Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Ardi Dan Bunda Susy

Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya . http://ardisfamily.blogspot.com

Nonton Tayangan Dewasa di TV Arab

REP | 06 February 2013 | 14:03 Dibaca: 33194   Komentar: 0   1

Pemandangan Antena Parabola Diatas Apartment Di Salmiya
Satu Atap Rumah Bisa Lebih 10
Atap Rumah Tetangga
Parabolanya Banyak

Tulisan dibawah ini hanya sebagai informasi saja, bukan untuk mengajak untuk berbondong bondong ke negara negara Timur Tengah untuk nonton TV. Paling tidak, dengan membaca tulisan ini maka mata dan telinga kita bisa terbuka lebar bahwa di negara negara Arab juga mengenal “Kebebasan Pers”. Siaran TV ada yang baik, religius, pendidikan dan ada juga yang menyiarkan hal hal yang “ngeres” , dimana TV “ngeres” seperti ini tidak akan bisa anda temui secara bebas di tanah air. Manusia punya banyak kelebihan tetapi ada juga yang punya kekurangan, sehingga dalam membuat siaran TV terlihat sekali minimnya cita rasa seni pada umumnya TV Arab. Manusia juga punya hak untuk menyuarakan pikirannya meskipun terkadang tidak bisa diterima oleh orang lain. Apa yang bagus menurut dirinya belum tentu bagus untuk yang lain. Silahkan menyimak cerita tentang Kebebasan Pers sejati ala Timur Tengah dan Afrika Utara dibawah ini.

.

Parabolanya Mengarah Ke
Satelit Hotbird

Media cetak dan TV di Indonesia pernah geger saat Goyang Inul Darastita yang menjadi berita besar di tanah air beberapa tahun lalu. Di Timur Tengah, goyangan ala Inul merupakan hal yang lumrah dan bisa dilihat sehari hari melalui TV. Bahkan lebih seru dan bisa membuat nafas ngos ngosan para pria karena bukan cuma goyang pinggul seperti Inul saja tetapi seluruh badan digoyang dan pusarnya itu lho yang membuat pria tertarik. Ya, benar sekali Belly Dancing atau sering kita kenal sebagai Tari Perut memang adalah tarian tradisional Arab yang sudah ada sejak jaman Pra Islam dan tetap dilestarikan sampai saat ini di banyak negara Timur Tengah. Di Mesir, Lebanon, UAE dan beberapa negara lain anda dengan mudah menyaksikan tarian erotis tersebut tidak hanya di TV tetapi juga di pub atau tempat tertentu karena merupakan daya tarik buat turis.

.

Hitung Sendiri Berapa
Parabola Per Rumah

Soal Kebebasan Pers, Indonesia nggak ada apa apanya dibanding negara negara di Timur Tengah. Di Indonesia, Channel TV paling bisa dihitung dengan jari. Di Timur Tengah sampai Afrika Utara, satu negara saja (dengan penduduk yang sangat sedikit sekali bila dibanding penduduk Indonesia) bisa memiliki ratusan channel TV. Jumlah satelit yang beterbangan diatas langit Timur Tengah dan Afrika Utara sangat banyak sekali sehingga kita bisa melihat semua channel TV dari negara tetangga. Contohnya ARABSAT , NILESAT , HOTBIRD , EUTELSAT ,INTELSAT,  ASIASAT , NOORSAT ,TELESTAR , EUROBIRD , GALAXi25 , OPTUS dan lain lain. Mulai siaran TV dari Marocco, Tunisia, Algeria, Libya, Mesir di Afrika Utara sampai Lebanon, Palestine, Israel, Syria, Irak, Turki, Sudan, Saudi, UAE, Kuwait. Oman dan Qatar di Timur Tengah. Tidak benar sama sekali bahwa penyiar TV di negara negara Arab selalu berkerudung dan berabaya hitam. Yang seronok luar biasa banyak.

.

TV Indonesia Bisa
Tertangkap Dari Timur Tengah

Dari sebuah antenna parabola kecil dan receiver murahan seharga KD 15 saja kita bisa menyaksikan minimum 1000 channel, semua siaran berbahasa Arab. Apalagi kalau antenna parabola dan receivernya besar dan canggih, sudah pasti bisa mencapai 2000-3000 channel !..!..!. Tidak termasuk siaran TV berbayar seperti Pehla (India), OSN, atau yang lainnya yang juga bisa ditonton dari Kuwait dan negara Arab lain. Tinggal pilih channel TV yang sesuai selera, ada yang 24 jam khotbah agama dan siaran Live Masjidil Haram/Masjid Nabawi (Saudi Arabia), 24 jam Sinetron (Turki), 24 jam Berita Perang (Oposisi Syria), Siaran Politik dan juga siaran nyanyi, tari dan juga talent show yang dikemas ala American Idol dan bernama Arabian Idol, Lebanese Idol, Moroccan Idol dll. Tetapi banyak juga yang isinya cuma slideshow berupa tulisan tulisan politik, breaking news, jual barang atau yang lainnya. Saking banyaknya channel TV membuat saya ragu, siapa yang menonton siaran TV tersebut. Jumlah penduduk Timur Tengah dan Afrika Utara sedikit tapi jumlah channel TV berbahasa Arab terlalu banyak.

.

Tari Tradisional Arab
Belly Dancing

Jadi jangan heran kalau anda menyaksikan banyak antenna parabola di atap rumah. Satu rumah bisa memiliki 4 sampai 5 antena parabola yang diarahkan ke segala penjuru langit. Yang paling seru kalau antenna diarahkan dan disetup ke satelit HOTBIRD (Bahasa Jawanya Manuk Panas).  Hampir seluruh siarannya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pusar bagian bawah dan syahwat. Preview adegan esek esek sekitar 2 menit setelah itu anda diminta menghubungi nomor telpon tertentu agar bisa melihat secara full atau diminta membeli card prabayar di tempat penjualan di kota anda. Tinggal sesuaikan dengan diri anda, mau lihat yang oversize milik Lebanese, hitam legam Sudanese, besar ala patung Firaun Mesir atau yang lain. Tetapi sering juga promo, 1 jam nonstop adegan begituan yang bisa bikin merem melek.

Silahkan tentukan sendiri, sorga dan neraka semua ada di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Original Source : Catatan Ardi’s Family
.
Goyang Terus Mang !!!!
Serr Serr Goyang Terus Mang !!!
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 10 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 11 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 8 jam lalu

Cinta Produk Lokal …

M&s | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Sosok Pemimpin Murah Hati …

Hanna Chandra | 8 jam lalu

Serampangan Berikan Paracetamol pada Anak, …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Menjabarkan Konsep Tol Laut …

Rudy Sangian | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: