Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Eksotis Pulau “Ular” di Bima

REP | 13 February 2013 | 09:14 Dibaca: 1816   Komentar: 0   3

1360721180909810583

Pulau Ular demikian Orang Bima menyebutnya, karena mungkin pulau ini hanya dihuni oleh sekelompok ular-ular jinak yang tidak mengganggu penduduk. Yang menarik sebenarnya bukan karena banyaknya ular atau tidak adanya manusia yang mau tinggal di pulau yang kirakira seluas 500 m2 ini, tetapi lebih karena ular-ular ini berbeda dengan umumnya ular yang ada di Daerah Bima. Ular-ular ini mencari makanan di dalam laut dan beristirahat di atas pulau di antara celah-celah bebatuan atau bergelantungan pada tebing-tebing terjal, maka menambah daya tarik pulau ini.

13607212341491125755

Ular-ular di Pulau Ular tersebut menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut termasuk ular yang sangat beracun. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung. Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit

Tersebutlah sebuah pulau kecil di wilayah Kabupaten Bima bagian timur, tepatnya di Kecamatan Wera Desa Pai. Pulau ini terletak dekat sekali dengan daratan Pulau Sumbawa hanya lebih kurang 400-500m

Pulau ini merupakan habitat bagi populasi ular laut dengan keunikan warnanya putih silver dengan kombinasi hitam mengkilap. Ular-Ular ini jinak dan bersahabat dengan wisatawan yang mengunjunginya. Pulau ular dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Bima menggunakan transportasi darat.

1360721279930378032

.Mengunjungi obyek wisata “ Pulau Ular “ anda juga disuguhkan dengan keindahan pesona laut Bima. Dari pulau ini Gunung Api Sangiang tampak berdiri kokoh. Bagian puncaknya selalu diselimuti kabut.

Dalam legenda, Pulau ular merupakan jelmaan dari kapal Portugis yang terdampar di perairan Wera. Ular-ular tersebut adalah jelmaan para penumpang dan ABK Kapal. Sedangkan dua pohon Kamboja yang tumbuh di kedua sisi pulau itu merupakan jelmaan dari tiang-tiang kapal portugis.

Meskipun itu adalah legenda, namun Pulau Ular sudah semakin dikenal dunia. Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke pulau ini. Pemerintah Daerah harus segera menata pulau ini, membangun fasilitas jalan, fasilitas semacam brugak-brugak di pinggir pantai Desa Pai untuk disewakan kepada pengunjung dan akan menjadi sumber PAD bagi Daerah

1360721332218641464

136072136513738712061360721401510909418

13607214491556767591

1360721467142345265

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 15 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 16 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 19 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 20 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 15 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 15 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 15 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 15 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: