Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Violet Jingga

Hidup adalah mata air cerita yang tak ada habisnya, aku hanya seorang yang sedang belajar selengkapnya

[Jelang Satu Tahun] Pesona Danau Toba

HL | 30 January 2013 | 02:50 Dibaca: 926   Komentar: 0   12

Pesona Danau Toba

danau toba

Danau Toba, dijepret dari pinggir jalan

Danau Toba, mungkin bukan pertama kalinya kita dengar. Mungkin bagi sebagian kita sudah akrab dengan tempat ini. Akrab ditelinga kita atau ada yang sudah sering mengunjunginya.  Apalagi beberapa tahun lalu, danau Toba pernah menjadi tujuan wisata favorit di Indonesia baik bagi turis domestik maupun wisatawan mancanegara. Danau Toba menyimpan sejuta pesona bagi para pecinta eksotika alam.

danau toba

Danau toba seperti lukisan dalam bingkai, warna hasil editing

Danau Toba merupakan salah satu tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi, Kabanjahe, Sibolga dan Nias. Danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini, berada di  provinsi Sumatera Utara, tepatnya di daerah Parapat. Parapat berada di tengah-tengah kota Medan dan kota Padangsidimpuan. Untuk sampai di danau Toba , baik dari kota Medan ataupun dari kota Padangsidimpuan memakan waktu kurang lebih  5-6 jam perjalanan jika naik bus atau jasa angkutan umum lainnya.

Perjalanan yang cukup melelahkan untuk bisa sampai di tempat ini akan terobati dengan melihat keindahan danau Toba yang memesona. Lelah tak berarti lagi, sekejap hilang dengan suguhan panorama nan hijau menyejukkan mata. Semangat dan energi semakin bertambah untuk melanjutkan perjalanan menikmati pesona tao Toba (tanah Toba) di danau Toba yang eksotik.

pesona danau toba

Mandi, berendam di dalam danau air tawar

pesona danau toba

bukit nan hijau mengelilingi danau

Mengunjungi danau Toba, tidak lengkap bila tidak sampai menjejak di Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah danau. Untuk sampai di Pulau Samosir, kita dapat menggunakan jasa angkutan KMP hanya dengan merogoh kocek Rp. 20.000 (tarif tahun lalu)  untuk ongkos PP (pergi-pulang). Dan uniknya, ketika akan pulang dari pulau Samosir atau kembali ke dermaga danau Toba, kita tidak perlu menunggu kapal yang kita tumpangi ketika bertolak menuju pulau. Kita boleh menaiki kapal mana saja yang akan berangkat, sesuai tujuan kita, dengan catatan tiket tidak boleh hilang.

pesona danau toba

KMP mengelilingi danau toba

pesona danau toba

Kapal merapat ke cottage

Sepanjang perjalanan mengelilingi danau, kita tak akan bosan melihat suguhan keindahan alam yang memukau membuat kita seolah menyatu dengan alam. Larut dalam takjub akan keagungan Maha Karya Ilahi. Tasbih, mengiringi kesyukuran. Menikmati bukit-bukit nan hijau, air danau yang tenang menyegarkan pikiran, menghadirkan suasana ketenangan batin tersendiri bagi pengunjungnya. Menyaksikan gerak lincah monyet-monyet yang berkeliaran bebas di pinggiran danau (sayang sekali, tidak mampu diabadikan kamera saku saya, terlalu jauh), anak-anak desa mendayung perahu, sungguh keindahan yang memikat. Terlebih lagi jika kita bisa mendapatkan tempat duduk di deg atas kapal. Sejauh mata memandang, banyak pesona yang akan terlihat.

bukit hijau, pesona danau toba

Bukit hijau di pinggir danau

tebing hijau, pesona danau toba

Tebing hijau, di atas tebing ini ada batu yang menggantung (batu gattung)

anak desa mendayung perahu, pesona danau toba

Anak desa yang tinggal di pinggiran danau, mendayung perahu

Selain suguhan eksotisme alam, pengunjung juga mendapat sambutan dengan hiburan gratis di atas kapal (sayangnya tidak ada dokumentasi, waktu itu moment ini terlewatkan, terlalu asik dengan panorama danau). Selain sebagai hiburan, juga bertujuan untuk memperkenalkan kesenian Toba. Biasanya, hiburan ini dibawakan oleh anak-anak daerah sekitar.

Keindahan Maha Karya Ilahi yang ada di danau ini, membuat perjalanan terasa singkat. Tanpa terasa 20 menit telah dilalui dan sudah sampai di Pulau Samosir. Pulau Samosir menyimpan banyak cerita sejarah dan seni budaya suku batak Toba.

Setelah kapal merapat ke dermaga pulau, kita akan melihat toko-toko yang menjual berbagai cindera mata khas Danau Toba. Baju, ulos batak, aksesoris ataupun alat-alat seni dan musik yang sederhana.

13594864281699774225

Pasar cindera mata khas Danau Toba

rumah adat batak

Rumah adat batak

Anak-anak desa bermain di depan rumah penduduk

Anak-anak desa bermain di depan rumah penduduk

Setelah melewati pasar cindera mata ini, kita dapat menaiki tangga dengan ketinggian sedang, untuk melihat kuburan batu para raja-raja batak. Disini, jika kita mempunyai waktu yang banyak, kita bisa mendapatkan cerita sebanyak-banyaknya dari penjaga tentang sejarah batak dan kuburan batu raja-raja batak. Tapi jangan lupa, kasih tips ya hehehe…

Kuburan batu raja-raja batak

Kuburan batu raja-raja batak

ambarita, pesona danau toba

Raja-raja batak mengelilingi ambarita (meja batu yang merupakan tempat hukuman tradisional Batak)

Kuburan batu raja-raja batak

Kuburan batu beberapa raja Batak

Dari kuburan batu raja-raja perjalanan dapat dilanjutkan menuju objek wisata budaya Sigale-gale. Hanya melewati beberapa toko cindera mata kita akan sampai di tempat. Sebagai objek wisata budaya, tempat ini juga menyuguhkan kesenian budaya Batak. Jika rezeki sedang bagus, kita bisa langsung menikmati hiburan kebudayaan tersebut. Jika tidak, maka kita harus bersabar mengunggu sampai pertunjukan dilangsungkan. Dan kami sedang tidak bernasib baik waktu itu, sampai di tempat tepat ketika pertunjukan selesai. Sedangkan untuk menunggu pun tidak punya waktu yang cukup. Akhirnya harus puas tidak bisa melihat secara langsung pertunjukan kesenian budaya itu.

objek wisata budaya sigale-gale, pesona danau toba

patung sigale-gale, pesona danau toba

Patung Sigale-gale dengan ulos bataknya

Masih banyak keindahan lainnya yang bisa kita nikmati di danau Toba dan sekitarnya. Jika benar-benar ingin puas menikmati, menginap di cottage yang ada di sekitar danau Toba adalah pilihan menarik. Karena kalau tidak, perjalanan satu hari mengelilingi danau dan sekitarnya, menikmati pesona alam yang mengundang decak kagum akan membuat kita lupa waktu, atau kalau tidak, kurang puas. Seperti kami, tak terasa bias-bias senja telah menampakkan diri menyentuh tiap jengkal bumi dan ternyata dalam perjalanan ini, kami sudah melewati 5 kabupaten dalam satu hari (sempat ga nyangka lho). Karena memang Danau Toba dikelilingi 8 kabupaten (besar bukan?). Terlalu asyik menikmati, terdampar di kabupaten tetangga hehehe…. Untung saja dekat, jadi tidak makan waktu lama.

Itulah sedikit cerita tentang pesona danau Toba yang bisa saya bagi. Semoga saja tulisan ini bisa membuat yang belum pernah mengujunginya tertarik untuk melihat sendiri dan menikmati secara langsung keindahan-keindahan yang ada di Danau Toba. Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. Tidak hanya wisata alam, tetapi juga wisata sejarah dan budaya sekaligus. Bahkan bagi yang hobi wisata petualangan, cinta pesona alam,  danau Toba dan sekitarnya menjadi tujuan yang sangat menarik. Seperti dikutip dari salah satu sumber, dalam tulisan Anthony Limtan (Analisa, 12 Februari 2012 halaman 15) berjudul “Sisi Lain Danau Toba: Pantai Pasir Putih yang Eksotik” berpesan “Bagi yang hobi wisata petulangan, yang fisiknya kuat, tidak mabuk jalan, cinta pesona alam, tidak mempersoalkan berapa jauh reute yang ditempuh, Anda boleh menikmati reute eksotik ini. Medan – Parapat – Tomok – Tuktuk – Ambarita – Pantai Pasir Putih Pangururan – Tele – Sidikalang – Kabanjahe – Berastagi dan kembali ke Medan.

Selamat merencanakan kedatangan anda ke Danau Toba (itung-itung bantu promo wisata daerah hehe…).

Tulisan ini di dedikasikan untuk memeriahkan ulang tahun Kampret yang pertama. Moga panjang umur, dan selalu berbagi cerita dan ilmu. Tulisan dan foto menarik lainnya bisa di lihat disini

30 Januari 2013

Salam persaudaraan, salam jepret

Selamat menikmati

135948861932204209

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: