Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dulang 777

Semua tentang tempat wisata menarik di Banten Selatan

Pantai Pulo Manuk, tapi Banyak Monyet

REP | 15 January 2013 | 10:10 Dibaca: 350   Komentar: 0   1

“Loh..katanya pantai pulo manuk..tapi kok yang banyak monyet ” begitu komment seorang kawan ketika mengunjungi pantai ini.

Manuk dalam bahasa sunda yang berarti burung.

Pantai pulo manuk? ya pantai ini terletak di Kecamatan Bayah Kabupate Lebak Banten. masih termasuk kedalam Desa wisata sawarna sih sebenarnya, karena letaknya tak jauh dari gerbang menuju desa sawarna (soal sawarna cek disini), sekitar 3- 4 km saja.

Saya mengenal pantai ini sejak saya SMP dan sering mengunjungi pantai ini bersama kawan-kawan ketika SMA. ” Gilaa.. pantai ini keren juga” kata teman dari luar kota yang penah kepantai ini. Bagi kami yang orang sana…pantai ini biasa saja :D.

Bantuk pantainya yang menjorok ke daratan dan omboknya tak terlalu besar. Selain pantai karang di pantai ini juga terdapat pantai pasir putihnya, cocok lah untuk berenang buat keluarga apalagi ombaknya tak terlalu deras karena terhalang karang.

Pantai pulo manuk ini memang terletak di kawasan hutan lindung milik perhutani. Disana masih ada banyak moyet-monyet liat yang masih dilindungi. Jadi..itulah kenapa nama pantainya pulo manuk tapi banyak monyet.

Ada yang menarik loh dari pantai pulo manuk ini. Loh apa? di pantai ini punya sisi kelam yang berkaitan dengan sejarah romusha di Bayah Banten. Menurut kawan SMA saya yang penah meneliti tentang Romusha di Banten Selatan, Pulo Manuk ini menjadi salah satu tempat di kuburnya dan pengasingan romusha-rumusha tambang Batur Bara di Bayah yang terserang penyakit Malaria.

Keren juga..sambil berwisata sambil mengenal sejarahnya. Nanti saya post soal pulo manuk, Sawarna dan Romusha di Bayah Banten.

Photo-photo Pulo Manuk cek disini

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 11 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 13 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 14 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Surga Kecil di Sukabumi Utara …

Hari Akbar Muharam ... | 8 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Sono Cook | 8 jam lalu

Si Jangkung Tokyo Sky Tree …

Firanza Fadilla | 9 jam lalu

Pompadour …

Yulian Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: