Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Harbi Hanif Burdha

jikok dikumpa saleba kuku, kok di kambang saleba alam. walaupun sagadang bijo labu, bumi jo selengkapnya

Uniknya Pengguna Sepeda Onthel di Padjakoemboeh

REP | 19 January 2013 | 16:27 Dibaca: 848   Komentar: 4   0

1358587598983902028Kemajuan Ilmu Pengetahun dan Teknologi membuat masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan barang-barang berharaga dan barang-barang mewah. Kendaraan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi dan didapatkan. Mobil, Sepeda motor dan sepeda pengeluaran terbaru menjadi solusi untuk dapat mengantarkan bepergian kemana kita suka.

Namun, lain halnya dengan masyarakat Kabupaten Payakumbuh(Sumatera Barat) yang sangat meminati Sepeda Ontel untuk weekend dan bepergian. Setiap satu rumah, mereka paling sedikit memiliki satu sepeda Ontel. Setiap minggu pagi, mereka semua berkumpul untuk mengelilingi kota Payakumbuh dan sekitarnya untuk olah raga, bersantai ria melepaskan penat-penat di tubuh setelah satu minggu membanting tulang dan bersilaturahmi antar sesama penggemar Sepeda Ontel.

Karena sangat membuminya sepeda ontel di payakumbuh, Membuat Sepeda Ontel sangat laku dipasaran. Bahkan Sepeda yang dulu menjadi barang rongsokan, sekarang menjadi kendaraan yang berharga. Karena besarnya peminat Sepeda Ontel di payakumbuh, maka pemerintah menjawab dengan berdirinya Sebuah Komunitas Penggemar Sepeda Ontel di payakumbuh, Hospital Ontel Club(HOC) sudah diresmikan oleh Wako Payakumbuh pada 11 November yang lalu. Pemerintah menegaskan, HOC bukan milik dinas kesehatan dan Rumah Sakit saja, tapi juga milik seluruh penggemar Sepeda di Payakumbuh. Olahraga Sepeda sehat, itulah moto yang dimiliki oleh HOC dan berharap payakumbuh kedepannya menjadi pusat wisata sepeda sehat oleh penggemar lainnya di berbagai kota/kabupaten bahkan luar provinsi.

Aduk, Seorang Pengoleksi dan Penjual Sepeda Ontel di Pakan Raba’a, Simalanggang payahkumbuh mengakui kalau Sepeda Ontel di payakumbuh sangat laku dan sangat diminati masyarakat. Dalam satu minggu ia biasanya menjual sampai puluhan Sepeda Ontel. Harganya berkisar antara 1-4 Jutaan. Sekarang dia punya stok Sepeda Ontel sampai 25 buah dan sudah dimodifikasi sebaik mungkin. Tipe Sepeda Ontel Religh Robinson Heren menjadi buruan beberapa penggemar. Karena bentuknya yang unik dan tahan lama. Harga Religh Robinson Heren ini sekarang sekitar Rp 4,5 Juta.

“ Kareta Unto di Payokumbuah ko laris bana kini mah. Namuah urang mambali Kereta dari pado onda. Kalau ondo jo oto repot awak dek nyo. Kadang-kadang di pasa macet gai. Harago Kareta ndak lo maha bana do. Ado yang sajuta, paliang maha ampek jutaan nyo” kata Aduk.

(Sepeda Ontel di Payakumbuh Sangat laris sekarang. Orang lebih suka membeli Sepeda daripada Motor. Kalau Motor dan Mobil Membuat kita repot jadinya. Kadang-kadang di pasar Macet. Harga Sepeda Juga tidak begitu mahal. Ada yang satu juta, paling mahal empat jutaan)

Mereka juga punya harapan yang cukup besar dengan memakai kendaraan yang ramah lingkungan ini. selain mudah untuk dikendarai, juga menghindari kita dari kemacetan kota yang semakin hari semakin sembraut. tingkat kecelakaan mengendarai sepeda ontel ini sangat rendah dan bisa dibilang hampir tidak ada.(Sumber Gambar : Suhendri Busli, ST)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Ga Pengen Gundul? Rawat Rambutmu??? …

Kang Isrodin | | 29 November 2014 | 12:00

Sentilan-sentilun SBY dan Jokowi …

Gunawan | | 29 November 2014 | 09:00

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Festival Payung Indonesia Pertama, …

Indria Salim | | 29 November 2014 | 13:31

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekhawatiran Masyarakat Terhadap Bahaya Susu …

Hikmawati . | 8 jam lalu

Seperti Apa Mas Kawin di Zaman Rasulullah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kontraversi Aborsi …

Jahrianti Nur Tahir | 8 jam lalu

Remang-remang Kunang-kunang …

Harry Ramdhani | 9 jam lalu

Panggung Rising Star Indonesia Gagal …

Pietro Netti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: