut, yakni pada 1948, 1960, dan 1974.

SOLAS 1974 diratifikasi oleh Indonesia pada 17 Desember 1980 (Wikipedia.com).

Pada 12 Desember 2002, konferensi diplomatik yang dilaksanakan oleh Maritime Safety Committee dari International Maritime Organizatiuon (IMO) mengadopsi amandemen Konvensi Internasional SOLAS 1974, yang dikenal dengan nama International Ship Port Facility Security (ISPS) Code 2002.

Berikut ini adalah gambar-gambar yang saya ambil dari “Titanic, The Exhibiton” tersebut. Anda bisa turut menyaksikan artefak-artefak Titanic itu yang masih bagus dan utuh. Lihatlah peralatan makannya, piring, sendok, garpu, mangkuk, dan lain-lain. Semuanya masih terlihat sangat bagus, bahkan masih bisa digunakan saat ini.

13580515281482685604

Berbagai promosi Kapal Titanic, brosur, kalender 1912, dll.

13580516191388474284

Sejumlah penumpang kapal ketika memasuki Kapal Titanic, Southampton, Inggris, 10 April 1912

1358077836474867648

Label bagasi kelas I dan kelas 2 (kiri atas) dan dan kartu pos Titanic

1358051724607612901

Replika Kamar Kelas III

13580519921068469771

Replika pemisah antara dek kelas III dengan dek kelas I

1358052052481814222

Replika ruang keluarga kelas I

1358052213890535202

Berpose di replika tangga kelas I: Grand Staircase

13580764131414827357

Replika koridor Titanic

13580644141631949833

Kap lampu dari sebuah restoran di Titanic

13580645782107307664

Perlengkapan makan penumpang kelas III

1358065204960841883

Perlengkapan makan penumpang kelas II

13580652511590233511

Perlengkapan makan penumpang kelas I

13580652961876346468

Bagian ornamen interior Titanic

13580654121716010894

Foto gunung es yang diambil oleh salah satu penumpang Titanic pada siang hari dari jendela kamarnya. Malamnya Titanic menabrak sebuah gunung es yang jauh lebih besar

1358065550931170592

Genta kapal Titanic yang dibunyikan ketika petugas pengawas melihat gunug es tepat di depan kapal Titanic

13580656261079486342

1358065801859000081

Sebuah transkrip pesan permintaan bantuan darurat dari Titanic (tengah), berdasarkan catatan aslinya (kiri dan kanan)

1358065926431562364

Transkrip itu

1358065968749069888

Pelampung asli peninggalan Kapal Titanic

135806605719772508911358066147340428823

13580764711282061003

***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 6 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 6 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 6 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 12 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Definisi Administrasi dan Supervisi …

Sukasmo Kasmo | 8 jam lalu

Kabinet: Ujian Pertama Jokowi …

Hans Jait | 8 jam lalu

Kinerja Buruk PLN Suluttenggo …

Hendi Tungkagi | 8 jam lalu

Jokowi-JK Berantas Koruptor Sekaligus …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Luar Biasa, Indonesia Juara Matematika …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: