Back to Kompasiana
Artikel

Jalan Jalan

Tri Lokon

menyukai fotografi, traveling, sastra, kuliner, menulis, dan wisata

Wisata Bunaken, Wisata Mahal?

REP | 15 April 2013 | 10:27 Dibaca: 2929   Komentar: 14   5

13659956221839263271

Kapal Sub-sea, Siap Antar Wisatawan Jelajah Bawah Laut

Bagi yang belum pernah ke Bunaken, Taman Nasional Laut ini memang bikin penasaran setiap wisatawan. Keberadaan Bunaken di segitiga Terumbu Karang dengan 390 species terumbu karang dan 90 species ikan serta species hewannya seperti Rusa dan Kuskus tetap menjadi daya tarik setiap wisatawan nusantara dan mancanegara.

Betap tidak! Gaspar, lelaki berbadan tambun, motorist Kapal Katamaran yang mengantar rombongan saya ke Bunaken hari Kamis (11/4) yang lalu mengatakan, “Belum ke Bunaken, kalau belum melihat keindahan species ikan dan terumbu karangnya. Kalau belum snorkeling atau diving, belum ba’rasa ke Bunaken”. Kaka-kata promosi itu disampaikan di hadapan kami.

Ucapan Gaspar, memang sudah terjadwal di agenda kami dalam menikmati wisata bahari Bunaken. Karena itu, saya memberikan informasi awal tentang situasi dan kondisi di Bunaken mulai dari berangkat pagi-pagi melalui pelabuhan Marina di pantai Manado hingga nanti berlabuh di pantai Pulau Bunaken. Berangkat pagi adalah saat yang tepat untuk menghindari tingginya gelombang laut.

13659956811529229901

Kapal Katamaran, Berkapasitas 15 Orang

Pulau Bunaken adalah salah satu daratan dari lima pulau yang berada di sekitar Taman Laut yang luasnya 890.65 km2. Pulau lainnya yang dimaksud adalah pulau Mantehage, Siladen, Naen, dan Manado Tua. Sejauh mata memandang dari kota Manado, Taman Laut Bunaken mudah dilihat karena Gunung Manado Tuanya bisa dilihat dari kejauhan. Perjalanan ke Taman Laut dari pelabuhan Marina ditempuh hampir satu jam dengan menggunakan Kapal Katamaran bermesin ganda 40 PK. Jika gelombang besar, jarak tempuh makin lama.

Informasi lain yang saya sampaikan kepada rombongan adalah soal pasang surut air laut saat mendarat di pantai Pulau Bunaken. Jika surut, maka penumpang kapal harus berjalan kaki menyibak air laut hingga pantai dan tak urung celana bisa basah. Tapi jika air laut pasang, penumpang bisa berjalan melalui dermaga pelabuhan Pulau Bunaken. Jadi, kalau wisatawan datang ke Bunaken siang hari, biasanya air laut sudah surut.

Deru mesin kapal Katamaran yang kami tumpangi membekukan percakapan kami di kapal. Sebagian besar menikmati perjalanan sekitar 1 jam itu dengan diam atau terlena dalam tidur. Dalam suasana itu saya bertanya soal kapal “sub-sea” kepada Gaspar. “Kapal itu masih opersionalkah? Atau so brenti?” Lalu Gaspar menjawab dengan tenang, “Bapak mo pesan? Kapal “sub-sea” masih jalan kok Pak”. “Berapa depe karcis per orang?” tanya saya.

13659962801704745602

Papan Nama Untuk Pelestarian Alam

Gaspar, lelaki bertubuh tambun itu lalu dengan HP-nya kontak ke petugas yang membawa kapal sub-sea atau sering disebut kapal “sub marine” atau kapal selam. Wisatawan bisa melihat keindahan Taman Laut Bunaken melalui jendela-jendela kapal selam ini. Dibandingkan dengan melihat dari kaca yang ada di kapal katamaram, lebih asyik melihat biota laut Bunaken dari kapal sub-sea.

1365995762614158207

Di Atas Kapal Sub-sea

“Boleh pak. Harga per orang Rp 325.000,- Kapal itu Cuma bisa muat 15 orang. Jadi naik kapal sub-sea pak?” tanya Gaspar berharap. Kemudian saya berdiskusi dengan ketua rombongan. Akhirnya disetujui untuk menyewa sub-sea.

Rasa penasaran menggunakan kapal sub-sea makin membuncah ketika kapal katamaran mendekati posisi kapal sub sea yang sudah menanti si spot palung Taman Laut. Satu persatu berpindah masuk ke ruang dalam kapal sub-sea. Sementara itu terlihat kapal-kapal lain menikmati taman bawah laut dari kaca kapal Katamaran. Ada juga beberapa orang sedang siap-siap diving di kapal khusus untuk diving.

Sekitar setengah jam kemudian, terlihat rombongan keluar dari Kapal Sub-sea dengan wajah gembira dan satu sama lain bercerita tentang keindahan alam bawah laut dan melihat beberapa orang yang sedang diving.

“Pak, apakah nanti ada yang snorkeling? Makan siang di pulau?” tanya Gaspar kepada saya. Saya pun lalu menjawab bahwa tidak semua akan snorkeling dan kami tidak makan siang di pulau.

1365995819757024838

Persewaan Perlengkapan Snorkeling di Pulau Bunaken

Kapal Katamaran berwarna merah bergaris putih yang kami tumpangi sudah mendekati dermaga di Pulau Bunaken. Kami pun masuk melalui jalan dermaga yang sepanjang jalan kini sudah diberi atap. “Karcis masuk untuk wisatawan nusantara Rp. 2.500,- per orang. Untuk wisatawan asing Rp. 50.000,-“ bisik saya kepada ketua rombongan. Tadi sewaktu di pelabuhan Marina kami juga diminta untuk biaya asuransi per orang Rp. 4.000,- dan biaya parkir kapal Rp. 50.000,- dibebankan kepada rombongan.

Suasana pagi di pulau Bunaken tampak sudah ramai. Banyak kapal lebih dulu bersandar di dermaga. Gumpalan awan yang menghiasi langit seperti mau hujan, tak memudarkan kenikmatan berwisata.

1365995899131636954

Siap-siap Snorkeling

“Sewa perlengkapan snorkeling berapa ya?” tanya Wito kepada Rudolf pemilik persewaan peralatan snorkeling yang berada di sebelah kiri dari Pos Informasi. Dari Rudolf kami diberi paket perlengkapan snorkeling dengan harga Rp 150.000,- yang terdiri dari masker, sepatu katak, dan wetsuit. “Kalau mau foto-foto saat menyelam dalam air, sewanya Rp 350.000,- lalu untuk guide tournya per orang harganya sama dengan sewa perlengkapan snorkeling.

Tak mudah untuk menawar harga yang sudah diberikan itu. Akan sia-sia kalau pindah ke tempat persewaan lainnya. Soal harga mereka sudah sepakat mematok seperti itu. “Biskuit per pax, isi 6 bungkus, dibayar Rp 50.000,-“ kata Rudolf sambil melayani perlengkapan snorkeling kepada 5 orang dari rombongan kami yang berjumlah 15 orang.

Setelah kesepakatan harga deal lalu kami diantar menuju ke spot untuk snorkeling dan foto-foto di dalam air. Ikam Nemo, ikan laut warna kuning yang suka berkeliaran di sela-sela terumbu karang, siang itu menjadi primadona dalam bercumbu dan berfoto ria. Lebih dari satu jam kami bersnorkeling. Bagi yang belum terbiasa renang di laut harus beradaptasi lebih dahulu dengan menggunakan peralatan snorkeling. Namun, jika sudah lancar, serasa tak mau berhenti besnorkeling karena sudah menemukan nikmatnya snorkeling.

Kami memang tidak memesan makan di rumah makan di Pulau Bunaken. Dulu saya pernah bawa rombongan makan di pulau Bunaken dengan harga rata-rata per orang Rp 75.000,- dan menu yang didapat adalah seekor ikan bakar, woku ikan, nasi, sayur kangkung ca dan minum kelapa muda dan sebotol aqua.

13659960131313130193

Sempat Berfoto ria Saat Snorkeling

Jadi berapa duit yang anda keluarkan untuk berwisata bahari di Bunaken? Mahalkah berwisata di Bunaken? Rombongan saya mengeluarkan biaya-biaya untuk sewa kapal Katamaran, Kapal Sub-sea, Perlengkapan Snorkeling, Sewa Camera Bawah air, guide snorkeling dan pesan Kelapa muda. Total jumlah yang kami bayarkan untuk semua aktifitas wisata kami di Bunaken hari itu adalah Rp 7.705.000,-

1365996122141693959

Ikon Bunaken

Saat kami pulang dari Bunaken, kami pun sepakat memahami bahwa itulah sebabnya pariwisata dikaitkan dengan perekonomian kreatif untuk masyarakat pemangku wisata. Di pihak lain pengalaman snorkeling menjadi kenangan indah bagi lima peserta yang telah tersimpan dalam CD dan siap dilihat kembali sesampainya di rumah nanti.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 7 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 11 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 15 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: