Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dianne Deivie Dirk

Makluk Tuhan yang suka membaca, menulis, photography, ngenet dan ngopi.. tinggal di kampung terpencil di selengkapnya

Kota Bitung dengan Selat Lembehnya

HL | 15 February 2013 | 00:00 Dibaca: 605   Komentar: 0   0

13608582951615774842
Selamat datang di Kota Bitung

Bitung, mungkin belum begitu banyak yang kenal, kota kecil yang merupakan salah satu kota di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan menumpang bus dari terminal Pal 2 Manado, anda bisa mencapai kota Bitung hanya memakan waktu sekitar 1 jam, demikian juga jika menumpang taxi dari Bandara Sam Ratulangi Manado, relatif waktunya sama antara 45 menit s/d 1 jam.

Kota multi dimensi ini, menjadi surga para pendatang, karena memang, kota ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berusaha dan menetap disini, sehingga tahun demi tahun, masyarakat pendatang dari berbagai daerah di Indonesia (ataupun berbagai kampung /wilayah di SULUT) semakin banyak yang datang untuk mencari peluang bisnis maupun kerja disini. Adapun suku yang paling banyak yaitu suku Sanger dan Minahasa, sebagai penduduk awal yang mendiami daerah ini.

Sepanjang jalan setelah memasuki kota Bitung, kita kan banyak menjumpai pabrik-pabrik, sebagian besar adalah pabrik ikan yang mempekerjakan cukup banyak buruh (padat karya). Selain Pabrik ikan, ada  juga pabrik Minyak goreng, pabrik Mie Instant dll.

13608584941314446811
Bitung Kota Ikan

Lihat saja mulai dari pintu masuk kota, disepanjang jalan Girian sampai dipusat kota, mulai siang hingga subuh dipenuhi dengan penjual jajanan/makanan yang nyaris seluruhnya bukan asal Sulawesi Utara tapi Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan (Pontianak) dll. Mereka sudah menyatu dengan warga Bitung. Banyak yang telah bertahun-tahun tinggal di Bitung bahkan memiliki rumah sendiri.

1360858630311683491
Kota Pelabuhan

Mereka pulang ke daerah asal hanya pada hari raya keagamaan bahkan ada yang sudah tak pernah pulang karena sudah terjadi kawin-mawin dengan masyarakat setempat.

13608588061524050185
Kelurahan Pintu Kota dengan latar belakang Selat Lembeh

Bitung adalah kota pelabuhan, pelabuhan niaga Bitung terletak ditengah kota, bersebelahan dengan pelabuhan peti kemas. Tepat menghadap laut, terlihat ada pulau Lembeh, di pisahkan oleh yang namanya Selat Lembeh, yang sudah banyak dikenal dan dikunjungi oleh  wisatawan domestik maupun mancanegara karena pemandangan bawah laut yang indah dan  berbeda dengan Bunaken karena pasirnya pasir hitam dan biota-biota lautnya yang unik dan spesifik seperti mimic octopus, ghost pipefish, lion fish, mandarin fish, kuda laut picmic dan masih banyak lagi. Konon Selat Lembeh mempunyai 89 titik selam yang siap di explorasi oleh para Diver dan menjadi favorit bagi mereka yang sangat menyukai Macro Pictures maklum, disini banyak biota laut yang unit dan kecil. Terumbu karangnya sedikit berbeda dengan di Bunaken.

13608600581479997156
Menu ikan segar yang siap di panggang

Disamping selat Lembeh, Bitung juga mempunyai objek wisata pantai yang lain, seperti Pantai Kasawari, Pantai Milleniun dan RCTI Tanjung Merah, Pantai Batu Putih, Pantai Manembo-nembo dll.

Jika anda ingin mengetahui binatang khusus yang berasal dari tanah Sulawesi, bisa menuju kebun binatang yang terletak di Kelurahan Aertembaga, disana kita bisa melihat Tarsius, si monyet terkecil didunia yang banyak terdapat di Gunung Tangkoko Batu Angus, Anoa, Monyet hitam berpantat merah dan binantang khas Sulawesi lainnya.

1360859140950501752
Picmic Sea Horse

Mereka yang menyukai alam, sangat menyesal jika tidak singga di kelurahan Batu Putih, dimana terdapat Taman Suaka Marga Satwa, Tangkoko Batu Putih dengan monyet-monyet hitam yang gampang dijumpai, termasuk juga ada orang-orang asing yang mengadakan penelitian didaerah ini.

Gunung Dua Sudara berdiri dengan gagah menghiasai indahnya alam Bitung,  gunung kembar itu terletak di perkebunan kelurahan Dua Sudara Bitung.

Travel mania, selamat datang di Kota Bitung, Kota multi etnis dan multi dimensi.

1360859818551174293
Gunung Dua Sudara

13608602742034841207
Festival selat Lembeh yang rutin dilaksanakan tiap tahun

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: