Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Dhanang Dhave

Biologi yang menyita banyak waktu dan menikmati saat terjebak dalam dunia jurnalisme dan fotografi saat selengkapnya

Masjid Agung Demak Sisa dari Sebuah Kerajaan

REP | 26 February 2013 | 09:31 Dibaca: 1703   Komentar: 8   4

13618455671160177560

Aura religi begitu pekat di tempat ini (dok.pri)

Suara panggilan ibadah dari pengeras suara muncul menghampiri telinga saya saat sedang duduk di alun-alun Demak. Ternyata waktunya sholat ashar, banyak umatNya yang bergegas masuk pelataran Masjid untuk menunaikan ibadah. Sayup-sayup lantunan pujian kepada Sang Pencipta  berkumandang dan membaut aura religi begitu pekat di tempat ini. Saat ini saya berdiri tepat di gerbang Masjid Agung Demak.

“Geni Mati Siniran Janmi” sinengkalan yang berarti tahun Caka 1403 atau 1481M. Inilah diperkirakan berdirinya Kasultanan Demak. Raden Patah sebagai pendirinya adalah putra dari Brawijaya V (Kertabumi) buah perkawinan denga Putri Cina. Di Bumi Bintara inilah Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama kalinya di tanah jawa. Segera setelah kerajaan ddirikan maka masjid menyusul dibuat sebagai tempat ibadah.

13618456261538017747

Inilah Masjid Agung Demak, yang penuh sejarah (dok.pri)

Cerita yang berkembang di masyarakat memang sangat menarik untuk dicermati berkaitan dengan berdirinya masjid megah ini. Akhirnya tugas mendirikan Masjid adalah pekerjaan para Wali. Tahapan pentingnya adalah membuat saka guru, yakni empat tiang penopang utama bangunan. Salah satu yang unik adalah tiang yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Disaat Sunan Bonang memerintahkan para wali membuat tiang saka, namun Sunan Kali Jaga tak juga membuatnya.

Pada malam harinya Sunan Kali Jaga mengumpulkan serpihan-serpihan kayu lalu membuatnya seukuran dengan tiang saka. Akhirnya tiang tatal buatan Sunan Kali Jaga didirikan di timur laut untuk tempat imam masjid. Hingga saat ini ada 4 tiang dan salah satunya buatan Sunan Kali Jaga. Namanya juga cerita, dengan bubu-bumbu penyedapnya silahkan diterjemahkan dan ambil maknanya.

1361845700310715891

Sunan Kali Jaga membuat 1 dari 4 tiang saka (dok.pri)

Masjid megah di Demak Bintara ini adalah salah satu tujuan wisata yang menarik. Banyak nilai-nilai sejarah yang bisa pelajari. Masjid yang sudah di renovasi, namun tetap mempertahankan bentuk aslinya ini masih menyimpan potret masa lalu yang penuh dengan cerita sejarah. Museum berdiri megah disamping Masjid dan disana tersimpan bukti-bukti sejarah tersebut.

Di sekitar komplek masjid banyak juga situs-situs peninggalan masa lalu. Sumur yang dikeramatkan, pemakaman para raja dan keluarga hingga area yang diyakini sebagai petilasan. Pertanyaan saya berkecamuk, saat mata ini menerawang dan berkata ”diama kira-kira istana Demak itu..?”. Memang tidak diketahui dengan pasti, dimana letak persisnya, namun kira-kira jejaknya masih ada. Saya manggut-manggut saat seoarng bapak menyodori dua buah buku kecil yang berjudul Babad Tanah Jawa (Majapahit, Demak, Pajang) dan Menelusuri Lokasi Keraton Demak.

1361845802384645033

Sejarah yang tak lekang dimakan jaman (dok.pri)

Sejarah yang panjang dari Majapahit, Demak hingga Pajang dengan perang saudara berkecamuk membuat bongkar pasang kekuasaan dan kerajaan. Dinamika inilah yang acapkali membumi hanguskan peninggalan beserta sejarahnya, namun setidaknya cerita turun temurun bisa memberi gegambaran masa lalu. Jejak-jejak lewat prasasti dan artefek juga menjadi saksi bisu perjalanan masa lalu. Entah kapan dan dimana persisnya tak ada yang tahu, yang pasti sejarah dan nilai-nilainya itu tetap akan ada.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 8 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca …

Ervina Dwi Indrawat... | 8 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Di Papua 1 Desember Akan Diperingati Hari …

Albert Giay | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa: Jangan Ada Lagi Tikus …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Sayang Tidak Ada Pembicara Olahraga di …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: