Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Hendi Setiawan

Gemar membaca koran, majalah, buku macam-macam, novel, buku-buku tentang Islam. Suka nonton sepakbola, bulutangkis. Senang selengkapnya

Ah Poong di Tepi Sungai Cikeas

HL | 27 January 2013 | 06:23 Dibaca: 8171   Komentar: 0   1

13592177011890652261

Ah Poong, Sentul City - Bogor (Foto HendiS)

Sebuah tempat makan sekaligus rekreasi baru di daerah Bogor cukup menarik untuk menjadi tujuan  berekreasi sambil makan siang atau makan siang sambil berekreasi.   Kini tujuan wisata kuliner di Bogor bukan hanya di Tajur, Jalan Suryakancana, Sukasari, Taman Kencana atau Jalan Gunung Gede/Jalan Pajajaran, sebuah food court bernama Ah Poong berdiri di tepi sungai Cikeas, di kawasan Sentul City, Bogor.  Ci dalam bahasa Sunda berarti sungai, dalam postingan ini sengaja ditulis Sungai Cikeas, untuk membedakan dengan Cikeas yang lain, masih di daerah aliran sungai yang sama, sebuah kawasan pemukiman yang salah satu warganya Presiden SBY.

Ah Poong selain menyediakan macam-macam makanan Indonesia dan manca negara, juga memanfaatkan aliran sungai Cikeas sebagai area rekreasi berperahu di sungai.  Food court ini letaknya tak jauh dari pintu gerbang tol Sentul Selatan.  Untuk mencapai Sentul City dari arah Jakarta melalui jalan tol Jagorawi, keluar melalui pintu Sentul Selatan.  Setelah membayar biaya tol, kendaraan lurus, lalu mengambil arah ke kiri menuju arah Sentul City.  Hanya dua ratusan meter bertemu bundaran, belok ke kanan lalu lurus dan akan menemukan Ah Poong sekitar dua ratusan meter kemudian.  Boleh dikatakan Ah Poong terletak di belakang kawasan pertokoan Belanova, Sentul City, atau sebagai patokan berhadapan arah dengan Hotel Haris.

Bila pengunjung datang dari arah Bogor ada dua alternatif menuju Ah Poong, pertama melalui Jalan Tol Jagorawi dari arah Bogor ke Jakarta, dan keluar di pintu tol Sentul Selatan.  Cara kedua melalui jalan tol Bogor Outer Ring Road, dari arah barat Sentul, bagi pengunjung dari kawasan Bogor Utara dan Bogor Barat.

1359217304584882679

Menyeberangi Cikeas menuju Ah Poong (Foto HendiS)

Sebuah jembatan permanen untuk pejalan kaki melintang di atas sungai Cikeas, menghubungkan kawasan jalan raya Sentul City dengan Ah Poong.    Di sekitar tempat parkir mobil dan menjelang jembatan banyak anak-anak menjual jasa ojek payung.   Payung dapat digunakan untuk melindungi badan dari terik panas matahari atau digunakan saat hujan turun.  Tarif ojek payung Rp 3000.

Di sepanjang jalan yang menjadi tempat parkir mobil ada papan pengumuman parkir gratis (no tipping), walaupun terlihat juga beberapa tukang parkir ’swasta’ menawarkan jasa parkir bagi kendaraan pengunjung yang tidak kebagian tempat parkir.

13592173871533485512

Suasana food court (Foto HendiS)

Suasana food court Ah Poong pada hari Sabtu, 26 Januari 2013, sangat padat pengunjung, selain tempat parkir mobil penuh, pengunjung harus sabar menunggu kursi dan meja kosong.   Sebagian pengunjung membawa makanannya ke tepi sungai dan makan di sana sambil memandang aliran sungai dan perahu - perahu yang disewa pengunjung.

Makanan di food court harganya bervariasi, misalnya air mineral ukuran satu liter Rp 7000, seporsi Takoyaki Rp 18000-an, ayam Hainan plus nasi sekitar Rp 26000 dan nasi bakar berikut tahu goreng, ayam goreng, tempe goreng, ikan asin dan sayur asam sekitar Rp 26000.

1359217451583311842

Sungai Cikeas jadi tempat rekreasi berperahu (Foto HendiS)

Sungai Cikeas setelah dirapikan menjadi tempat rekreasi air yang mengasikkan pengunjung, berperahu dayung hilir mudik ke hilir dan ke hulu dalam radius seratusan meter.  Jangan coba-coba berenang tanpa izin pengelola food court, sungai ini bagaimanapun adalah sungai alami.   Di latar belakang terlihat sebuah jembatan gantung yang menghubungkan Ah Poong dengan kawasan jalan raya Sentul City.

Mengingat sungai Cikeas adalah sungai alami yang di musim hujan volume airnya meningkat, tak ada salahnya pengunjung yang berekreasi di sungai berhati-hati bila di bagian hulu turun hujan lebat. Bila di Ciliwung kawasan Bogor dikenal caah (baca: ca - ah) dengdeng, sungai banjir mendadak, bukan tak mungkin sungai Cikeas mempunyai perilaku sama, mengingat kawasan tertutup tumbuhan di hulu sudah jauh berkurang dibanding dua-tiga puluh tahun lalu.

13592175241436159943

Sungai Cikeas arah ke hulu dari Ah Poong (Foto HendiS)

Arah ke hulu dari Ah Poong terlihat sungai Cikeas masih rimbun dengan pepohonan di tepi kiri kanan sungai.  Di latar belakang terlihat beberapa gedung di Sentul City dan nun jauh di belakang tampak pegunungan di kawasan Puncak.  Pada waktu Sentul City masih berupa kebun rakyat dan Perkebunan Karet Pasir Maung, sungai Cikeas termasuk sungai yang banyak dituju para pehobi mancing dan menjala ikan, sebuah bentuk rekreasi penduduk Bogor masa silam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: