Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Gunung Sindoro via Tambi

REP | 28 February 2013 | 14:49 Dibaca: 1145   Komentar: 0   1

Gunung Sindoro adalah gunung berapi aktif dengan ketinggian ± 3150 mdpl. Gunung ini terletak di daerah Jawa Tengah, tepatnya dekat dengan kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Gunung ini bersebelahan dengan gunung kembarannya yaitu Gunung Sumbing dan tercatat terakhir meletus pada tahun 1910. Gunung yang sempat meningkat aktivitasnya di akhir 2011 ini juga memiliki anak gunung yang terletak di sebelah barat yang disebut Gunung Kembang. Untuk mencapai puncaknya para pendaki dapat memilih diantara dua jalur, Kledung atau Tambi.

Tambi, lebih dikenal dengan Kawasan Agrowisata Tambi, berada di jalan utama menuju Dataran Tinggi Dieng dari arah Wonosobo. Fasilitas angkutan umum menuju daerah ini sudah cukup memadai mengingat Dieng menjadi lokasi wisata favorit untuk dikunjungi. Tambi menjadi kawasan Agrowisata karena terkenal dengan banyaknya area perkebunan teh. Untuk mencapai basecamp yang terletak di desa Sigedang, pendaki dapat berjalan kaki atau naik ojek. Selama perjalanan menuju basecamp, pendaki sudah dapat menikmati jalan beraspal dan pemandangan kanan-kiri yang penuh kebun teh juga suhu dingin yang mulai menusuk.

Basecamp terletak di desa Sigedang, desa terakhir untuk ke puncak. Basecamp berada di Rumah Mbah Amin yang terletak di Gg. Jumat bersebelahan langsung dengan masjid. Setiap orang disini, sudah cukup mengenal Mbah Amin karena Mbah adalah seorang juru kunci dari Gunung Sindoro. Mbah Amin selalu tampil sederhana, Mbah suka mengenakan sarung dan kemeja sambil menghisap rokok lintingannya. Berbicara mengenai rokok lintingan pasti Wonosobo ahlinya, khusus untuk lintingan Mbah Amin Saya ucapkan hormat karena ciri khas dan ketajaman rokok yang terhirup dari asapnya. Mbah Amin amat sayang pada para pendaki, ketika ada pendaki datang Mbah pasti akan ke dapur untuk menyuguhkan teh hangat buatannya. Maka wajib sekali untuk lapor dan meminta izin kepada Mbah Amin untuk mendaki gunung Sindoro.

Pendakian Menuju Puncak

Perjalanan menuju Puncak Sindoro dari Basecamp dapat ditempuh selama 5-7 jam perjalanan. Terdapat total 5 pos untuk mencapai puncak, namun tiap pos jarang ditemukan tulisan pertanda pos. Puncak Sindoro, jika cerah, sudah dapat dilihat dari basecamp begitu juga cungur Petruk yang menjadi ciri khasnya. Tidak ada mata air ketika mendaki juga minimnya pohon besar, sehingga disarankan mendaki malam hari karena siang akan sangat menyengat juga untuk menghemat kebutuhan air.

Pendakian diawali dengan meninggalkan desa Sigedang ke arah Sindoro. Jalan bersifat bebatuan rata yang dapat dilewati kendaraan dengan dihiasi pemandangan dan aroma kebun teh sepanjang perjalanan. Bentuk jalan ini akan ditempuh terus hingga pos 3. Pos I bisa disebut bangunan yang ada menara sinyal, Pos II adalah bangunan semi permanen milik para petani kebun teh, Pos 3 juga bangunan semi permanen milik petani kebun teh. Perjalanan menuju Pos 3 masih dapat dilewati mobil milik para petani, barulah setelah Pos 3 jalan bertanah dan hampir berakhirnya kebun teh.

Perjalanan berlanjut dengan jalan menanjak bertanah dan hamparan tanah yang luas dengan pepohonan kecil. Jalan menanjak ini cukup ringan untuk dilewati karena tanjakan tidak begitu curam. Apabila siang hari, akan sangat terasa terik matahari karena sedikit sekali pepohonan besar yang tumbuh sebagai tempat berteduh. Apabila jalan sudah mulai berbatu dan cukup tinggi tanjakannya maka sudah menunjukkan mendekati puncak. Puncak Sindoro begitu juga jalannya sudah cukup jelas terlihat baik malam ataupun siang hari.

Puncak Sindoro dapat menampung banyak sekali pendaki. Hal ini karena puncak Sindoro adalah tanah lapang yang amat luas, hampir total 3 lapangan sepak bola. Puncak Sindoro cukup nyaman untuk dijadikan tempat berkemah karena banyak pilihan lokasi, tertutup pepohonan dan juga dekat untuk menikmati terbit maupun terbenamnya matahari. Ada satu kawah yang masih mengeluarkan asap belerang di Sindoro, yaitu Kawah Jolotundo yang terletak di arah paling timur. Jika mendaki melalui Kledung, kawah ini adalah area puncak yang langsung dinikmati.

Menurut teman sependakian yang juga warga Wonosobo sekaligus merangkap Tim SAR Wonosobo, jika 17-an Puncak Sindoro akan ramai dan meriah. Bukan karena hal mistis tapi karena warga dan juga para pendaki naik ke puncak. Menjadi acara rutin bagi para pendaki untuk mengingat momen 17-an dengan mengibarkan merah putih di setiap puncak gunung, tapi untuk warga? Khusus untuk warga lereng Gunung Sindoro mereka merayakan 17-an di Puncak Sindoro. Di Puncak terdapat lapangan tempat pengibaran bendera, dan juga di lapangan puncak gunung itulah seluruh lomba 17-an diadakan mulai dari lompat karung hingga makan kerupuk.

Dari Puncak Sindoro, akan terlihat bermacam-macam puncak gunung yang dapat dijangkau dengan mata telanjang. Puncak G. Sumbing, Puncak G. Merbabu, Puncak G. Merapi, Puncak G. Ungaran, dan juga puncak-puncak Gunung yang ada di Dieng seperti G. Prau dan Cikunir. Keindahan alam dan pemandangan yang mempesona dapat dinikmati tanpa bosan di Puncak Sindoro. Oleh karenanya amat penting sekali untuk memegang teguh 3 prinsip pendaki gunung khususnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Nikmati alam dan lestarikan untuk masa depan.

(27 Desember 2012)

Tags: sindoro

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Malaikat Tuhan Pembawa Warta …

Blasius Mengkaka | | 30 August 2014 | 09:27

Jadi Donor Darah di Amerika …

Bonekpalsu | | 30 August 2014 | 06:25

Nasib Sial Florence Bisa Terjadi di …

Pebriano Bagindo | | 29 August 2014 | 20:14

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | | 30 August 2014 | 10:04

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 8 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 13 jam lalu

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 19 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | 8 jam lalu

Anaphalis …

Riki Asiansyah | 8 jam lalu

Dan Memang Benar …

Vincensia Enggar | 8 jam lalu

Cyberspyphobia, Takut Diawasi di Internet …

Muhammad Muizzsuddi... | 8 jam lalu

Cacatan Kecil Mahasiswi Bisu …

Suryani Mursya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: