Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Eco Green Park Kota Wisata Batu

REP | 28 February 2013 | 11:00 Dibaca: 8378   Komentar: 6   2

http://boycapricorn.blogspot.com/
Eco Green Park Kota Wisata Batu Jawa Timur

Pada libur Natal 2012, penulis beruntung bisa mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo untuk mudik ke Malang. Kali ini penulis dan 3 orang teman menyempatkan jalan-jalan ke Kota Batu tepatnya ke Eco Green Park di kompleks Jatim Park 2, Jalan Oro-Oro Ombo No 9A Kota Batu. Eco Green Park merupakan tempat wisata baru yang menyajikan konsep fun & study dimana pengunjung akan diajak untuk melihat koleksi binatang dan tanaman serta bagaimana cara kita menjaga lingkungan melalui edukasi langsung maupun teknologi visual dengan konsep yang menyenangkan.

Untuk menuju tempat ini cukup mudah mengingat berada di kompleks Jatim Park 2 yang sudah cukup terkenal. Namun karena penulis datang pada saat libur panjang maka antrian masuk kompleks Jatim Park 2 sangat panjang dan parkir kendaraan penuh sehingga kami harus parkir kendaraan di luar kompleks Jatim Park 2 dengan biaya parkir Rp. 10.000,- tanpa diberikan karcis parkir. Tips bagi pengunjung agar datang lebih pagi pada saat libur panjang. Masukan juga kepada pengelola agar menambah area parkir atau menambah jumlah personel keamanan khususnya bagi pengunjung yang terpaksa memarkiran kendaraannya diluar kompleks Jatim Park 2.

Tiket masuk Eco Green Park dipatok Rp. 30.000,- untuk hari Senin -  Jumat (weekday) dan Rp 40.000,- untuk hari Sabtu , Minggu (weekend) dan hari libur. Tiket masuk berupa gelang kertas tahan air yang akan dikenakan di pergelangan tangan. Sangat praktis sehingga pengunjung tidak perlu repot menyimpan ataupun kehilangan karcis masuk. Tiket ini berlaku untuk semua wahana yang terdapat di dalam Eco Green Park.

http://boycapricorn.blogspot.com/
Bagian depan Eco Green Park
http://boycapricorn.blogspot.com/
Suasana di loket masuk Eco Green Park
http://boycapricorn.blogspot.com/
Tiket Eco Green Park yang berupa gelang

Begitu masuk pengunjung akan disuguhi miniatur candi-candi di Indonesia. Pada saat penulis berkunjung tampak pembangunan miniatur candi-candi masih dalam proses pengerjaan. Baru selesai sekitar 70%. Di sebelah kiri ada pos E-Bike bagi pengunjung yang ingin menyewa e-bike sehingga tidak capek saat mengelilingi seluruh wahana di dalam Eco Green Park. Menyusuri rute kita akan disuguhi seni rupa barang bekas yang menyerupai sapi dan gajah. Sapi tersusun dari pintu mobil bekas sedangkan Gajah tersusun dari tv, komputer dan remote bekas. Tampak terkandung makna bahwa barang bekas dapat dijadikan karya seni yang ramah lingkungan. Unik dan edukatif.

Miniatur candi-candi
E-Bike yang dapat disewa
Patung gajah dari TV bekas
Cobain remotenya ah…
Bambu Plaza

Rute selanjutnya adalah Bambu Plaza. Disini terdapat koleksi kupu-kupu dan serangga baik yang masih hidup maupun yang sudah mati dan diawetkan. Salah satu koleksi yang ditampilkan adalah belalang anggrek yang bentuk dan warnanya menyerupai anggrek.

Bagian dalam Bambu Plaza

Koleksi kupu-kupu yang sudah mati dan dikeringkan
Belalang Anggrek. Coba tebak mana belalangnya ?

Scorpio jinak

Yang unik disini terdapat scorpio atau kita biasa menyebutnya kalajengking yang menurut petugasnya sudah diambil racunnya sehingga kita bisa memegang tanpa perlu takut digigit. Penasaran saya pun mencobanya. Meski sedikit ngeri dan deg-degan ternyata scorpio ini memang tidak menggigit.

Ternyata memang aman untuk dipegang hehehe
Petugas menunjukkan scorpio aman dipegang

Kumbang yang sudah mati dan diawetkan dan disusun membentuk tubuh kumbang

Zona selanjutnya adalah Zona Walking Bird. Disini terdapat beberapa koleksi burung yang berasal dari berbagai benua dan negara. Beberapa diantaranya cukup jinak untuk dipegang dan diberi makanan burung yang bisa kita beli di petugas jaga.

Tempat sampah yang disediakan di setiap zona Eco Green Park

Berikutnya pengunjung akan diajak menuju Zona Music Plaza. Disini pengunjung dapat bermain alat yang menembakkan air ke beberapa instrumen yang dapat mengeluarkan suara musik. Terdapat pula Zona Jungle Adventure yang menurut informasi pengunjung akan diajak mengelilingi hutan buatan dengan mobil terbuka sambil menyimak cerita tentang penebangan hutan secara liar, pembalakan kayu dan perburuan liar hewan. Pada saat penulis berkunjung antrian di zona ini cukup panjang sehingga penulis mengurungkan niat untuk memasuki zona Jungle Adventure.

Gerbang Plaza Music
Ayo tembak !!!
Dipompa dulu ya
Antrian di zona Jungle Adventure

Disini juga terdapat Snack Corner yang bangunannya dibuat mirip bangunan kincir angin di Belanda. Harga makanan dan minuman disini masih cukup terjangkau. Terdapat pula Laboratorium Pengolahan Susu yang menampilkan proses pengolahan susu mentah sampai dengan susu yang siap diminum.

Snack Corner

Display makanan dan daftar harga
Daftar harga

Laboratorium Pengolahan Susu

Berikutnya pengunjung akan diajak memasuki Zona Animal Farm yang berisikan koleksi binatang peternakan dan binatang lainnya yang berasal dari beberapa negara seperti sapi dari Amerika, kambing dari Ceko dan hewan-hewan lainnya. Selain itu terdapat pula area merokok serta area edukasi pengolahan sampah dan water treatment yang dipandu oleh petugas.

Gerbang Zona Animal Farm
Sapi Long Horn dari Amerika
Kambing Ceko

Area merokok

Hasil pengolahan limbah kayu
Area belajar mengelola sampah

Petugas menjelaskan tentang pemilahan sampah
Petugas menjelaskan tentang komposter

boycapricorn.blogspot.com
Salah satu sudut Eco Green Park

Di Eco Green Park terdapat zona yang cukup unik yaitu Zona Hidroponik. Disini pengunjung akan diajak memahami proses hidroponik jamur, strawberry, tomat cherry dan aneka tanaman di Carnivor Garden serta terdapat juga area budidaya lebah. Selain itu dijual pula hasil dari hidroponik tersebut, madu serta berbagai macam bibit tanaman.

Zona Hidroponik
Hidroponik jamur
Jamur ditempatkan dalam rak di ruangan khusus
Sudut penjualan madu dan hasil hidroponik
Penjualan jamur dan strawberry hasil hidroponik

Dijual juga berbagai macam suvenir
Carnivor Garden
Koleksi tanaman di Carnivor Garden
Aneka bibit tanaman yang dijual
Koleksi kaktus Carnivor Garden
Terdapat pula peraga tenaga air menjadi tenaga listrik

Setelah puas melihat aneka tanaman, pengunjung diajak memasuki Zona World Parrot atau Zona Burung Kakak Tua Sedunia. Disini pengunjung dapat melihat koleksi burung kakak tua dari berbagai negara di dunia dengan ciri khas bentuk dan warna masing-masing. Pengunjung juga dapat berfoto bersama burung kakak tua GRATIS !!

Pintu masuk World Parrot

Salah satu koleksi burung kakak tua
Foto bersama salah satu burung kakak tua
Foto bersama salah satu jenis burung kakak tua langka yaitu Burung Kakatua Raja (Probosciger aterrimus)
Salah satu sudut Eco Green Park

Zona berikutnya masih berkaitan dengan hewan dari seluruh dunia yaitu Duck Kingdom. Ya sesuai namanya maka disini kita akan melihat aneka koleksi bebek dari seluruh dunia. Cukup unik bukan. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat dari foto-foto penulis di bawah ini.

Area Duck Kingdom
Kolam bebek Duck Kingdom

Selain bebek, disini kita juga dapat melihat tempat penangkaran unggas dan kandang elang dimana pengunjung dapat memberi makan dan foto bersama elang. Sayang saat penulis melewati area ini bukan pada jam makan elang sehingga penulis tidak dapat memberi makan atau berfoto bersama elang.

Kandang khusus bagi unggas yang baru menetas
Tampak unggas yang baru menetas masih cukup lemah untuk hidup di alam bebas
Kandang khusus Elang.

Setelah Duck Kingdom pengunjung akan diajak memasuki Zona Rumah Terbalik dimana terdapat bangunan rumah yang terbalik. Penasaran dengan isinya? Lihat foto-fotonya yuk

Zona Rumah Terbalik

Salah satu sudut Rumah Terbalik
Ruang tamu Rumah Terbalik

Dari ruang tamu ini masih terdapat ruang-ruang lain yang isinya terbalik serta ruang kaca. Awas tersesat ya !!

Selanjutnya pengunjung akan diajak bermain air di Zona Watertrack. Zona ini membutuhkan stamina dan keseimbangan yang tinggi karena jika terpeleset maka pengunjung akan tercebur ke dalam air yang berwarna coklat. Berminat mencoba? Juga jangan lewatkan bermain Angry Bird yang letaknya bersebelahan dengan Zona Water Track

Zona Water Track
Awas kecebur !!
Tarik mang !!!

Foto dengan kelinci
Ada warung di Eco Green Park

Capek berjalan di setiap zona di Eco Green Park? Disini Eco Green Park menyediakan food court dan Zona Bird Show. Disini pengunjung dapat melihat pertunjukan aneka burung di panggung terbuka sambil beristirahat karena disediakan tempat duduk yang cukup luas. Bagi yang lapar dan haus dapat pula langsung menuju food court yang ditata bagus dengan penempatan bunga-bunga di langit-langit food court.

Zona Bird Show & Food Court

Zona Bird Show
Food Court
Bunga yang diletakkan di langit-langit food court
Menuju Zona Geologi

Zona berikutnya adalah Zona Geologi. Menurut informasi di dalam zona ini pengunjung diajak untuk mengetahui berbagai jenis batuan alam dan cara penambangan hingga pengelolaannya. Selain itu terdapat ruang simulator angin dimana pengunjung dapat mencoba kekuatan dan tekanan angin. Tapi karena penulis sudah kelelahan maka penulis tidak memasuki zona ini. Selain itu penulis tertarik dengan zona berikutnya yaitu Zona Dome Multimedia dimana pihak pengelola mengklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan 100 % karya anak bangsa.

Pintu masuk Zona Dome Multimedia
Terdapat Hanoman Bioskop Dome 3 Dimensi dan Eco Journey
Suasana di dalam Hanoman Bioskop Dome 3 Dimensi
Pertama di Indonesia dan 100 % karya anak bangsa

Sesuai namanya di dalam dome tersebut kita akan menyaksikan film tentang Hanoman melawan kekuatan jahat. Layar yang digunakan adalah atap dari dome itu sendiri disertai dengan efek bergetar di lantai yang kita injak. Pengunjung diajak berputar-putar ketika adegan yang disajikan berpindah-pindah dari satu bagian atap dome ke bagian atap dome lainnya. Dilengkapi dengan tata suara yang cukup dahsyat pertunjukkan ini cukup hebat mengingat cerita yang disajikan benar-benar cerita asli Indonesia. Sedikit kekurangan hanyalah gambar dari tokoh Hanoman itu sendiri kurang begitu jelas karena ukurannya tidak sebanding dengan layar dari atap dome yang cukup luas. Disebelahnya terdapat Zona Eco Journey. Namun melihat antrian yang cukup panjang penulis mengurungkan niat untuk masuk zona ini.

Rupanya ini adalah zona terakhir di Eco Green Park. Cukup lelah juga mengelilingi hampir semua zona di dalamnya. Namun pengetahuan dan kegembiraan yang kami dapat lebih berkesan sehingga tidak ragu penulis merekomendasikan tempat ini sebagai tempat tujuan wisata keluarga. Apalagi jika nanti sudah selesai 100 % maka dijamin Eco Green Park tidak kalah bersaing dengan taman bermain lainnya yang ada di luar negeri. Hidup Indonesia !!

Pohon yang disumbang dan ditanam salah satu Menteri.
See you next time Eco Green Park

Tips berkunjung ke Eco Green Park :

1)  Datang lebih pagi. Eco Green Park buka mulai pukul 09.00 - 17.00 WIB. Datang lebih pagi akan memudahkan kita mencari tempat parkir ataupun mengelilingi setiap wahana yang ada.

2)  Bawalah topi atau payung mengingat cuaca dapat berubah dari panas ke hujan secara tiba-tiba.

3) Jika anda membawa anak kecil disarankan menyewa e-bike mengingat cukup luasnya wahana Eco Green Park. Penulis melihat ada satu keluarga yang menyewa hanya 1 e-bike dan dipakai bergantian. Cara yang dapat menghemat pengeluaran anda.

4) Hati-hati dengan barang bawaan anda. Selain hati-hati terhadap pencuri, pengunjung juga wajib berhati-hati terhadap beberapa hewan yang memang sengaja dilepaskan dan berbaur dengan pengunjung.

Sekian cerita dari penulis. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ini. Ditunggu saran dan kritiknya

follow me : @yudianto27

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 11 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 12 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 12 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: