Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Taufikuieks

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Mengintip Ritual Agama Buddha di Nanputuo Temple

HL | 25 January 2013 | 07:39 Dibaca: 886   Komentar: 0   6

13590736821324462245

Bus no 959 saya akhirnya tiba di Xia Ta Terminal yang tepat di dekat salah satu pintu masuk ke Xia Men Da Xue, atau Xiamen University. Namun kira-kira 200 meter dari terminal bus ini juga terlihat sebuah kompleks kuli Buddha dengan dua buah menara yang indah di halamannya. Ini adalah Nanputuoshi yang juga menjadi salah satu andalan wisata kota Xia Men.

1359073717162846544

Saya memasuki pintu gerbang tradisional Cina yang seaakan-akan memanggil setiap orang untuk mampir di senja yang sejuk itu. Cuaca di Xiamen di musim dingin ini memang sangat nyaman. Sekitar 20 derajat saja sehingga sejuk, tidak panas, dan tentu saja tidak membeku seperti di belahan utara negri Cina.

13590737411311658127

Suasana abad-abad yang lampau terasa sangat dominan di pekarangan kuil yang luas ini. Kursi dan meja bundar yang terbuat dari batu, sebuah danau kecil yang indah, gerai-gerai yang menjual souvenir dan juga alat-alat peribadatan menambah kuat nuansa yang sakral ini. Sebuah pavilion kecil di pinggiran danau menambah manisnya pemandangan.

135907377676918048

Saya terus berjalan di halaman yang lantainya terbuat dari batu alam khas Xia Men yang tampak sangat keras dan kuat. Kerumunan wisatawan lokal bercampur baru dengan para jemaah. Mereka membakar dupa dan tampak dengan khusuk berdoa di depan pintu masuk kuil. Beberapa buah bantalan khusus juga disediakan untuk mereka berlutut dan sujud di hadapan kuil.

13590739211827653408

Memasuki halaman dalam kuil, suasana ritual nampak lebih kental. Wisatawan, jamaah, biksu bercampur baur disana. Patung-patung Buddha yang besar dan indah, aroma dupa, bunga, dan arsitektur khas Cina mendominasi suasana.

1359073951192536433

Di salah satu dinding, bahkan terdapat petunjuk bagaimana caranya melakukan ritual menyalakan dupa lengkap dengan doa dan langkah-langkahnya. Tertulis bagaimana cara memulai dengan menyalahkan dupa, kemudian urutan doa dan kemudian diakhiri dengan berlutut dan sujud. Wah lengkap juga yah!

1359073972895563864

Suasana kuil di senja itu sangat ramai, saya terus berjalan memasuki ruangan dan halaman dalam dan karena perbedaan ketinggian terus mendaki. Di halaman tengah, saya mendengar nyanyian yang merdu dari ruang utama kuil. Ternyata di halaman terdapat barisan jamaah yang sedang khusus melakukan semacam ritual. Nyanyiannya terdengar mendayu-dayu dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

13590740271592643224

Saya terus mendaki anak tangga menuju ke bagian belakang kuil. Di sini terdapat batu besar yang ditulisi dengan kata-kata bijak atau pun mungkil nukilan dari pepatah dan kata mutiara. Terdapat juga sebuah kolam kecil dimana terdapat kerumunan orang yang melemparkan uang receh ke tengah kolam tersebut. Batu batu besar dalam bentuk yang unik memang menjadi ciri khas kawasan Xiamen.

13590740571339214610

Kemudian, tertarik dengan merdunya suara alunan nyanyian di kuil,utama, saya pun mencoba mendekat kembali. Suasana peribadatan masih berlangsung dengan khidmad. Di dalam kuil terlihat barisan biksu berjubah kuning yang tampak menjadi bagian utama dari ritual ini. Saya terus memperhatikan gerakan dan nyanyian yang merdu itu. Selain yang beribadah, banyak juga wisatawan yang hanya menonton saja.

1359074084785608870

Di tempat ini, ritual dan wisata memang berbaur menjadi satu. Semuanya berjalan dengan hening, baik, aman dan damai. Dengan berjalan perlahan saya meninggalkan bangunan utama, menyusuri halaman yang luas dengan kursi batu dan pepohonan yang rindang. Tepat di samping kuil terlihat bangunan tambahan dengan lambang swastika yang khas.

1359074108691050220

Xiamen memang selalu mempesona, dan kunjungan ke Nanputuo ini tetap memperkaya kita tentang bercampurnya budaya, agama, dan wisata di negri Cina.

Xiamen, 25 Januari 2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

“Tamatan Malaysia” Rata-rata Sakit Jiwa …

Pietro Netti | 7 jam lalu

“Operasi Intelejen” Berhasil …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Golkar Perlu Belajar ke PKS …

Puspita Sari | 7 jam lalu

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Let’s Moving On …

Tonggo Nababan | 7 jam lalu

Indonesia: Tim Medioker Asia Tenggara …

Agung Buana | 7 jam lalu

Gen Bahasa …

Zakiyatul Muti'... | 7 jam lalu

Istana Kadriah, Tempat Bersejarah di …

Juli Trisna Aisyah ... | 8 jam lalu

Kehilangan Istri di Kompasianival …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: