Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Herry B Sancoko

Hidup tak lebih dari kumpulan pengalaman-pengalaman yang membuat kita seperti kita saat ini. Yuk, kita selengkapnya

Wisata Beli Buah Metik Sendiri di NSW, Australia

REP | 30 March 2013 | 17:13 Dibaca: 347   Komentar: 0   2

13646379851948399382Pick your own. Sumber foto: http://www.weekendnotes.com.au/im/004/01/dsc180611.JPG

Turisme PYO (Pick Your Own) atau Petik Buah Sendiri sepertinya lagi mode di Australia.  Beberapa turis bahkan datang berombongan dengan bus ke daerah-daerah perkebunan buah untuk membeli buah segar dipetik sendiri langsung dari pohon.

Tentu saja buah yang dipetik tergantung musimnya. Karena buah-buahan tidak diproduksi sepanjang musim.  Sebelum merencanakan wisata petik buah harus tahu tempat-tempat yang akan dikunjungi termasuk musim buah yang ada.

Pada saat liburan panjang hari libur umum atau hari weekend biasanya tempat-tempat wisata buah tersebut ramai dikunjungi orang dari berbagai tempat baik secara berombongan atau secara individu bersama keluarga.

Perjalan ke tempat perkebunan yang jauh dari hiruk pikuk kota mendatangkan kesan tersendiri. Tidak seperti di Indonesia, penduduk Australia dibanding dengan luas benuanya relatif amat jarang. Jadi tidak heran jika begitu keluar dari kota besar meski hanya beberapa puluh kilometer sudah jarang terdapat rumah hunian. Tanah terbentang luas dan jarang terlihat rumah.

Pada hari libur Paskah, liburan umum di Australia mulai dari Jumat, 29 Maret hingga Senin, 1 April 2013, orang Australia menyebutnya sebagai long weekend karena hari libur Sabtu dan Minggu ditambah Jumat dan Senin.  Jadi total bisa liburan selama 4 hari.  Liburan panjang tersebut sering tidak dilewatkan begitu saja oleh penduduk Australia.

Musim Buah di NSW

Tergantung dari musimnya tempat perkebunan buah berada di tempat berbeda-beda. Informasi tentang musim petik buah ini bisa didapat di internet atau menghubungi travel agent setempat. Termasuk juga tempat-tempat di mana bisa didapatkan akomodasi selama wisata ke kebun buah tersebut.  Karena letak perkebunan buah tersebut biasanya jauh dari pusat kota, banyak bangunan tua yang bersejarah.  Dari bangunan-bangunan lokal bisa ditarik gambaran selintas tentang sejarah Australia.  Tidak jarang bahkan penyedia akomodasi malah bangga dengan bangunan akonomodasinya yang mengandung nilai sejarah dan digunakan sebagai penarik wisata.

13646390812013015076

Memetik sendiri buah jeruh keprok (jeruk mandarin). Foto: Dokumentasi keluarga.

Para penyedia akonomodasi tersebut menawarkan berbagai fasilitas.  Mulai sarapan pagi hingga wisata keliling ke tempat-tempat yang dinilai menarik secara budaya atau menyangkut sejarah tempo dulu penduduk Australia pada saat para tawanan dari Inggris mulai menetap di Australia. Misalnya penginapan 1836, the Settlers Arm Inn yang dibangun pada tahun 1836 pada masa Australia masih mengandalkan tenaga kerja dari bekas tawanan.  Atau bisa juga sekedar ingin jalan-jalan di alam bebas. Misalnya di Bilpin Resort yang punya tanah seluas 43 acres. Jarak yang cukup bisa bikin pegel kaki untuk dikelilingi.

Pada bulan Januari hingga Mei, pohon yang lagi berbuah adalah apel.  Salah satu tempat di negara bagian NSW dimana terdapat perkebunan apel adalah di daerah Bilpin yang berjarak sekitar 98 km dari Sydney.  Kalau naik mobil bisa ditempuh selama sekitar 1,5 jam. Tempat tersebut di antaranya adalah di Pine Crest Orchard yang selain menanam apel juga terdapat buah peaches, plums dan pears.  Tempat lainnya adalah di Shields Orchard yang menanam lebih dari 10 jenis buah apel. Atau di Bilpin Springs Orchard yang juga menanan berbagai jenis buah apel. Beberapa perkebunan apel ini bisa dilihat sepanjang jalan yang dilalui menuju arah ke Blue Mountain, salah satu tempat wisata populer yang bersalju di NSW.

1364638067440285729Bilpin Resort yang luas tanahnya 43 acres atau 17.4 hectare = 174000 m2. Foto: Dokumentasi keluarga.

Selama bulan Maret hingga April, beberapa tempat wisata buah ini bisa dipetik buah walnut dan chestnut. Tempatnya bisa Kookootonga Walnut and Chestnut Farm atau di Nutwood Farm, Mount Irvine NSW.

Bulan berikutnya adalah musim jeruk. Musim buah jeruk biasanya jatuh pada bulan Juni hingga Oktober.  Tempat-tempat wisata petik buah jeruk yang banyak dikunjungi biasanya di Fords Farm di daerah  Wisemans Ferry NSW. Watkins Orchard, Lower Hawkesbury NSW atau di Penrith Valley Orange Orchard untuk buah jeruk peras navel dan jeruk keprok mandarins, letaknya di Castlereagh NSW.

Kebun buah apel. (Sumber foto: http://www.visitnsw.com/__data/assets/image/0013/19210/varieties/fullview.jpg)

Hampir sepanjang tahun terdapat musim buah yang berbeda-beda.  Untuk musim panen buah blueberries, raspberries, loganberries, dan black blackcurrants biasanya terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun.  Tempat untuk metik sendiri buah tersebut biasanya terdapat di bagian NSW bagian selatan yang bercuaca agak dingin.

Harga Buah

Memetik sendiri buah dari pohonnya selain harganya lebih murah juga amat mengasyikkan.  Luas kebun buah tersebut bisa berhektar-hektar.  Diperlukan waktu cukup lama untuk memetik buah agar didapat buah yang benar-benar baik mutunya.  Memilih buah dari ribuan pohon tidaklah mudah.  Apalagi bagi orang yang suka sok pilih-pilih.

Karena alasan itulah beberapa penyedia kebuh buah menginformasikan pada pengunjungnya untuk datang satu setengah jam sebelum kebun tersebut ditutup. Boleh saja datang satu jam sebelum tutup, tapi jangan diharap bisa menikmati suasananya atau mendapat hasil buah yang dikehendaki bila dilakukan dengan tergesa-gesa. Misalnya ada ulat di dalamnya atau busuk sebagian dalamnya.  Karena panen buah memang semua tidak bisa dipakai.  Harus disortir dan diambil yang punya mutu bagus.

Jika cuacanya bagus, yield panen bisa bagus juga sehingga hanya sedikit yang harus dibuang. Jika cuacanya bagus yield panen bisa mencapai 70-80%.  Kalau cuacanya buruk bahkan bisa gagal panen karena banyak buah yang busuk atau terserang hama.

Di tempat masuk biasanya terdapat semacam gubuk tempat dimana buah akan ditimbang dan dibayar.  Di tempat tersebut juga bisa didapat buah yang telah dipetik dan siap dibawa.  Jadi tidak perlu repot-repot jalan untuk metik sendiri.  Gubug (shed) itu biasanya dijaga oleh pemiliknya.  Pemilik tidak tinggal di kebunnya.  Tapi ada juga pemilik yang tinggal di perkebunannya.

Beberapa kebun buah menarik tiket masuk.  Tiket masuk itu sebenarnya bukan harga percuma, karena dengan membayar tiket masuk pengunjung boleh makan sekenyang-kenyangnya buah yang dipetik di tempat itu.  Membayar tiket masuk ini mungkin untuk menutup kecurangan para pengunjung.  Karena mereka hanya membayar apa yang dipetik tapi tidak membayar apa sudah dicicipi yang jumlahnya bisa lebih dari sekilo.

Bangga dengan produk agrarisnya. Sumber foto: http://www.theinternetchef.biz/wp-content/uploads/2012/12/IMG_99241.jpg

Harga buah per kilogramnya tentu saja lebih murah dari harga yang ditawarkan di supermarket atau pasar umum. Misalnya satu ember buah jeruk seharga $10. Seember isinya sekitar 6kg. Jadi harga perkilonya sekitar $1,6. Sementara kalau beli di supermarket atau di pasar buah bisa $3 – $4 per kilogramnya.  Buah cherry jika mutunya bagus bisa seharga $9 per kilo. Jika metik sendiri harganya sekitar $7 perkilogramnya. Selisih harga yang lumayan. Namun suatu hal yang tidak dapat diukur dengan uang adalah pengalaman metik sendiri di kebun buah yang jumlahnya ribuan pohon.

Beberapa pengunjung terlihat kesetanan begitu melihat demikian banyaknya buah di pohon. Mereka tidak kuasa menahan dirinya untuk terus menerus memetik. Menurut cerita pemilik kebun cherry, ada pasangan dari Rusia yang memetik buah cherry hingga 100kg! Alasannya kenapa memetik begitu banyak adalah hendak dibagi-bagikan pada teman-temannya sesampainya di rumah nanti.

Memang godaan untuk memetik buah dari yang diperlukan amat kuat. Selama hidup di Australia tidak pernah membeli buah sebanyak sebagaimana dilakukan saat berada di kebun buah bisa berkilo-kilo. Sesampainya di rumah, buah itu harus dibagi-bagikan ke teman yang dikenal karena saking banyaknya kalau nggak ingin jadi busuk dan akhirnya hanya dibuang.

13646373111904874877Sumur pompa kuno buatan London yang ada di halaman rumah petani. Foto: Dokumentasi keluarga.


1364637235166719705Melongok sedikit sejarah peradaban Australia pada jaman tawanan dari Inggris memulai hidup baru di Australia. Peralatan yang digunakan masih sederhana dan serba manual. Sangat kontras dengan keadaan Australia saat ini. Salah satu pompa kuno asli buatan London. Foto: Dokumentasi keluarga.

Kepuasan membeli buah dan memetik sendiri dari kebun buah memang tidak terbandingkan. Belum lagi rasa buah yang dipetik langsung dari pohon tersebut terasa lain dari buah yang dibeli supermarket atau pasar buah.  Terasa jauh lebih segar.  Melihat dengan mata kepala sendiri keberadaan pedesaan di Australia juga membawa petualangan intelektual tersendiri yang amat mengasyikkan.*** (HBS)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 6 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 8 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: