Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Rayyan Sugangga

script manent, verba volant

Pengalaman Ziarah Wali Songo

REP | 05 February 2013 | 11:54 Dibaca: 3124   Komentar: 10   1

Mau berbagi sedikit kisah perjalanan saya dan rombongan Ziarah Wali Songo beberapa waktu lalu. Rombongan kami berangkat tanggal 24 Januari 2013, bertepatan dengan hari libur nasional, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dari Bandung, tepat pukul 06:00, rombongan kami bertolak menuju Surabaya menggunakan Merpati dan Lion Air. Alhamdulillah penerbangan lancar, setelah kurang lebih 1 jam di udara, rombongan tiba di Bandara Juanda Surabaya.

Lalu rombongan terbagi dalam 2 bis untuk memulai rangkaian ziarah dengan mengunjungi :

  1. Makam Sunan Ampel (Ali Rahmatullah) di Surabaya
  2. Makam Sunan Giri (Raden Paku/Joko Samudra) di Gresik
  3. Makam Syech Maulana Malik Ibrahim di Gresik
  4. Makam Sunan Drajad (Raden Qosim) di Lamongan
  5. Makam Sunan Bonang (Syaikh Maulana Makhdum Ibrahim) di Tuban
  6. Makam Sunan Muria (Raden Umar Said) di Gunung Muria, Kudus
  7. Makam Sunan Kudus (Ja’far Shodiq) di Kudus
  8. Makam Sunan Kalijaga (Raden Said) di Demak
  9. Masjid Agung Demak
  10. Makam Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) di Cirebon

Dan ternyata rombongan kami tidak sendirian, karena masih dalam suasana Maulid Nabi Muhammad SAW, tempat-tempat ziarah penuh sesak dengan para penziarah dari berbagai pelosok daerah.

* * *

Para Sunan yang tergabung dalam Wali Songo ini, saya kenal hanya melalui buku pelajaran saat masa kecil. Tidak disangka, akhirnya saya dapat mengunjungi tempat peristirahatan mereka satu persatu. Secara pribadi, perjalanan ziarah ini adalah ucapan terimakasih kepada para Sunan, sekaligus mendoakan, napak tilas serta sedikit melihat & merasakan jejak-jejak perjuangan para Sunan dalam mengenalkan Agama Islam di tanah Jawa.

Misalnya saat berziarah ke Makam Sunan Muria yang berada di kawasan puncak Gunung Muria. Untuk menuju puncak, kita harus melalui rangkaian anak tangga kurang lebih adalah 500m. Untuk menaiki satu per satu anak tangga ini dibutuhkan kesabaran yang tinggi, dan tentu saja stamina dan fisik kuat. Dari medan tempat berdakwahnya saja, saya bisa membayangkan betapa beratnya tantangan Sunan Muria dalam mengenalkan ajaran Islam.

13600392891335138558

Permulaan Anak tangga menuju Makam Sunan Muria yang terletak di Kawasan Puncak Gunung Muria

Atau saat berkunjung ke Makam Sunan Kudus, Masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus mirip dengan bangunan candi. Masjid ini dilengkapi dengan Menara Kudus yang antik. Seperti para Sunan yang lain, Sunan Kudus mengenalkan Islam dengan tetap memperhatikan kultur & kebiasaan setempat.

13600398131942446878
Jika melewati Gerbang Masjid, maka para penziarah akan menemukan pintu masuk masjid yang arsitekturnya juga bernuansa candi. Pintu masuk ini tetap dipertahankan, digabung dengan bangunan masjid dengan arsitektur Islam.

Saat di Demak, tepatnya di Masjid Agung Demak. Kami membayangkan, dahulu para Sunan berkumpul untuk membahas agama, politik, strategi dan lain-lain. Di sini pula kami menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Raden Patah pemimpin Kerajaan Demak.

* * *

Rute Ziarah : Bandung - Surabaya - Gresik - Lamongan - Tuban - Kudus - Demak - Cirebon - Bandung

Bagi saya, secara keseluruhan perjalanan Ziarah Wali Songo selama 3 hari ini sangatlah berkesan, karena bukan sekedar perjalanan, melainkan perjalanan religi yang penuh makna hikmah dan historis.

Masih banyak pengalaman lebih detail yang saya ingin ceritakan, namun sepertinya terlalu panjang kalau di-posting di blog ini. Mungkin bagi yang ingin melakukan perjalanan ziarah serupa, dengan senang hati saya akan membagi itenary, tips, dll.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip tembang karya Sunan Bonang, sekali lagi sebagai ucapan terimakasih kepada Walisongo dan para Sunan lainnya.

Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Kuran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang soleh kumpulono
Kaping papat wetengiro ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo iso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 7 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 9 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: