Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Prima Dien

Hobby jalan-jalan, fotografi ....

Berburu Batu Dayak di Pasar Kebun Sayur, Balikpapan

HL | 05 March 2013 | 06:07 Dibaca: 2009   Komentar: 0   3

Suasana Pasar Inpres Kebun Sayur di sore hari

Membeli oleh-oleh sepertinya sudah menjadi keharusan saat berada di daerah yang baru pertama kali dikunjungi. Bila anda berkunjung ke Balikpapan, jangan lupa mampir di Pasar Inpres Kebun Sayur. Di pasar ini anda dapat berburu oleh-oleh khas Kalimantan Timur dengan harga yang cukup murah.

Saat berkunjung ke Balikpapan pada 26 - 28 Febuari 2013 yang lalu, saya menyempatkan diri untuk mencari oleh-oleh di pasar ini. Sayangnya karena jadwal kegiatan yang padat, baru hampir pukul 5 sore saya sempat ke pasar yang tertata dengan rapi ini, kebanyakan kios malah sudah tutup pada saat saya sampai.

Di pasar ini anda akan menjumpai beraneka ragam cenderamata khas Kalimantan, tetapi yang paling dominan adalah batu-batuan yang sudah di ronce menjadi perhiasaan berupa kalung, gelang, cincin dan sebagainya.  Kalimantan memang terkenal sebagai penghasil batu-batuan.

Dengan waktu yang sangat sempit, tentu saja saya tidak bisa leluasa memilih-milih. Namun saya masih  berusaha untuk mengarahkan lensa kamera ke deretan kalung batu dayak yang terlihat sangat cantik.

Deretan kalung batu dayak
Batu dayak yang di ronce mejadi gelang

Harga batu dayak relatif lebih mahal dibanding dengan batu lainnya,  sebuah kalung batu dayak seperti foto  di atas ditawarkan penjualnya dengan harga berkisar 250 - 275 ribu. Tetapi setelah ditawar biasanya harganya menjadi 150 - 200 ribu, itupun tergantung keunikan designnya.

Untuk kalung-kalung seperti foto di atas harganya sangat murah, hanya Rp. 17.500 untuk sebuah kalung plus gelang yang sama jenis batunya. Murah bukan?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: