Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Aryani_yani

Lahir di kota hujan yg sejuk, dari ortu yg asli Jawa, tp belum pernah bisa selengkapnya

Menjelajahi Curug di Kawasan Gunung Salak Endah (Gunung Bunder) Bogor

HL | 13 February 2013 | 06:49 Dibaca: 4554   Komentar: 57   10

13607113921274080124

Curug Cigamea

Bagi yang menggemari wisata alam curug (air terjun), Bogor adalah tempat yang tepat. Di sini kita menemukan berbagai macam curug dengan segala ukuran dan keindahannya. Salah satunya terletak di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (Gunung Bunder), di bagian baratnya kota Bogor. Ada banyak sekali curug di sini tetapi yang paling terkenal yaitu curug seribu, curug cigamea dan curug ngumpet. Saya baru 2 kali berkunjung ke kawasan ini bersama teman sesama penggemar fotografi untuk hunting foto. Tempat ini oke banget buat yang ingin belajar teknik foto slow speed.

Kunjungan pertama sekitar 1.5 tahun yang lalu. Acara hanya disetting dalam waktu 1 hari untuk mengunjungi 3 curug yaitu curug seribu, curug sawer dan curug ngumpet. Supaya lebih efisien, si pembuat acara sengaja menyetting agar kita mengunjungi curug seribu terlebih dahulu. Tahu tidak kenapa? Karena curug ini adalah curug yang paling besar yang ada di Gunung Bunder. Dan medannya lumayan berat dan menantang, kita harus menempuh perjalanan menurun sejauh kurang lebih 1 di atas bebatuan yang cukup terjal, licin dan sempit.

Photo tour pagi itu dimulai. Rombongan kami mulai melewati jalan setapak yang menurun. Awalnya jalan yang dilalui masih lebar dan landai. Tetapi setelah sampai di tangga-tangga yang disusun dari batu, jalanan mulai menyempit dan agak licin. Karena perjalanan yang dilalui menurun, jadi tidak terlalu terasa lelahnya. Kami terus menuruni tangga bebatuan yang semakin terjal dan licin. Tetapi masih belum tampak juga tanda-tanda suara gemuruh air terjun. Beban di pundakku semakin terasa karena  tripod dan kamera DSLR yang harus kubawa. Nafasku tersengal-sengal…huuuft capeknya…

Di saat mulai dilanda kelelahan, kami sampai di curug yang ukurannya kecil namun indah. Namanya curug sawer. Paling-paling tingginya hanya beberapa meter. Lumayanlah untuk hiburan sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke curug seribu. Tetapi saya memutuskan untuk memotret curug itu sekembalinya dari curug seribu. Ternyata kata penduduk di situ, ini masih setengah perjalanan.

Perjalanan turun semakin melelahkan. Banyak teman-teman yang juga kepayahan dan berhenti untuk istirahat. Saya tidak bisa membayangkan jalan pulangnya karena harus mendaki ke atas lagi. Jalanan semakin terjal dan licin. Harus hati-hati menuruni bebatuan karena kalau tidak bisa terpeleset ke jurang yang ada di sebelah kanan jalan. Sebenarnya pemandangannya indah, tapi saya benar-benar tidak berani mengeluarkan kamera DSLR karena takut jatuh, sayang kameranya hehe. Apalagi banyak orang yang berlalu-lalang di jalan setapak itu.

Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih, akhirnya pemandangan curug seribu mulai kelihatan. Dari kejauhan saja sudah terlihat tinggi apalagi dari dekat. Tingginya mungkin sekitar 100 meter. Alirannya deras bahkan kedalaman kolamnya bisa mencapai 40 meter. Jadi jangan coba-coba mandi-mandi di bawahnya ya, kita bisa hanyut dan tenggelam terbawa arus. Curug ini dikelilingi oleh batu-batu besar dengan lumut di atasnya yang cantik. Di samping curug yang utama ada beberapa aliran curug lain yang kecil-kecil. Curug seribu memang indah, semua kelelahan seakan terbayar saat sampai di tempat ini. Tetapi saya hanya berani memandang dan memotret dari jarak jauh. Selain ramai orang, takut kalau lensa saya basah karena cipratan air terjun bisa bermeter-meter jaraknya.

13607115862048073526

Curug seribu : sedang ramai dikunjungi orang

13607116371457819970

Curug seribu : tinggi dan dalam

13607116881359666878

Curug seribu dan alirannya

Waktu itu, karena belum terlalu bisa memotret curug, jepretan saya hanya sedikit dan tidak terlalu bagus. Perjalanan pulang masih harus ditempuh melalui jalan yang menanjak. Benar-benar melelahkan. Sampai-sampai waktu itu kapok gak mau ke situ lagi. Tetapi sekarang rasanya pingin datang lagi ke sana hehe. Banyak pula teman sesama rombongan yang tidak kuat, apalagi yang sudah bapak-bapak. Saat melewati curug sawer, saya berhenti sebentar untuk memotret sekaligus istirahat.

1360711737610199485

Curug Sawer : kecil tapi indah

******

Lokasi menuju curug ngumpet (ngumpet 1) tidak sejauh curug seribu. Hanya sekitar 100 meter dari pintu gerbang, kita sudah menemukan curug ini. Entah mengapa dinamakan ngumpet. Warna air di kolamnya biru dengan banyak batu di atasnya. Aliran sungai yang berasal dari curug ini juga masih jernih. Sayangnya banyak wisatawan yang tidak peduli lingkungan dan membuang sampah sembarangan sehingga merusak keindahan tempat wisata ini. Terkadang mereka melakukan vandalisme dengan menulisi batu-batu seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

1360711794788435697

Curug Ngumpet 1

13607118471813974952

Aliran sungai dari curug ngumpet 1 dengan batu berlumutnya yang cantik

******

Kurang lebih 3 minggu yang lalu saya kembali ke kawasan wisata ini lagi untuk hunting foto. Kali ini mengunjungi curug lain yang belum pernah dikunjungi yaitu curug pangeran dan cigamea. Waktu itu sedang musim penghujan sehingga cuacanya mendung dimana sangat cocok untuk memotret dengan teknik slow speed.

Sore yang mendung selepas hujan di siang harinya, tetapi saya dan teman-teman tetap pergi ke curug pangeran untuk hunting foto. Curug pangeran letaknya tidak terlalu jauh dari tempat parkir kendaraan. Sayangnya sesampainya di tempat ini, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Alhasil warna curug berubah eksotis menjadi coklat seperti susu coklat. Saya hanya berhasil mengambil beberapa jepretan sebelum akhirnya berteduh. Memotretpun dengan susah payah karena harus memakai payung. Tetapi tetap saja lensa dan tas basah semua.

1360711956615985878

Curug pangeran di tengah hujan deras

1360712004809872084

Aliran sungai dari curug pangeran : coklat yang eksotis

******

Esok harinya hunting foto dilanjutkan ke curug cigamea. Langit pagi itu lumayan cerah meskipun berawan. Kami berharap tidak akan turun hujan di pagi itu supaya alirannya airnya putih jernih. Perjalanan ke curug cigamea lebih bersahabat dibanding ke curug seribu. Bagi yang pernah ke curug seribu, pasti tidak akan kelelahan jika mengunjungi curug cigamea. Jalannya lebih jauh daripada curug ngumpet 1, tetapi sudah bagus (dipaving) dan lebar. Pemandangan curug cigamea sudah bisa kita lihat sebelum masuk gerbang. Kita bisa melihat pemandangan gunung salak dan aliran air terjun di bawahnya. Sayang langit di atas gunung tidak biru. Dan akibat keterbatasan lensa serta kemampuan memotretku, fotonya jadi biasa saja. Padahal aslinya bagus banget.

1360712072929848883

Pemandangan gunung salak dan curug cigamea di bawahnya

13607121451392527335

Tangga turun yang berliku menuju curug cigamea

Menurut saya curug cigamea itu paling indah di antara curug-curug lain yang pernah saya datangi di kawasan Gunung Bunder. Di sana terdapat 2 aliran air terjun yang jernih, debit airnya cukup deras tetapi tidak sederas di curug seribu. Dari atas warna air kolamnya tampak kebiruan. Batu-batu besar dan terkadang berlumut menghiasi di atas sungainya. Dinding-dinding tempat dilaluinya curug berwarna coklat kemerahan. Di tempat ini sempat saya jumpai monyet, tetapi sama sekali tidak agresif. Untunglah karena masih pagi sekali, pengunjung yang datang ke tempat ini masih sedikit sehingga tidak terlalu mengganggu pemandangan yang kami potret.

13607122061021631528

Monyet di depan curug cigamea

13607122592085090168

Curug cigamea (curug pertama di kanan jalan)

13607123211762456767

Curug Cigamea (curug utama)

13607124071953735220

Curug cigamea (curug utama)

13607125001563670896

Aliran sungai curug cigamea

Sekembalinya dari curug cigamea, perlahan hujan rintik-rintik mulai turun. Untunglah kami sudah sampai di atas kembali. Sebelum pulang ke Bogor, kami sempat mengunjungi curug ngumpet 2. Curug ini masih lebih kecil dibanding curug ngumpet 1. Alirannya juga tidak deras. Dinding-dinding curugnya berwarna coklat dan banyak ditumbuhi lumut.

1360712566796952349

Curug ngumpet 2

136071261939177501

Curug ngumpet 2

*******

Sebenarnya masih ada lagi beberapa curug di kawasan Gunung Bunder seperti curug cihurang dan curug goa lumut. Katanya sih bagus juga tetapi saya belum sempat mengunjunginya. Mungkin suatu saat jika ke sini lagi saya akan mengunjungi curug-curug tersebut.

Salam jepret dan jalan-jalan.

Bogor, 13 Februari 2013

Tulisan terkait tentang curug :

Mengunjungi Air Terjun “Tempat Pertapaan Mahapatih Gadjah Mada” Madakadipura

[Jelang Satu Tahun] Pesona Curug Cilember dalam Bingkai Slow Speed

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: