Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Endah Lestariati

Seorang banci kolam [renang] yang sedang butuh vitamin K; Kamuuuuuuuuuu

Lumajang, Satu dari Sekian Eksotisme Jawa Timur

HL | 24 January 2013 | 20:58 Dibaca: 2101   Komentar: 34   17

Terdampar di Kota Surabaya, atau lebih tepatnya mendamparkan diri. Terjobdesk begitu saja untuk mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari di bangku pendidikan formal sebelumnya. Mencoba mengadu nasib menjadi manusia yang sedikitnya menuai manfaat di kota pahlawan ini, buatku menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak peduli panasnya yang luar biasa menusuk kulit, hiruk pikuk ancaman macet dan sederet alasan klise masyarakat urban lainnya. Surabaya menurutku pribadi adalah portal timur Pulau Jawa yang memperkenalkanku kepada eksotisme Jawa Timur.

1359034117409587762

Savana Tengger, salah satu sudut TNBTS, dok. pri

1359034337573117947

TN Baluran, Java taste Africa (dok. pri)

Kekayaan Jawa Timur akan Taman Nasional seperti TN Bromo Tengger Semeru yang sudah tidak lagi diragukan pesonanya, TN Alas Purwo yang mengusung merak dan banteng sebagai satwa andalan konservasi di ujung Blambangan sisi Timur-Selatan Pulau Jawa, TN Baluran yang digadang-gadang sebagai jawa rasa afrika, TN Meru Betiri dengan penangkaran penyu-nya di perbatasan Jember Banyuwangi. Belum lagi pesona alam lain yang layak dikunjungi seperti Kawah Ijen, sederet pantai selatan seperti papuma di Jember, Goa Cina di Malang, Sendangbiru yang menjadi akses penyeberangan menuju Pulau Sempu di Malang Selatan, Nusa Barung, Pulau Bawean di perairan sisi Utara Jawa Timur, Pulau Madura dan bahkan jelajah pulau-pulau kecil di Timur Madura seperti Kepulauan Kangean yang konon memiliki kekayaan potensi bawah laut dengan keindahan terumbu karangnya.

13590345242087073857

triangulasi, pantai di sudut alas purwo (dok. pri)

1340292271494140153

laguna pulau sempu (dok. pri)

13591121511303408357

road to madura via suramadu bridge (dok. pri)

1359034827568209856

pantai lombang, sumenep, madura (dok. pri)

Lintas rute Malang-Lumajang adalah salah satu dari sekian banyak destinasi di Jawa Timur yang ingin kucapai. Melewati jembatan piket nol, sebuah titik tertinggi sepanjang jalur jalan yang memberi kita keleluasaan memandang Samudera Indonesia di sisi selatan sekaligus view Gunung Semeru di sisi utara. Dari informasi yang berhasil terangkum, piket nol ditandai dengan icon jembatan heritage yang menghubungkan dua tebing berjurang.

13590349521767251093

icon jembatan piket nol (sumber : http://s2w-surabaya.org/info-internal/report-touring-lumajang-piket-nol/)

Nama Piket Nol dipakai karena berkaitan dengan sejarah masa lalu. Tempat ini dipakai sebagai tempat praktek/ kegiatan pemeriksaan angkutan yang membawa hasil bumi pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

1359035042730829063

air terjun aliran dari goa tetes (sumber : http://singgahlumajang.blogspot.com/2011/04/goa-tetes.html)

Dari Piket Nol, perjalanan akan dilanjutkan menuju surga tersembunyi di Lumajang; Goa Tetes. Letaknya di Desa Sidomulyo kecamatan Pronojiwo. Mungkin akan lebih efektif mengunjungi Goa Tetes terlebih dahulu dari pada Piket Nol apabila perjalanan dimulai dari Kota Malang. Rute menuju objek yang cukup menantang karena ditempuh dengan berjalan kaki 1 km dari loket masuk, belum lagi harus melalui trek terjal ketika sampai di mulut gua. Perjalanan harus dilalui dengan memanjat dinding batu yang dialiri oleh air terjun untuk mencapai gua. Uniknya, goa ini meneteskan air dari langit-langitnya, membentuk aliran air yang seolah menjadi air terjun indah. Bebatuan di dalam goa membentuk stalakmit berwarna-warni.

1359035158409372389

Pos Pantau Gunung Sawur (sumber : http://singgahlumajang.blogspot.com/2011/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html)

135903528990603015

Gunung Semeru yang mengepulkan letusan, diambil dari desa ranu pani (dok. pri)

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Sawur adalah destinasi selanjutnya. Letaknya di Desa Sumber mujur, Candipuro Lumajang. Dari tempat inilah segala macam bentuk pengamatan terhadap aktivitas Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Lamongan dipusatkan. Gunung Semeru yang menjadi atap Pulau Jawa, dengan kawah Jonggring Saloka yang rata-rata setiap lima belas menit sekali terbatuk meletuskan material vulkaniknya. Pengamatan dengan seismograf, merasakan gempa-gempa dalam skala kecil maupun besar, mengamati Puncak Mahameru dari kejauhan dengan binokular, mengenal berbagai alat pendeteksi aktivitas vulkanik menjadi pembelajaran yang unik. Apalagi apabila bisa menyaksikan lelehan lava yang menyala di malam hari, tentu saja akan menjadi pengalaman menarik.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 13 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 15 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: