Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Taufikuieks

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Tidak Ada “SARA” di Brunei

HL | 07 February 2013 | 08:31 Dibaca: 1360   Komentar: 0   4

13601998231858909271

Pergi ke Brunei sebenarnya bagi saya bagaikan pulang kampung. Maklum saya pernah tinggal sementara di negri yang berjulukan “Peace of Abode” ini di penghujung millenium yang lalu. Setelah itu, hampir setiap tahun saya selalu saja memiliki kesempatan berkunjung kembali ke negri Sultan Bolkiah yang makmur dan permai ini.

13601999511179425224

Namun, setiap kali berkunjung, selalu saja ada kejutan yang menarik seperti pada kunjungan pertama. “Mana uang tunjuknya”, itu adalah pertanyaan khas yang diajukan petugas di boarding gate Bandara Soekarno-Hatta kepada setiap pemegang paspor Indonesia. Pertanyaan ini pada mulanya cukup mengejutkan saya ketika pertama kali naik pesawat Royal Brunei menuju Bandar Seri Begawan di tahun 1990an. Uang tunjuk adalah uang yang harus ditunjukan kepada petugas dengan jumlah paling sedikit sejuta rupiah yang pada saat itu kira-kira setara dengan 400 USD .

1360200178246696206

Pertanyaan ini kemudian menghilang sekitar tahun 2000-an dan kita pun dapat melenggang menuju Brunei tanpa pertanyaan yang aneh. Yang sedikit beda adalah di formulir imigrasi yang harus diisi ketika berkunjung ke Brunei, selain isian baku seperti nama, tanggal lahir, nomer paspor, dan kewarganegaraan, pengunjung ke Brunei juga harus mengisi kolom ras dan agama.

Ternyata, pertanyaan mengenai agama ini cukup penting karena pengunjung yang beragama Islam tidak diperbolehkan membawa minuman keras ke Brunei, sementara pengunjung non muslim diperbolehkan membawa paling banyak 12 kaleng bir kecil. Yang mendapat keistimewaan adalah pengunjung ataupun warga negara Brunei yang non muslim.

Tahun demi tahun berganti, formulir imigrasi Brunei pun mengalami perubahan, Sekarang ini pertanyaan mengenai agama sudah tidak ada lagi. Namun yang masih tetap muncul adalah pertanyaan mengenai ras . Barangkali berdasarkan ras ini kemudian bisa diterka agama seseorang?

13602004241232023151

Memasuki pesawat Airbus 320 Royal Brunei , suasana Brunei sudah terasa dengan “doa safar” yang mulai dikumandangkan ketika pesawat mulai bergerak meninggalkan garbarata. Setelah terbang dua jam lebih, pesawat pun kemudian mendarat di Bandara Udara Antarbangsa Brunei yang terletak di kawasan Berakas.

13602005102029750647

Setelah hampir satu tahun tidak berkunjung ke negri ini, hal pertama yang berubah adalah renovasi besar-besaran yang sedang dilaksanakan di bandara ini. Terlihat bangunan terminal baru yang sedang dibangun di bagian depan terminal lama dan diharapkan akan selesai pada tahun 2014

13602006161194786917

Dalam taksi yang ,membawa saya ke hotel di kawasan Gadong. Taksi yang dipatok dengan harga flat sebesar 25 Ringgit itu melalui jalan yang mulus di kota Bandar Seri Begawan. Tidak sampai sepuluh menit kemudian, taksi sudah mendekati kawasan Gadong dan melewati Masjid Sultan Bolkiah yang terkenal dengan keindahannya.

13602006621451736201

Selamat Datang di Brunei,! Negri dimana selain mengisi “Nationality”, kita juga harus mengisi ras di formulir imigrasi. SARA ternyata tidak menjadi persoalan di negri yang aman dan damai ini!

Bandar Seri Begawan. 7 Februari 2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 4 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: