Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Telaphia Dewi

Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Ingin terus menerus belajar dan selengkapnya

Perjuangan Menikmati Salju di Bekasi Square

REP | 07 April 2013 | 00:56 Dibaca: 540   Komentar: 0   0

Perjuangan Menikmati Salju di Bekasi Square

Jika hanya ingin sekedar menikmati salju, kini di kota-kota besar di Indonesia kita sudah bisa menikmatinya seperti di kota Semarang, Bandung , Bekasi dan lain-lain. Apalagi wahana bersalju ini biasanya diadakan saat liburan sekolah atau saat liburan Natal dan tahun baru. Jadi kini tak perlu lagi kita harus pergi ke luar negeri hanya untuk memenuhi rasa penasaran. Karena saat acara serupa di Bandung, saya dan keluarga belum sempat menikmatinya, maka ketika Snow World International mengadakan acara serupa di Bekasi, kami pun berniat untuk mengunjunginya.

Kamis (27/12/2012) dengan rasa penasaran yang membuncah, kami bergegas menuju area parkir pusat perbelanjaan di Bekasi Square. Cuaca hari itu sedang cerah, matahari bersinar dengan teriknya. Untuk bisa masuk ke dalam wahana bersalju harus antri dua kali di luar tenda dan antri satu kali di dalam tenda. Saya dan keluarga harus rela berpanas-panas karena saat antri, karena pihak penyelenggara tidak menyediakan tempat yang layak dan manusiawi, seperti membuat jalur antrian yang rapi, tempat antrian yang nyaman dan tertutup dari panas sinar matahari langsung ketika mengantri.

Saat antri pertama untuk membeli tiket masuk, tapi saya menyerah untuk antri karena saking teriknya matahari, selain merasa lelah, saya pun menjadi pusing kepala. Akhirnya suami dan anak saya yang mengantri. Antrian pertama pun terlalui, selama lebih dari setengah jam. Di antrian pertama ini kami membeli tiket seharga Rp 40.000,- untuk tinggi badan di bawah 140 sentimeter dan Rp. 50.000,- untuk tinggi badan di atas 140 sentimeter.

Kini waktunya melalui antrian kedua, masih di tempat yang sama dengan keadaan di bawah terik sinar matahari tanpa dilindungi oleh tenda, berdesak-desakan saat mengantri ditambah dengan pengantri yang rombongan pengantri yang tiba-tiba datang menyela di tengah jalan, karena tidak mau lama mengantri. Saya dan suami hanya bisa menggerutu, dan bertekad untuk menuliskan kekesalan ini. Pihak penyelenggara dan penjaga keamanan sepertinya kurang sigap dalam memperhatikan hal-hal seperti ini. Seakan hal-hal seperti ini dianggap biasa, dan mereka pura-pura tak tahu atau memang tidak tahu atau mungkin juga tidak peduli akan terjadi kejadian seperti ini. Antrian kedua pun kami lalui selam kurang lebih empat puluh lima menit dengan perasaan tak nyaman.

Memasuki antrian ketiga, baru kami menjumpai penjaga antrian yang juga tidak menerapkan disiplin saat mengantri, dengan mudahnya mereka berkompromi dengan rombongan yang jelas-jelas di depan mata menyela antrian yang tanpa rasa malu melenggang dengan mudahnya. Ada sedikit protes yang kami nyatakan pada penjaga antrian, namun jawabnya, silakan protes ditujukan pada penyelenggara Snow World International.Di tempat antrian ketiga, kami antri di dalam tenda yang dipagari dengan besi yang berliku-liku. Dan di sini juga kami jumpai ada satu buah kipas angin yang disemprotkan air sehingga membuat pengunjung sedikit merasa nyaman. Di dalam tenda ini pun kami menjumpai stand makanan dan minuman instant yang dijual oleh penyelenggara. Sambil mengantri pengunjung bisa makan ataupun minum, karena antrian yang panjang dan lama menjadikan pengunjung kehausan dan kelaparan. Meski sudah dibatasi dengan pagar, masih juga ada pengantri yang nakal dan menerobos antrian dengan cara memanjat pagar pembatas. Lagi-lagi, kami dibuat kesal. Tapi karena pengantri yang diselanya diam saja dan tidak protes, maka kami hanya bisa menggerutu. Kami tak habis pikir, di mana peran dan tugas penjaga antrian? Seharusnya mereka mengawasi dan menegur para pengantri yang menyela. Kalau cara-cara seperti ini dibiarkan dan dimaklumi tanpa adanya teguran dan sangsi maka jangan pernah disiplin bisa diterapkan di negara kita.

Setelah mengantri kurang lebih dua jam, tibalah giliran kami memasuki wahana bersalju setelah sebelumnya kami dipinjami jaket/mantel oleh penyelenggara (Snow World International). Tibalah kami memasuki ruangan yang bersuhu dibawah 15 derajat celcius dengan luas ruangan 1000 meter. Hilang sudah kekesalan dan hawa panas yang tadi kami rasakan, berganti dengan hawa dingin yang menyelimuti. Kami berfoto-foto di samping patung-patung balok es seperti : patung burung, lumba-lumba, penguin dll . Kami juga bisa mencoba berseluncur, ada dua tempat berseluncur, dimana satu tempat dikhusus kan untuk anak-anak, sedang seluncuran yang tingginya 4,5 meter dapat digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Setelah puas melewati patung-patung yang terbuat dari balok es sambil berfoto, maka kami pun mengakhiri kunjungan ke wahana bersalju di Bekasi Square tersebut dengan sebuah janji akan menceritakan betapa wahana tersebut merupakan wahana baru yang cukup mengasyikkan dan memberi pengalaman tersendiri, namun selain itu juga untuk dapat masuk ke wahana bersalju tersebut kami memerlukan perjuangan dan kesabaran. Harapan kami untuk selanjutnya pihak penyelenggara yaitu Snow World International bisa memberikan layanan dan fasilitas yang lebih baik serta lebih manusiawi lagi agar pengunjung merasa puas dan nyaman.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 8 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 10 jam lalu

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Dilema Pinjam-Meminjam Buku …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Waspada, Ancaman Katup Jantung Bocor pada …

Yuni Astuti | 8 jam lalu

United Kalah, Wujud Kerinduan Hairdryer …

Aristo Setiawan | 8 jam lalu

Kolaborasi Rasa …

Puji Anto | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: